Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PERBANDINGAN PENGGUNAAN MODEL FILTER PASIF DAN FILTER AKTIF SERI TIGA PHASA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAYA LISTRIK AKIBAT Kiswantono, Agus; Amirullah, Amirullah
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah membandingkan penggunaan model filter pasif dan filter aktif seri untuk meningkatkan kualitas daya akibat beban non-linier di industri. Ada dua mode operasi beban yaitu rangkaian terhubung pada beban non-linier seimbang dan tidak seimbang di industri. Parameter kualitas daya meliputi harmonisa arus dan tegangan, arus dan tegangan tidak seimbang, perbaikan nilai faktor daya masukan atau power factor corection (PFC) menggunakan model filter pasif dan filter aktif seri. Rangkaian filter dimodelkan secara matematis dengan teknik kendali arus menggunakan pulse width modulation (PWM) dan Teori Dual Instantaneous Reactive Power. Aspek penelitian adalah total harmonics distortion (THD) tegangan dan arus sumber, arus dan tegangan tidak seimbang, perbaikan faktor daya rangkaian terhubung beban non-linier (seimbang dan tidak seimbang) berdasarkan Standar IEEE-519, ANSI/IEEE 241-1990, dan Standar PLN. Hasil penelitian adalah rangkaian sistem pada tiga kondisi kompensasi terhubung beban non-linier tidak seimbang, menghasilkan THD rata-rata arus lebih kecil dibandingkan pada sistem terhubung beban non-linier seimbang. Penggunaan filter aktif seri mampu menurunkan THD arus sesuai Standar IEEE 519-1992. Pada kondisi sistem sama, rangkaian terhubung beban non-linier tidak seimbang, menghasilkan nilai arus tidak seimbang lebih besar dibandingkan sistem terhubung beban non-linier seimbang. Rangkaian terhubung beban non-linier tidak seimbang, mampu menghasilkan nilai faktor daya sedikit  lebih tinggi dibandingkan beban non-linier seimbang. Nilai THD tegangan sistem berbeban non-linier seimbang dan tidak seimbang untuk semua kondisi tanpa dan menggunakan kompensasi, nilainya relatif kecil dan berada dibawah level 1% serta sudah memenuhi batas harmonisa tegangan sesuai Standar IEEE 519-1992. Nilai tegangan tidak seimbang kondisi tanpa dan menggunakan filter pada kedua mode relatif stabil. Sistem terhubung dua mode beban non-linier mampu meningkatkan nilai harmonisa arus dan arus tidak seimbang, namun tidak berdampak signifikan terhadap perubahan harmonisa tegangan dan tegangan tidak seimbang.
Power Outage Sensing Device based on IOT for Service Quality Evaluation in the PLN Distribution System Fauzi, Adryan Fahri Zul; Kiswantono, Agus; saidah, saidah
ELKHA : Jurnal Teknik Elektro Vol. 13 No. 2 October 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/elkha.v13i2.43741

Abstract

In overcoming electrical disturbances, PLN implements an equipment protection system that aims to reduce the areas experiencing power outage. However, this protection system has not been integrated with the SCADA system. As a parameter to maintain customer service continuity, PLN uses customer-based indexes, i.e., the Customer Average Interruption Duration Index (CAIDI) and Customer Average Interruption Frequency Index (CAIFI). In the calculation of those index values, the record of power outage occurrence at PLN is still not accurate because the duration and frequency of power outage based on customer complaints. In this study, a Power Outage Sensing device is installed on the secondary distribution system transformer 380/220 which can ensure the location, record the frequency and duration of power outage and serve customers in real time based on IOT using WEMOS D1 and optocoupler sensors which can then be accessed on a web. In its implementation, all power outage is recorded in the database and can be accessed on the web interface. This device can speed up the recovery of disturbances in the system after an outage and perform accurate CAIDI and CAIFI index calculations as customer service evaluations.
Design of Single Phase Motor Current, Voltage, Over Temperature Protection System and Temperature Timing in Water Heater Prastyana, Naufal; Kiswantono, Agus
Jurnal Sistem Telekomunikasi Elektronika Sistem Kontrol Power Sistem dan Komputer Vol 3 No 1: JTECS Januari 2023
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/jtecs.v3i1.3127

