Achmad Daffa Firmansyah
Universitas Muhammadiyah Lamongan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Edukasi Partisipatif dalam Meningkatkan Upaya Pencegahan Perilaku Berisiko pada Remaja di MTs Ma’arif 28 Islamiah Lembor, Brondong, Lamongan : Effectiveness of Participatory Education in Enhancing Efforts to Prevent Risky Behavior Among Adolescents at MTs Ma’arif 28 Islamiah Lembor, Brondong, Lamongan Akhmad Khusaini; Ganda Wahyu Saputri; Avrilia Tiara Santoso; Faricha Maf'ula; Cinta Taufatul Ummah; Salsabila Diyana Putri; Achmad Daffa Firmansyah; Sang D. Binar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 2 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i2.178

Abstract

Pendahuluan: Remaja merupakan kelompok rentan yang berisiko melakukan perilaku tidak sehat, termasuk pergaulan yang tidak sehat, perilaku seksual pranikah, merokok, dan penyalahgunaan narkoba, yang dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan fisik, mental, dan sosial. Keterbatasan pengetahuan mengenai konsekuensi dari perilaku tersebut menunjukkan pentingnya penerapan program edukasi kesehatan di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan perilaku berisiko melalui pendekatan edukasi komprehensif. Kegiatan dilaksanakan di MTs Ma’arif 28 Islamiah Lembor, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, dengan melibatkan 60 siswa sebagai peserta                    Metode: Pendekatan Community Development yang menekankan partisipasi aktif peserta dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran, pada One-Group Pretest–Post-test digunakan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi. Edukasi diberikan melalui penyampaian materi secara interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab yang mencakup pergaulan sehat, kesehatan reproduksi, bahaya merokok, serta pencegahan penyalahgunaan narkoba. Pengetahuan peserta dinilai menggunakan kuesioner pretest dan post-test. Hasil: Adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 89,84% sebelum intervensi menjadi 96,23% setelah edukasi. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan partisipatif efektif meningkatkan pemahaman remaja mengenai pencegahan perilaku berisiko.     Kesimpulan: Edukasi kesehatan partisipatif berbasis sekolah efektif meningkatkan pengetahuan, dilakukan secara berkelanjutan, melibatkan sekolah, tenaga kesehatan, keluarga, dan pemerintah untuk mendukung terbentuknya perilaku sehat remaja.