Desy Verayanti Br. Saragih
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS LITERASI DIGITAL IBU PKK DALAM MENYIKAPI BERITA HOAKS DI MEDIA SOSIAL: PERSPEKTIF PENDIDIKAN ORANG DEWASA Silvia Mariah Handayani; Sardi Pranata; Clara Desmiati Br Sembiring; Christiana Junita Panjaitan; Desy Verayanti Br. Saragih; Elsy Virjita; Febry Yanti Br. Ginting S; Lidya Maulidzha; Liza Azzahrah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.54630

Abstract

Perkembangan media sosial mempermudah masyarakat dalam memperoleh dan menyebarkan informasi, tetapi juga meningkatkan penyebaran berita hoaks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literasi digital ibu PKK dalam menyikapi berita hoaks di media sosial dari perspektif pendidikan orang dewasa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang dengan melibatkan 13 orang ibu PKK sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan aktif menggunakan media sosial, terutama WhatsApp, Facebook, dan TikTok, serta pernah menerima berita hoaks terkait kesehatan, bantuan pemerintah, dan isu sosial. Sebagian besar informan telah berupaya memverifikasi informasi melalui mesin pencari, media massa, maupun sumber resmi sebelum menyebarkannya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengalaman dalam menerima dan memeriksa informasi di media sosial menjadi bagian dari proses pembelajaran orang dewasa yang mendorong terbentuknya sikap kritis terhadap informasi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada penguatan literasi digital masyarakat dewasa sebagai bagian dari pembelajaran sepanjang hayat dalam mencegah penyebaran hoaks. Oleh karena itu, diperlukan program literasi digital yang berkelanjutan bagi masyarakat.