Pendahuluan: Remaja merupakan kelompok rentan yang berisiko melakukan perilaku tidak sehat, termasuk pergaulan yang tidak sehat, perilaku seksual pranikah, merokok, dan penyalahgunaan narkoba, yang dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan fisik, mental, dan sosial. Keterbatasan pengetahuan mengenai konsekuensi dari perilaku tersebut menunjukkan pentingnya penerapan program edukasi kesehatan di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan perilaku berisiko melalui pendekatan edukasi komprehensif. Kegiatan dilaksanakan di MTs Ma’arif 28 Islamiah Lembor, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, dengan melibatkan 60 siswa sebagai peserta Metode: Pendekatan Community Development yang menekankan partisipasi aktif peserta dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran, pada One-Group Pretest–Post-test digunakan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi. Edukasi diberikan melalui penyampaian materi secara interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab yang mencakup pergaulan sehat, kesehatan reproduksi, bahaya merokok, serta pencegahan penyalahgunaan narkoba. Pengetahuan peserta dinilai menggunakan kuesioner pretest dan post-test. Hasil: Adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 89,84% sebelum intervensi menjadi 96,23% setelah edukasi. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan partisipatif efektif meningkatkan pemahaman remaja mengenai pencegahan perilaku berisiko. Kesimpulan: Edukasi kesehatan partisipatif berbasis sekolah efektif meningkatkan pengetahuan, dilakukan secara berkelanjutan, melibatkan sekolah, tenaga kesehatan, keluarga, dan pemerintah untuk mendukung terbentuknya perilaku sehat remaja.