Abstract

Motor induksi merupakan salah satu peralatan listrik dari banyaknya peralatan yang digunakan dalam dunia industri sampai dikehidupan sehari-hari. Dalam penggunaaannya kondisi motor harus dalam keadaan stand by setiap saat ketika dibutuhkan untuk memompa air dari sumber dari dalam tanah untuk kehidupan sehari-hari. Pada penelitian ini memiliki tujuan untuk mengatasi hal tersebut dengan merancang sistem proteksi untuk melindungi motor induksi berbasis IoT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem proteksi berbasis IoT dalam melindungi motor dari gangguan tegangan, arus, dan suhu berlebih. Membuat alat monitoring dan proteksi dengan menggunakan Modul ESP32 sebagai mikrokontroller sekaligus modul WIFI dengan 3 sensor sebagai pembaca parameter yaitu untuk membaca tegangan, dan arus menggunakan Modul PZEM-004T, dan membaca suhu dengan modul DHT11. Dalam memonitoring alat terhubung dengan jaringan internet untuk dimonitoring pembacaan 3 sensor parameter tersebut di komputer. Pada penelitian kali ini melakukan pengujian terhadap program Arduino, terhadap 3 sensor yang digunakan untuk mengetahui prosentase eror terhadap alat dan terakhir pengujian proteksi terhadap tegangan, arus dan suhu berlebih terhadap program yang telah disusun. Dari hasil pengujian ketiga sensor dengan membandingkan data yang dihasilkan multimeter dengan alat monitoring dan proteksi didapatkan rata-rata presentase eror terhadap tegangan sebesar 0%, terhadap arus sebesar 6,9%, dan terhadap suhu sebesar 1,1%. Pada pengujian proteksi tegangan, arus dan suhu sistem kerja yang dibaca oleh alat di komputer efektif dalam memproteksi tegangan, suhu, dan arus yang berlebih sesuai dengan cara kerja yang telah direncanakan sistem secara otomatis menghentikan pergerakan motor. Pada proses proteksi motor pompa induksi 1 fasa diaktifkan berdasarkan data pembacaan sensor seperti suhu, arus, dan tegangan apabila melebihi dari settingan parameter batas atas yang telah diprogramkan pada aplikasi Arduino maka secara otomatis sistem akan memutuskan relay untuk memberhentikan motor pompa 1 fasa. Selama proses pengujian untuk mengetahui arus, suhu, dan tegangan yang masuk ke motor 1 fasa dibuatkan alat yang berisikan sensor untuk membaca ketiga parameter tersebut dan pembuatan monitoring yang bisa pada pemantauannya di komputer dengan menggunakan aplikasi Visual Studio.
Evaluation of the Planning of a 150 kV Jabon Substation Grounding System with Simulation Software CYMGRD Suripto, Muhamad; Kiswantono, Agus
Jurnal Sistem Telekomunikasi Elektronika Sistem Kontrol Power Sistem dan Komputer Vol 1 No 2: JTECS Juli 2021
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/jtecs.v1i2.1624

