Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Keragaman dan Kelimpahan Nematoda secara Horizontal dan Vertikal pada Beberapa Tanaman Sayur di Kabupaten Cianjur Oktafiyanto, Muhammad Firdaus; Ibrahim, Roy
Jurnal Agro Wiralodra Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agro wiralodra.v4i1.57

Abstract

This survey aims to determine the diversity and abundance of nematodes in some plants either horizontally or vertically. Observations horizontally ie by comparing the diversity and abundance of plants nemtoda woetel with different cropping ie monoculture and polyculture. While vertically observations made by comparing the abundance and diversity of nematodes from different soil depths are 0-10, 10-20, and 20-30 in the cabbage and tomatoes. The survey conducted on November 22, 2014, in the village of Sukatani, Cianjur Regency Indonesia. Survey sites located at an altitude of 1,200 meters above sea level, a survey using a zig-zag method, each sample was repeated three times. Laboratory analysis done by extracting the land acquired, and then counting the number of nematode populations obtained under the microscope. Results of the analysis showed there were eleven genus nemtoda obtained by the Rabditis sp., Pratylenchus sp., Helichotilenchus sp., Meloidogyne sp., Rotylenchus sp., Tylenchorynchus sp., Trichodorus sp., Criconemoides sp., Hoplolaimus sp., Dyctilenchus sp., and Monochus sp. spread either horizontally or vertically.
Eksplorasi Agens Hayati Potensial dari Tanaman Karuk (Piper sarmentosum) Oktafiyanto, Muhammad Firdaus; Elfasari Rangkuti, Eryna
Agro Wiralodra Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v5i1.75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri dari tanaman karuk pada bagian rhizosfer, filosfer, filoflane serta bakteri endofit yang berada di dalam tanaman karuk. Menguji patogenesitas bakteri yang diperoleh dan menguji kemampuan bakteri calon agens hayati dalam memacu pertumbuhan tanaman dan kemampuannya menghambat pertumbuhan cendawan patogen Fusarium oxysporum secara invitro. Penelitian dilakukan pada Bulan September 2015 sampai dengan Januari 2016 di Laboratorium Nematologi Tumbuhan Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor. Hasil isolasi bakteri calon agens hayati dari tanaman karuk menunjukan bahwa diperoleh 73 isolat bakteri yang terdiri dari bakteri yang berasal dari Rizosfer sebanyak 12, endofit sebanyak 19, Rizoplan sebanyak 20 bakteri, filoplan sebanyak 18 bakteri dan 4 isolat konsorsium. Hasil uji hemolisis pada media agar darah terdapat 58 bakteri yang positif dan tidak digunakan pada pengujian selanjutnya. Hasil uji hipersensitif pada tembakau terdapat 7 isolat bakteri yang lolos dan dilanjutkan ke pengujian berikutnya. Hasil uji pertumbuhan pada benih padi bakteri isolat FP8 memiliki nilai tinggi tanaman terbaik sebesar 13.48 cm dan pada panjang akar terbaik pada perlakuan FP 16. Pengujian dual kultur perlakuan F8, F12, F16, RP13, RP14 mampu membuat pertumbuhan hifa cendawan Fusarium oxysporum menjadi abnormal jika dibandingkan dengan kontrolnya
Eksplorasi Agens Hayati Potensial Dari Tanaman Karuk (Piper sarmentosum) Oktafiyanto, Muhammad Firdaus; Rangkuti, Eryna Elfasari
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v5i1.75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri dari tanaman karuk pada bagian rhizosfer, filosfer, filoflane serta bakteri endofit yang berada di dalam tanaman karuk. Menguji patogenesitas bakteri yang diperoleh dan menguji kemampuan bakteri calon agens hayati dalam memacu pertumbuhan tanaman dan kemampuannya menghambat pertumbuhan cendawan patogen Fusarium oxysporum secara invitro. Penelitian dilakukan pada Bulan September 2015 sampai dengan Januari 2016 di Laboratorium Nematologi Tumbuhan Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor. Hasil isolasi bakteri calon agens hayati dari tanaman karuk menunjukan bahwa diperoleh 73 isolat bakteri yang terdiri dari bakteri yang berasal dari Rizosfer sebanyak 12, endofit sebanyak 19, Rizoplan sebanyak 20 bakteri, filoplan sebanyak 18 bakteri dan 4 isolat konsorsium. Hasil uji hemolisis pada media agar darah terdapat 58 bakteri yang positif dan tidak digunakan pada pengujian selanjutnya. Hasil uji hipersensitif pada tembakau terdapat 7 isolat bakteri yang lolos dan dilanjutkan ke pengujian berikutnya. Hasil uji pertumbuhan pada benih padi bakteri isolat FP8 memiliki nilai tinggi tanaman terbaik sebesar 13.48 cm dan pada panjang akar terbaik pada perlakuan FP 16. Pengujian dual kultur perlakuan F8, F12, F16, RP13, RP14 mampu membuat pertumbuhan hifa cendawan Fusarium oxysporum menjadi abnormal jika dibandingkan dengan kontrolnya
UJI EMPAT ISOLAT Trichoderma harzianum PADA PENGOMPOSAN KOTORAN SAPI DAN AYAM DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN MENTIMUN IN PLANTA Oktafiyanto, Muhammad Firdaus; Soesanto, Loekas; Mugiastuti, Endang; Rahayuniati, Ruth Feti; Tamad, Tamad
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.796 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan: 1) mengetahui pengaruh empat isolat Trichoderma harzianum dalam pengomposan kotoran (ayam dan sapi), 2) interaksi T. harzianum dan kotoran terhadap pertumbuhan, dan 3) kompos terbaik untuk tanaman mentimun. Rancangan Acak Kelompok digunakan dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas kotoran ayam dan sapi, T. harzianum. T10, T213, T14, dan T16.. Variabel yang diamati pH, C/N rasio, suhu, warna kompos, kepadatan dan kegigasan konidium, komponen pertumbuhan, analis jaringan tanaman, dan serapan N tanaman. T. harzianum T10 dan T14 mampu menurunkan C/N rasio pada kotoran sapi. T. harzianum terbaik adalah T14 pada kotoran sapi yang memiliki nilai tertinggi pada panjang tanaman sebesar 76 cm, panjang akar 22 cm, dan berat basah tajuk 14,96 g. T. harzianum T10 pada kotoran sapi memiiki nilai tertinggi pada berat tanaman segar 17,86 g, bobot basah akar 3,04 g, dan jumlah daun 8,88 helai.DOI: 10.37637/ab.v3i1.424