Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Pencegahan Bullying Sebagai Bentuk Penguatan Karakter Siswa Sekolah Dasar Arif Zulkarnain; Ismara Latifa; Nurbadria Ningsih; Ni Komang Sintya Eunika Situmorang; Famelia Anjela; RR. Laksana Cinta Aqeela Azhar; Tasria Sare; Yusuf Kurnia; Sari Putri Lubis; Yakub Kevin Gultom; Bella Annisa Aprillia; Raudha Fira Vasnina
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 04 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang perundungan dan memperkuat karakter mereka dengan menanamkan nilai-nilai saling menghormati, empati, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2026 di SD Negeri 019 Logas, melibatkan guru dan siswa kelas 5 dan 6. Metode yang digunakan adalah pendekatan pendidikan berbasis partisipatif yang terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan meliputi penyajian materi menggunakan presentasi PowerPoint dan video animasi, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, dan icebreaker, sedangkan evaluasi dilakukan melalui tanya jawab lisan untuk menilai tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang disajikan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang definisi perundungan, bentuk-bentuknya, dampaknya, dan upaya pencegahannya. Selain itu, siswa menunjukkan kesadaran yang lebih besar dalam menerapkan nilai-nilai karakter, seperti saling menghormati, empati, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, kampanye kesadaran anti-perundungan dapat berfungsi sebagai langkah pencegahan yang efektif untuk memperkuat karakter siswa dan mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Pengaruh Pelecehan Seksual Terhadap Mentalitas Mahasiswa di Lingkungan Kampus Dea Resti Anggela; Ester Edenia Br Pasaribu; Hambali Hambali; Mela Putri Santika; Nurbadria Ningsih; Syahmila Havina; Wartini Arwinda Putri
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6308

Abstract

Artikel ini mengkaji hubungan yang rumit antara pelecehan seksual, aspek mental korban, lingkungan di mana pelecehan terjadi, dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Pelecehan seksual, dalam berbagai bentuknya, tidak hanya menimbulkan luka fisik tetapi juga dampak psikologis atau mental yang signifikan dan berkelanjutan bagi korban. Lebih lanjut, artikel ini menyoroti bagaimana karakteristik lingkungan, baik fisik maupun sosial, dapat memengaruhi risiko terjadinya pelecehan seksual dan memperparah konsekuensi mental yang dialami korban. Faktor-faktor seperti kurangnya keamanan ruang publik, norma sosial yang meremehkan pelecehan, dan minimnya dukungan bagi korban dalam suatu lingkungan dapat berkontribusi pada prevalensi dan dampak negatif pelecehan seksual. Dalam kerangka HAM, pelecehan seksual merupakan pelanggaran mendasar terhadap hak atas keamanan pribadi, integritas tubuh, martabat, dan kesehatan mental. Artikel ini menganalisis bagaimana kegagalan dalam mencegah dan menanggapi pelecehan seksual secara efektif di berbagai lingkungan merupakan pelanggaran terhadap kewajiban negara untuk melindungi hak asasi manusia. Melalui tinjauan literatur dan analisis konseptual, artikel ini menyerukan pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan pemahaman tentang dampak mental pelecehan seksual, penciptaan lingkungan yang aman dan mendukung, serta penegakan prinsip-prinsip HAM untuk mewujudkan masyarakat yang bebas dari kekerasan seksual dan menjamin kesejahteraan mental korban.