Abstract

Salah satu sistem proteksi dalam sistem kelistrikan adalah Sistem Pentanahan. Sistem Pentanahan Gardu Induk berfungsi untuk membatasi tegangan antar peralatan, antara peralatan dengan tanah dan meratakan gradien tegangan yang timbul di permukaan tanah saat terjadi gangguan/arus lebih. Sistem pentanahan menggunakan elektroda yang ditanam ke tanah, kemudian dihubungkan dengan peralatan/sistem gardu induk. Dalam sistem pentanahan terdapat parameter yang harus terpenuhi agar personil dan peralatan aman saat terjadi gangguan. Sistem pembumian yang buruk mengakibatkan masalah kesinambungan layanan dan personil dilokasi dapat terkena bahaya sengatan listrik. Jurnal ini berisi tentang evaluasi perencanaan sistem pentanahan pada Gardu Induk 150 kV Jabon dengan menggunakan sistem Grid-Rod. Kombinasi antara jumlah Grid dan Rod yang kedalaman penanaman konduktornya sesuai nilai tahanan jenis tanah area Gardu Induk 150 kV Jabon. Pada perencanaan sistem pembumian Gardu Induk ini didapat hasil, tahanan jenis tanah sebesar 30,71 Ω.m, ukuran konduktor yang digunakan sebesar 150 mm2. Dengan panjang konduktor grid (LC) sebesar 1916 meter dan panjang konduktor rod (LR) sebesar 67,1 meter dan ketebalan gravel 0.20 meter, didapat tegangan sentuh (Em) sebesar 551,40 volt, tegangan langkah (Es) sebesar 449,21 volt dan tahanan pentanahan (Rg) sebesar 0,226 Ω, perencanaan ini disumlasikan menggunakan software CYMGRD dan kesimpulannya perencanaanya memenuhi persyaratan dan aman untuk diterapkan.
Voltage and Frequency Controller for Wind Turbine With PID Controller, PWM and Thingspeak Monitor Hermanto, Yuli; Kiswantono, Agus
Jurnal Sistem Telekomunikasi Elektronika Sistem Kontrol Power Sistem dan Komputer Vol 3 No 1: JTECS Januari 2023
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/jtecs.v3i1.3280

Abstract

Memanfaatkan energi angin (bayu) yang bertiup dari lokasi tertentu, yang selanjutnya digunakan untuk menggerakkan turbin angin dan dikonversi menjadi energi listrik atau biasa dikatakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTB) yang merupakan solusi sementara dalam mengatasi masalah krisis energi. Selain itu, kelangsungan penggunaan pembangkit listrik. memerlukan kestabilan tegangan. Tegangan dan frekuensi yang tidak stabil mudah merusak peralatan listrik (beban). Ketidakstabilan dapat dikurangi dengan beberapa cara, salah satunya adalah penggunaan rangkaian kontrol beban elektronik semu/komplementer. Pada dasarnya Genset diberikan beban dengan beban total yang selalu konstan, beban konsumen ditambah beban tambahan (tampak) sama dengan daya nominal Genset. Penggerak utama pada penelitian ini adalah generator 3 fasa dan motor sangkar tupai 3 fasa, beban utama menggunakan lampu dan beban dummy menggunakan heater. Mikrokontroler DSPIC30F4012 digunakan sebagai pengontrol utama yang terhubung dengan sensor tegangan. Mikrokontroler beroperasi dengan PWM (Pulse Width Modulation) dan umpan balik dengan menerapkan kendali PID (Proportional Integral Derivative), dimana PWM menghasillan data pulsa ke loop kontrol beban. Pengaplikasian PID pada sistem kontrol ini menghasilkan tegangan sebesar 220VAC dan frekuensi sebesar 50Hz ke generator terlepas dari apakah ada beban atau tidak. Dari proses tersebut tegangan yang dialirkan kepada konsumen tetap dan tidak merusak perangkat elektronik
Automatic Transfer Switch (ATS) Using Arduino Uno, IoT-Based Relay and Monitoring -Alfariski, Mohammad Rizal; Dhandi, Muhammad; Kiswantono, Agus
Jurnal Sistem Telekomunikasi Elektronika Sistem Kontrol Power Sistem dan Komputer Vol 2 No 1: JTECS Januari 2022
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/jtecs.v2i1.2238

Abstract

Sistem backup/cadangan catudaya menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan pada piranti elektronika yang membutuhkan energi listrik yang secara terus-menerus. Cadangan sumber tegangan diterapkan untuk menggantikan sumber tegangan utama dari PLN. Implementasi tersebut dibutuhkan suatu piranti pendukung berupa Automatic Transfer Switch (ATS) dalam melaksanakan pengalihan dari sumber tegangan utama ke sumber tegangan cadangan ataupun sebaliknya. Penelitian ini, membahas implementasi pengembangan sistem ATS menggunakan mikrokontroler yang dioperasikan berdasarkan hasil pembacaan tegangan oleh sensor arus ACS712. Perangkat ATS ini juga dilengkapi dengan modul ESP 8266 sebagai Wifi Shield untuk monitoring secara online berbasis IoT dan LCD untuk monitoring secara realtime. Pengujian sistem relai dapat bekerja dalam mengalihkan sumber tegangan dari sumber utama ke sumber cadangan atau sebaliknya. Waktu yang dibutuhkan rangkaian ATS ini untuk memindahkan sumber/supply 2 detik
Fuzzy Control Innovation: Optimizing DC Motor Performance with Solar Energy Kiswantono, Agus; S, Yusron Aminullah; A, M Anas Muhibudin
Jurnal Sistem Telekomunikasi Elektronika Sistem Kontrol Power Sistem dan Komputer Vol 4 No 1 (2024): JTECS Januari 2024
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/jtecs.v4i1.4687

