Dasilva Aman
Institut Filsafat Dan Teknologi Kreatif Ledalero

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Kaum Muda Indonesia Dalam Menegakkan Demokrasi Sesarius Santoso Edison; Odalianus Pasani Habun; Sebastianus Parman; Dasilva Aman; Petrus Canelio Aprilian
Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jppd.v7i2.289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kaum muda Indonesia dalam menegakkan dan memperkuat nilai-nilai demokrasi di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi literatur yang bersumber dari buku, artikel jurnal ilmiah, serta dokumen-dokumen yang relevan dengan tema demokrasi dan partisipasi generasi muda. Data yang diperoleh dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi bentuk partisipasi, kontribusi, serta tantangan yang dihadapi kaum muda dalam kehidupan demokratis di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaum muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam mendorong penguatan praktik demokrasi. Partisipasi tersebut tercermin melalui keterlibatan dalam berbagai aktivitas politik dan sosial, seperti gerakan masyarakat sipil, diskusi publik, advokasi kebijakan, serta pemanfaatan teknologi digital dan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi dan penyampaian aspirasi. Selain itu, akses yang luas terhadap informasi menjadikan generasi muda lebih responsif terhadap berbagai isu sosial dan politik yang berkembang di masyarakat. Meskipun demikian, peran tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain rendahnya tingkat literasi politik pada sebagian kalangan muda, maraknya disinformasi di media digital, serta terbatasnya ruang partisipasi yang inklusif dalam proses pengambilan kebijakan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pendidikan politik, peningkatan literasi digital, serta dukungan dari berbagai pihak untuk mengoptimalkan kontribusi generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan kehidupan demokrasi di Indonesia.
Humanisasi Teknologi Digital dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Immanuel Kant Felix Riondi Sugar; Marselinus S.D.M. Cola; Esantus Hasman; Vemilianus Salfa Medi; Simplisius Seke Kawa; Romoaldus Opong; Dasilva Aman; Epi Pianus G.G. Wora; Alfonsius Liqori Tius; Adrianus Romi
Simpati Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa
Publisher : CV. Alim's Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/simpati.v4i2.2444

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly transformed human life, particularly in communication, social interaction, and the ways knowledge is accessed and developed. On the one hand, technology provides convenience, efficiency, and broader access to information. On the other hand, it also generates various challenges, including individualism, alienation, declining quality of interpersonal relationships, and weakening moral awareness in the use of digital technology. This article aims to examine the humanization of digital technology through the perspective of Immanuel Kant's philosophy of education as a normative foundation for promoting technology that remains oriented toward human values. This study employs a qualitative research method using a library research approach. The data were collected from Immanuel Kant's philosophical works, books on philosophy, and scholarly articles concerning philosophy of technology, education, and digital society. Data were analyzed descriptively and analytically through processes of data reduction, interpretation, and synthesis of relevant literature. The findings indicate that technology is fundamentally a product of human rationality and an inseparable part of modern civilization. Nevertheless, the dominance of efficiency and instrumental rationality tends to transform humans from subjects into objects of technology, giving rise to individualism and social alienation. In response to these challenges, Immanuel Kant's philosophy of education provides a framework for the humanization of technology by cultivating rational, moral, and responsible individuals. This humanization is realized through four educational principles proposed by Kant: discipline, moral education, skill development, and socialization. These principles constitute a conceptual framework that enables technology to remain a means of human development while preserving human dignity, freedom, and moral responsibility in the digital age.