Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Comparative Study of Financial Distress in Sharia-Listed Transportation and Logistics Companies: Insights from the Altman Z - score Model During and After COVID-19 Muhammad Ramizal Syahidin; Fifi Hakimi; Faricha Maf'ula; Dita Pratiwi Kusumaningtyas; Elvina Assadam
Journal of Islamic Economic Laws Vol. 9 No. 01 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jisel.v9i01.11964

Abstract

This study aims to analyze and compare the financial distress conditions of transportation and logistics sector issuers listed on the Sharia Securities List (Daftar Efek Syariah/DES) using the Altman Z-Score model during and after the COVID-19 pandemic (2021–2024). The novelty of this research lies in the selected period and research object. Employing a quantitative approach, the study examines quarterly financial reports of 14 issuers listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI). Data analysis includes descriptive statistics, the Kolmogorov-Smirnov normality test, and the Wilcoxon Signed Rank difference test. The results reveal no statistically significant difference in financial distress levels between the pandemic and post-pandemic periods. Most issuers remained in the Altman Z-Score “red zone,” indicating persistently high bankruptcy risk. Nevertheless, these Sharia-compliant issuers demonstrated considerable financial resilience by consistently maintaining interest-based debt below 45% of total assets in accordance with DES criteria. Government stimulus policies and effective risk management practices further reinforced their stability. This study enriches the Islamic capital market literature by evidencing the relative resilience of Sharia-compliant companies amid prolonged crisis.
Efektivitas Edukasi Partisipatif dalam Meningkatkan Upaya Pencegahan Perilaku Berisiko pada Remaja di MTs Ma’arif 28 Islamiah Lembor, Brondong, Lamongan : Effectiveness of Participatory Education in Enhancing Efforts to Prevent Risky Behavior Among Adolescents at MTs Ma’arif 28 Islamiah Lembor, Brondong, Lamongan Akhmad Khusaini; Ganda Wahyu Saputri; Avrilia Tiara Santoso; Faricha Maf'ula; Cinta Taufatul Ummah; Salsabila Diyana Putri; Achmad Daffa Firmansyah; Sang D. Binar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 2 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i2.178

Abstract

Pendahuluan: Remaja merupakan kelompok rentan yang berisiko melakukan perilaku tidak sehat, termasuk pergaulan yang tidak sehat, perilaku seksual pranikah, merokok, dan penyalahgunaan narkoba, yang dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan fisik, mental, dan sosial. Keterbatasan pengetahuan mengenai konsekuensi dari perilaku tersebut menunjukkan pentingnya penerapan program edukasi kesehatan di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan perilaku berisiko melalui pendekatan edukasi komprehensif. Kegiatan dilaksanakan di MTs Ma’arif 28 Islamiah Lembor, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, dengan melibatkan 60 siswa sebagai peserta                    Metode: Pendekatan Community Development yang menekankan partisipasi aktif peserta dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran, pada One-Group Pretest–Post-test digunakan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi. Edukasi diberikan melalui penyampaian materi secara interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab yang mencakup pergaulan sehat, kesehatan reproduksi, bahaya merokok, serta pencegahan penyalahgunaan narkoba. Pengetahuan peserta dinilai menggunakan kuesioner pretest dan post-test. Hasil: Adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 89,84% sebelum intervensi menjadi 96,23% setelah edukasi. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan partisipatif efektif meningkatkan pemahaman remaja mengenai pencegahan perilaku berisiko.     Kesimpulan: Edukasi kesehatan partisipatif berbasis sekolah efektif meningkatkan pengetahuan, dilakukan secara berkelanjutan, melibatkan sekolah, tenaga kesehatan, keluarga, dan pemerintah untuk mendukung terbentuknya perilaku sehat remaja.