Abstract

Sistem pengendalian kecepatan putar motor DC dalam skala kecil atau prototipe banyak digunakan dalam industri, terutama pada sistem industri proses yang memerlukan pengaturan presisi terhadap RPM. Penelitian ini difokuskan pada penerapan solar panel sebagai sumber tegangan dalam pengendalian kecepatan motor DC pada prototipe, bertujuan untuk mengoptimalkan efisiensi biaya produksi melalui pengurangan penggunaan listrik PLN. Sistem monitoring untuk sumber tegangan, arus, dan RPM diterapkan menggunakan aplikasi Blynk pada smartphone berbasis Internet of Things (IoT). IoT adalah konsep yang memungkinkan transfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia secara langsung. Penelitian ini mengeksplorasi pengendalian kecepatan putar motor DC dengan pemantauan melalui aplikasi Blynk pada smartphone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval panel surya mencapai batas puncak pada pukul 13.00 WIB, dengan Vout sebesar 15,87 V, Iout sebesar 0,31 A, dan kecepatan motor DC mencapai 2660 RPM. Proses ini melibatkan penggunaan sensor tegangan, arus, RPM, dan PWM sebagai kontrol kecepatan putar motor, memberikan hasil yang dapat diandalkan untuk optimalisasi penggunaan sumber daya energi terbarukan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan sistem pengendalian kecepatan motor DC yang efisien dan berkelanjutan, dengan potensi aplikasi luas di berbagai industri.
Realizing Energy Independence: Automation Solutions with Visual Studio for PLN and PLTS Integration via ATS Panel Kiswantono, Agus; Fakhrudin Syah, Ahmad Rozak; A, M Anas Muhibudin
Jurnal Sistem Telekomunikasi Elektronika Sistem Kontrol Power Sistem dan Komputer Vol 4 No 1 (2024): JTECS Januari 2024
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/jtecs.v4i1.4750

Abstract

Dalam era kontemporer ini, keandalan pasokan listrik menjadi salah satu pilar penting bagi berbagai sektor kehidupan, mencakup usaha, rumah tangga, industri, dan infrastruktur kesehatan. Mengingat ketidakpastian yang melekat pada jaringan listrik primer, integrasi sumber cadangan telah menjadi hal yang sangat penting. Automatic Transfer Switch (ATS) muncul sebagai solusi otomatisasi yang menjamin transisi yang lancar dari sumber utama ke sumber cadangan saat terjadi gangguan tak terduga. Dalam konteks ini, sistem ATS dibuat dengan hati-hati, menggabungkan teknologi Arduino Uno dengan sensor suhu DS18B20. Upaya ini melibatkan tinjauan literatur yang mendalam, orkestrasi perangkat keras dan perangkat lunak, serta pengujian yang ketat untuk memastikan keunggulan sistem. Hasil empiris mengungkapkan mekanisme respons yang impresif dari sistem ATS yang diusulkan, dengan rata-rata waktu transisi hanya sekitar 2 detik antara sumber daya. Seiring dengan itu, sensor suhu DS18B20 memberikan wawasan termal yang berharga, mencatat suhu lingkungan sekitar 25°C. Berdasarkan temuan ini, menjadi jelas bahwa hubungan antara otomatisasi, teknologi Arduino, dan sensor suhu meningkatkan paradigma keandalan dan efisiensi infrastruktur pasokan listrik. Eksplorasi ini membuka jalan untuk inovasi canggih dalam bidang manajemen listrik otomatis
INOVASI ENERGI HIJAU: PIEZOELEKTRIK UNTUK MENGUBAH GETARAN KENDARAAN MENJADI LISTRIK Kiswantono, Agus
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i3.4452

