p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Silitek
Arni Zuhairini A. Sibua
Program Studi Teknik Sipil Universitas Pasifik Morotai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENARAPAN MANAJEMEN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN KANTOR KEJAKSAAN NEGERI PULAU MOROTAI Siti Hadija Goraahe; Aminullah Thaib; Arni Zuhairini A. Sibua; Yandris Kodobo
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 4 No. 02 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/js7d5x80

Abstract

Proyek di katakan berhasil apabila penerapan manajemen waktu terlaksana dengan baik. Dalam mengatasi keterlambatan proyek pihak kontraktor harus lebih berani meningkatkan sumber daya seperti penambahan tenaga kerja, jumlah alat dan percepatan kedatangan material.Penerapan manajemen waktu yang baik pihak kontraktor harus mempunyai kerja sama satu sama lain guna mendapatkan progress pekerjaan yang mengalami peningkatan. Dalam hal ini pekerjaan Proyek, pada proyek pembangunan kantor Kejaksaan Negeri memperoleh kegiatan kritis mengunakan metode Critical Path Method (CPM). Critical Path Method (CPM) merupakan merincikan setiap aktivitas, kegiatan pendahulu, waktu kegiatan atau waktu normal. Data-data tersebut di butukan untuk membuat jaringan kerja (Network Plaining), dari Hasil perhitungan jarigan kerja Network Plaining menyatakan bahwa umur proyek (selesainya seluruh kegiatan proyek) adalah 36 minggu atau 252 hari kalender Pada perencanaan awal pembangunan proyek tersebut membutuhkan biaya sebesar Rp. 4.926. 166.000.00 dengan durasi waktu 270 hari kalender, tetapi pada perecanaan kerja Kurva S proyek tersebut membutukan waktu 36 minggu atau 252 hari awal pelaksanaan tanggal 13 maret 2023. Berdasarkan hasil analisis di lapangan mengunakan laporan Progress pekerjaan/laporan mingguan dan Kurva S proyek tersebut mengalami devisiasi positif sebesar 15% dan selesai dengan durasi 210 hari Kalender dengan biaya sebesar Rp 5,066,723,828.45. Yang mana durasi dan biaya yang di butuhkan lebih optimal di bandingan dengan rencana awal yaitu dengan efisiensi biaya dan waktu, Secara umum penerapan manajemen waktu proyek pada pembangunan Kantor Kejaksaan Negeri Kab. Pulau Morotai masih dalam kategori cukup memuaskan karna tidak melampaui tanggal akir yang di rencanakan.
PENGUNAAN BATU APUNG SEBAGAI AGREGAT PADA PEMBUATAN  BETON RINGAN; SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Julham Adingku; Arni Zuhairini A. Sibua
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/tb8krj96

Abstract

Beton ringan merupakan inovasi material konstruksi yang bertujuan mengurangi berat struktur tanpa mengurangi fungsi mekanis secara signifikan. Salah satu material alami yang banyak digunakan sebagai agregat ringan adalah batu apung (pumice). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian sistematis (Systematic Literature Review/SLR) terhadap penggunaan batu apung sebagai agregat dalam beton ringan. Metode SLR dilakukan melalui identifikasi, seleksi, dan analisis berbagai artikel ilmiah dari database Google Scholar, Science Direct, dan jurnal nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan batu apung dapat menurunkan berat jenis beton hingga 25–35%, namun juga menyebabkan penurunan kuat tekan akibat tingginya porositas material, kemdian beberapa penelitian yang menggunakan batu apung sebesar 25–50% memberikan kombinasi terbaik antara pengurangan berat dan kekuatan beton, dan ada juga beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan tambahan seperti fly ash dan serat dapat meningkatkan performa mekanik beton ringan berbasis batu apung.