Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kesenjangan Akses Teknologi Dan Dampaknya Terhadap Pembelajaran Hybrid/Blended Pada Peserta Paket A Di PKBM Laskar Pelangi Elizon Nainggolan; Michael Yudha Pratama; Claudya Morawina Sihombing; Icha Angel Purba; Lidya Maulidzha; Maysa Putri Utami; Natalia Dela Br Simamora
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pembelajaran yang diterapkan dalam kegiatan belajar Paket A di PKBM Laskar Pelangi, serta mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi oleh tutor dalam proses pembelajaran. Penelitian dilakukan melalui wawancara dengan Ibu L, selaku tutor Paket A. Hasil wawancara menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang digunakan masih bersifat konvensional, seperti menulis dan latihan soal, serta belum sepenuhnya interaktif. Kendala utama yang dihadapi adalah perbedaan latar belakang warga belajar, baik dari segi pengalaman pendidikan maupun kemampuan dasar. Hal ini memengaruhi cara warga belajar menerima dan merespons materi yang disampaikan. Berdasarkan temuan tersebut, peneliti mengusulkan pengembangan metode pembelajaran kreatif berbasis permainan edukatif, diskusi, dan pendekatan kinestetik sebagai solusi untuk meningkatkan partisipasi aktif dan motivasi belajar warga belajar. Penelitian ini diharapkan menjadi pijakan awal dalam merancang model pembelajaran alternatif yang lebih relevan dan adaptif di lingkungan pendidikan nonformal. Kata kunci: Pembelajaran kreatif, Paket A, PKBM, metode belajar, pendidikan nonformal   Abstract This study aims to analyze the learning methods applied in the Paket A education program at PKBM Laskar Pelangi and to identify the challenges faced by tutors during the learning process. The data was collected through an interview with Mrs. L., the tutor for Paket A. The results show that the learning methods used are still conventional, such as writing and basic exercises, and have not been fully interactive. The main challenge lies in the diverse backgrounds of the learners, particularly in terms of prior educational experience and basic academic skills. These differences affect how learners receive and respond to the material presented. Based on these findings, the researchers proposed the development of creative learning methods involving educational games, discussions, and kinesthetic approaches to enhance learners' engagement and motivation. This study is expected to serve as a preliminary foundation for designing alternative learning models that are more relevant and adaptive to non-formal education settings. Keywords: Creative learning, Paket A, PKBM, learning methods, non-formal education  
ANALISIS LITERASI DIGITAL IBU PKK DALAM MENYIKAPI BERITA HOAKS DI MEDIA SOSIAL: PERSPEKTIF PENDIDIKAN ORANG DEWASA Silvia Mariah Handayani; Sardi Pranata; Clara Desmiati Br Sembiring; Christiana Junita Panjaitan; Desy Verayanti Br. Saragih; Elsy Virjita; Febry Yanti Br. Ginting S; Lidya Maulidzha; Liza Azzahrah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.54630

Abstract

Perkembangan media sosial mempermudah masyarakat dalam memperoleh dan menyebarkan informasi, tetapi juga meningkatkan penyebaran berita hoaks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literasi digital ibu PKK dalam menyikapi berita hoaks di media sosial dari perspektif pendidikan orang dewasa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang dengan melibatkan 13 orang ibu PKK sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan aktif menggunakan media sosial, terutama WhatsApp, Facebook, dan TikTok, serta pernah menerima berita hoaks terkait kesehatan, bantuan pemerintah, dan isu sosial. Sebagian besar informan telah berupaya memverifikasi informasi melalui mesin pencari, media massa, maupun sumber resmi sebelum menyebarkannya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengalaman dalam menerima dan memeriksa informasi di media sosial menjadi bagian dari proses pembelajaran orang dewasa yang mendorong terbentuknya sikap kritis terhadap informasi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada penguatan literasi digital masyarakat dewasa sebagai bagian dari pembelajaran sepanjang hayat dalam mencegah penyebaran hoaks. Oleh karena itu, diperlukan program literasi digital yang berkelanjutan bagi masyarakat.