Abstract

Abstrak. Penelitian ini memperlihatkan potensi besar teknologi piezoelektrik dalam mengubah getaran kendaraan menjadi sumber energi portabel yang efisien. Dengan memanfaatkan prinsip piezoelektrik, sistem yang dirancang dapat mengekstrak energi dari getaran kendaraan selama operasi normal. Salah satu hal yang menonjol dari penelitian ini adalah desain sistem yang ergonomis, memungkinkan penempatan perangkat piezoelektrik secara efisien di dalam kendaraan untuk mengoptimalkan pengumpulan energi. Percobaan yang dilakukan dengan menggunakan simulasi dan prototipe perangkat menunjukkan bahwa sistem ini mampu menghasilkan energi portabel yang cukup untuk mengisi daya perangkat elektronik kecil. Implikasi dari penelitian ini sangat signifikan dalam konteks keberlanjutan energi dan lingkungan. Dengan memanfaatkan energi piezoelektrik dari getaran kendaraan, kita dapat mengurangi ketergantungan pada sumber daya listrik konvensional dan bahan bakar fosil, sesuai dengan upaya global untuk mengurangi emisi karbon dan mempercepat transisi menuju energi terbarukan. Rata-rata tegangan output yang lebih tinggi dari rangkaian seri, sebesar 4,766 V, dibandingkan dengan rangkaian paralel, sebesar 4,612 V, memberikan gambaran efisiensi dan kinerja kedua konfigurasi rangkaian dalam mengumpulkan energi dari getaran kendaraan. Penelitian ini menjadi landasan penting dalam menginspirasi langkah-langkah praktis menuju masyarakat yang lebih berkelanjutan dan efisien secara energi, serta mendorong industri dan pemerintah untuk menginvestasikan lebih lanjut dalam pengembangan teknologi energi terbarukan yang ramah lingkungan.. Abstract. This research highlights the significant potential of piezoelectric technology in converting vehicle vibrations into an efficient source of portable energy. By harnessing the principles of piezoelectricity, the designed system can extract energy from vehicle vibrations during normal operation. One notable aspect of this study is the ergonomic design of the system, enabling efficient placement of piezoelectric devices within the vehicle to optimize energy harvesting. Experiments conducted using simulations and prototype devices demonstrate that the system is capable of generating sufficient portable energy to power small electronic devices. The implications of this research are profound in the context of energy sustainability and environmental conservation. By tapping into piezoelectric energy from vehicle vibrations, we can reduce reliance on conventional electrical power sources and fossil fuels, aligning with global efforts to mitigate carbon emissions and expedite the transition to renewable energy. The higher average voltage output from the series circuit, at 4.766 V compared to 4.612 V from the parallel circuit, provides insight into the efficiency and performance of both circuit configurations in harvesting energy from vehicle vibrations. This research serves as a crucial foundation for inspiring practical steps towards a more sustainable and energy-efficient society, while also encouraging further investment from industries and governments in the development of environmentally friendly renewable energy technologies.
KENDALI BERBASIS WEB PADA ANOMALI NEUTRAL GROUND RESISTOR (NGR) Kiswantono, Agus
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 12, No 3S1 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i3S1.5059

Abstract

A real-time monitoring and control system for Neutral Grounding Resistor (NGR) has been developed utilizing Internet of Things (IoT) technology. The system employs the PZEM-004T sensor for measuring current and voltage, and the NodeMCU ESP8266 for data processing and communication. Measurement data is displayed in real-time on an LCD screen and a website, with early warning alerts provided through a buzzer/alarm if abnormal conditions are detected. This system addresses the limitations of traditional monitoring methods, which are typically visual and periodic, by enabling continuous monitoring. Integration with a circuit breaker adds an additional layer of protection by disconnecting the power supply when necessary. Testing results demonstrate the effectiveness of the device in measuring voltages ranging from 5V to 220V and current, with a reliance on internet connectivity to ensure measurement accuracy. This system offers an efficient and proactive solution for maintaining the safety and reliability of electrical equipment at substations