Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Penggunaan Metode Bermain Peran Dalam Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Anak Usia Dini Alya Rizky Febriani; Asep Kurnia Jayadinata; Dhea Ardiyanti
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12470

Abstract

Keterampilan komunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini karena mendukung kemampuan anak dalam berinteraksi, menyampaikan pikiran, perasaan, dan kebutuhan kepada orang lain. Dalam praktik pembelajaran, masih ditemukan anak yang kurang aktif berkomunikasi sehingga diperlukan kegiatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada anak untuk terlibat secara langsung dalam interaksi sosial. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah metode bermain peran karena memungkinkan anak berkomunikasi melalui situasi yang dekat dengan pengalaman sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode bermain peran dalam meningkatkan keterampilan komunikasi anak usia dini serta memberikan gambaran mengenai penerapannya sebagai alternatif pembelajaran yang interaktif dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 15 anak usia dini. Data dikumpulkan melalui observasi keterampilan komunikasi sebelum dan setelah penerapan metode bermain peran dengan menggunakan instrumen yang telah disiapkan berdasarkan indikator keterampilan komunikasi anak. Data selanjutnya dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan keterampilan komunikasi sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh anak mengalami peningkatan keterampilan komunikasi setelah penerapan metode bermain peran, yang ditunjukkan oleh 15 positive ranks, tanpa adanya negative ranks maupun ties. Hasil uji Wilcoxon memperoleh nilai Z = -3,413 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,001 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan komunikasi anak sebelum dan setelah penerapan metode bermain peran. Temuan ini menunjukkan bahwa bermain peran dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang memberikan ruang bagi anak untuk berinteraksi dan berkomunikasi melalui pengalaman sosial yang bermakna. Secara praktis, penelitian ini berkontribusi dalam memberikan alternatif bagi pendidik PAUD untuk mengembangkan keterampilan komunikasi anak melalui kegiatan yang interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran anak usia dini.
Smart Safety for Kids melalui Penguatan Kompetensi Guru PAUD dalam Mengembangkan Media Edukasi Keselamatan Diri Berbasis Teachable Machine Dhea Ardiyanti; Asep Kurnia Jayadinata; Gia Nikawanti; Alfiana Nurussama; Alya Rizky Febriani; Alfira Khoirunnisa; Devi Aulianti; Annisa Al-Aribah; Laksminawati Agustine Arifin
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5350

Abstract

Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran membuka peluang bagi guru PAUD untuk mengembangkan media pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan komptensi guru PAUD dalam mengembangkan media edukasi keselamatan diri berbasis Teachable Machine dan pictoblox. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta pada Kamis 16 Juli 2026 dengan menggunakan metode pelatihan partisipatif. Peserta berjumlah 10 guru PAUD dari sekolah mitra yang ditentukan melalui teknik purposive sampling, dengan kriteria guru aktif dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Materi pelatihan mencakup konsep keselamatan diri anak serta pemanfaatan AI dalam pengembangan media pembelajaran. Evaluasi dilakukan melalui pretest, posttest, dan observasi selama pelaksanaan kegiatan. Hasil pretest menunjukkan bahwa peserta telah memiliki kesiapan dalam menggunakana teknologi digital, yang ditunjukkan oleh 100% pesera terbiasa menggunakan laptop atau kemputer dan media pembelajaran digital. Namun, pengetahuan terkait dengan Teachable machine dan pictoblox masih terbatas. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan respon yang positif terhadap pengguanaan teachable machine dan pictoblox. Secara keseluruhan, kegaitan pelatihan berbasis praktik dan penadmpingan dapat meningkatkan kesiapan dan kompetensi guru dalam memangfaatkan AI untuk mengembangkan media edukasi keselamatan diri anak. Kegiatan lanjutan diperlukan untuk memperkuat kemandirian guru dan mengoptimalkan implementasi media di lingkungan pembelajaran PAUD.