Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDAMPINGAN GOOGLE CLASSROOM BERBASIS MODUL DAN SERTIFIKASI UNTUK LITERASI DIGITAL GURU PAUD Mochamad Teguh Kurniawan; Tengku Ahmad Riza; Hanung Nindito Prasetyo; Herdi Handoko; Ranita Windriani; Erlangga Faezal; Samia Fadhilah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.60794

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi digital guru Pendidikan Anak Usia Dini dan keterbatasan pemanfaatan Learning Management System dalam pengelolaan pembelajaran, padahal kompetensi digital menjadi kebutuhan mendesak di era transformasi pendidikan. Tujuan utama adalah meningkatkan literasi digital guru melalui pendampingan Google Classroom berbasis modul terstruktur dan sertifikasi penyelesaian, serta menjadi langkah awal pengembangan Learning Management System untuk dokumentasi dan rekognisi pembelajaran guru secara berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada 19 Juni 2026 di Universitas Negeri Yogyakarta, menargetkan 24 guru dari Gugus PAUD VIII Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan adalah pendekatan andragogi partisipatif melalui praktik langsung dan pendampingan intensif, terdiri atas empat sesi: pematerian literasi digital, pengenalan Google Classroom, workshop Learning Management System, dan praktik penyusunan materi presentasi berbantuan kecerdasan buatan serta teknik public speaking. Hasil menunjukkan peserta memiliki pemahaman awal baik dengan rata-rata pre-test 93,64% pada literasi digital dan 97,27% pada Learning Management System. Setelah pelatihan, pemahaman meningkat pada aspek fungsi Learning Management System, peran guru, dan implementasi Google Classroom mencapai 100%. Peserta mengunggah tugas portofolio ke Google Classroom sebagai dokumentasi pembelajaran digital. Luaran yang dihasilkan berupa modul pelatihan, instrumen evaluasi, sertifikat kompetensi, dan fondasi pengembangan Learning Management System terintegrasi yang mendukung rekognisi pembelajaran lampau bagi guru yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Simpulan kegiatan ini adalah pendampingan Google Classroom berbasis modul terstruktur dan sertifikasi efektif meningkatkan literasi digital guru Pendidikan Anak Usia Dini sekaligus membangun ekosistem dokumentasi pembelajaran terintegrasi, yang menjadi kebaruan dalam menghubungkan pelatihan non-formal dengan pengakuan akademik formal melalui rekognisi pembelajaran lampau. Kata kunci: Literasi Digital, Google Classroom, Guru PAUD, Rekognisi Pembelajaran Lampau
Akselerasi Kewirausahaan Digital bagi Ibu Rumah Tangga melalui Mompreneur Starter Kit: Perspektif Difusi Inovasi M Teguh Kurniawan; Muhammad Fathinuddin; Samia Fadhilah
Dedikasi Nusantara: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Transformasi Digital dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal dalam P
Publisher : IndoCompt Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Universitas Telkom pada 14 November 2025 dengan tujuan memberdayakan ibu rumah tangga pemula dalam mengembangkan kewirausahaan digital. Program ini mencakup pelatihan, pendampingan lanjutan, penyediaan Mompreneur Starter Kit, serta akses ke platform DigiLink dan Lynk.id. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi digital, kurangnya panduan terstruktur, terbatasnya akses mentorship, dan minimnya wadah pemasaran yang aman bagi ibu rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan selama dua jam, workshop praktik pemasaran digital, demonstrasi penggunaan platform, serta pembentukan grup WhatsApp untuk pendampingan berkelanjutan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan indikator keberhasilan mengacu pada Teori Difusi Inovasi, yaitu relative advantage, compatibility, complexity, trialability, dan observability. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 80–100% peserta mampu memahami konsep inti kewirausahaan digital. Peserta juga mengalami peningkatan literasi digital, kemampuan teknis, serta kesiapan dalam mengadopsi bisnis digital. Selain itu, terjadi peningkatan kepercayaan diri dalam mempromosikan dan menjual produk melalui media sosial dan sistem afiliasi. Respons peserta terhadap program sangat positif, didukung oleh interaksi aktif dengan mahasiswa dan praktisi. Beberapa peserta bahkan berhasil melakukan penjualan produk digital sebagai bukti awal adopsi inovasi. Kesimpulannya, pendekatan terintegrasi antara pelatihan, pendampingan, dan pemanfaatan platform digital efektif dalam mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga. Ke depan, disarankan untuk memperluas cakupan peserta, memperpanjang durasi pendampingan, serta memperkuat monitoring dampak ekonomi jangka panjang agar keberlanjutan program semakin optimal.
Experiential Learning sebagai Pendekatan Pengabdian Masyarakat dalam Transformasi Digital UMKM Queen’s Cake M Teguh Kurniawan; Umar Yunan Kurnia Septo Hediyanto; Samia Fadhilah
Dedikasi Nusantara: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Transformasi Digital dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal dalam P
Publisher : IndoCompt Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha mikro, kecil, dan menengah memiliki peran penting dalam penguatan ekonomi lokal, namun masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan pemasaran digital secara strategis. UMKM Queen’s Cake sebagai mitra pengabdian memiliki produk yang potensial, tetapi belum mampu mengoptimalkan media digital untuk meningkatkan visibilitas dan daya saing usaha. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam menerapkan strategi pemasaran digital melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman yang menekankan praktik langsung dan pendampingan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan pemilik dan karyawan UMKM Queen’s Cake sebanyak lima orang. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelatihan berbasis praktik, pendampingan intensif, refleksi bersama, serta penerapan mandiri strategi pemasaran digital. Pelatihan mencakup pengelolaan media sosial, pembuatan konten promosi, perencanaan konten, serta pemanfaatan data digital sederhana untuk mendukung pengambilan keputusan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan perilaku pemasaran digital peserta, ditandai dengan penggunaan media sosial yang lebih aktif dan terencana, peningkatan kepercayaan diri dalam memanfaatkan teknologi digital, serta peningkatan awal visibilitas akun media sosial UMKM. Dalam kurun waktu satu bulan pascakegiatan, terjadi peningkatan jumlah kunjungan pada laman media sosial, meskipun dampak terhadap peningkatan omzet belum terlihat secara signifikan karena keterbatasan durasi program. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman efektif dalam mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan membangun fondasi transformasi digital UMKM yang berkelanjutan.