Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : INTELEKTIVA

PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, PENGANGGURAN, DAN KEMISKINAN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DI KABUPATEN BELU EMILIA KHRISTINA KIHA; SIRILUS SERAN; HENDRIANA TRIFONIA LAU
JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA Vol 2 No 07 (2021): INTELEKTIVA : JURNAL EKONOMI, SOSIAL DAN HUMANIORA (EDISI - FEBRUARI 2021)
Publisher : KULTURA DIGITAL MEDIA ( Research and Academic Publication Consulting )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah suatu ukuran yang dapat digunakan dalam mengukur kesejahteraan masyarakat dimana dapat dilihat dari beberapa komponen diantaranya yaitu terdiri dari kesehatan, pendidikan dan standar hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah penduduk, pengangguran dan kemiskinan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Belu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang di peroleh dari kantor Badan Pusat statistik Kabupaten Belu. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur. Hasil dari analisis variabel Jumlah Penduduk (X1) terhadap variabel Pengangguran (X2) sebesar -0,150 yang artinya bahwa antara variabel jumlah penduduk dan variabel pengangguran mempunyai hubungan yang sangat lemah maka hubungan tersebut tidak signifikan. Hasil dari analisis variabel jumlah penduduk (X1) dan pengangguran (X2) terhadap kemiskinan (X3) sebesar 0,790 yang artinya bahwa antara variabel jumlah penduduk, pengangguran dan kemiskinan mempunyai hubungan yang kuat. Hasil dari analisis variabel jumlah penduduk (X1), pengangguran (X2) dan kemiskinan (X3) terhadap Indeks Pembangunan Manusia (Y) sebesar 0,766 yang artinya bahwa antara variabel jumlah penduduk, pengangguran, kemiskinan dan Indeks Pembangunan Manusia mempunyai hubungan yang kuat. Dari hasil analisis koefisien determinan R2 di peroleh nilai sebesar 0,559 hal ini artinya besarnya variabel Indeks Pembangunan manusia (Y) di pengaruhi oleh variabel jumlah penduduk (X1), pengangguran (X2) dan kemiskinan (X3) sebesar 55,9% dan sisanya sebesar 44,1% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak dimasuki dalam penelitian ini.
ANALISIS PENGARUH PENDAPADAN ASLI DAERAH, DANA BAGI HASIL DAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP ANGGARAN BELANJA MODAL DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR EMILIA KHRISTINA KIHA; KAMILAUS KONSTANSE OKI; ATHANASIUS SERAN
JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA Vol 2 No 08 (2021): INTELEKTIVA : JURNAL EKONOMI, SOSIAL DAN HUMANIORA (EDISI - MARET 2021 )
Publisher : KULTURA DIGITAL MEDIA ( Research and Academic Publication Consulting )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alokasi anggaran dalam membiayai pembangunan disuatu daerah tergantung pada arah dan tujuan daerah tersebut. Arah pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur masih didominasi pada alokasi belanja modal. Alasan mendasar alokasi tersebut karena ketersediaan infrastruktur pendukung pelaksanaan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur masih sangat terbatas karena wilayah adalah daerah kepulauan, kemampuan daerah kabupaten menyediakan menyediakan infrastruktur terbatas, jumlah penduduk penikmat layanan publik. Dengan kata lain, alokasi belanja modal Provinsi Nusa Tenggara Timur orientasi pada pembangunan fisik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil dan Jumlah Penduduk Terhadap Anggaran Belanja Modal Di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah runtut waktu (time series) dari tahun 2000-2019. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil, Jumlah Penduduk dan Anggaran Belanja Modal yang di peroleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode analisis data menggunakan regresi berganda dengan menggunakan Program SPSS 20. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil dan Jumlah Penduduk berpengaruh terhadap Anggaran Belanja Modal di Provinsi Nusa Tenggara Timur menunjukan bahwa secara parsial hanya variabel jumlah penduduk yang berpengaruh signifikan terhadap Anggaran Belanja Modal di Provinsi Nusa Tenggara Timur tetapi secara simultan Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil dan Jumlah Penduduk berpengaruh signifikan terhadap Anggaran Belanja Modal di Provinsi Nusa Tenggara Timur