Meidy Haviz
Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Bandung

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PDRB Per Kapita, Rata-Rata Lama Sekolah, dan Dana Perimbangan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah Muhammad Dandi Rustandi Komarudin; Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies 187 - 194
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.23980

Abstract

Abstract. Economic growth is a key indicator of regional development, yet growth across West Java's 27 regencies/cities remained uneven despite the province's large contribution to Indonesia's national economy. This gap is linked to differences in regional economic capacity, human capital quality, and local fiscal capacity. This study examines the effect of Gross Regional Domestic Product (GRDP) per capita, Mean Years of Schooling (MYS), and Fiscal Balance Funds on economic growth in 27 regencies/cities of West Java Province during 2020-2024. Using a quantitative explanatory approach, panel data combining 27 cross-sectional units and five years of observation (135 data points) were obtained from Statistics Indonesia (BPS) and the Directorate General of Fiscal Balance (DJPK). Panel regression was estimated using the Fixed Effect Model (FEM), selected through Chow and Hausman specification tests, with all processing carried out in EViews 13. The classical assumption tests indicated no multicollinearity, autocorrelation, or heteroscedasticity. Results show that GRDP per capita, Mean Years of Schooling, and Fiscal Balance Funds each have a positive and significant partial effect on economic growth, and jointly explain about 52 percent of its variation. Local governments are therefore encouraged to strengthen regional economic productivity, improve educational attainment, and manage fiscal transfers more effectively to support sustainable and equitable economic growth Abstrak. Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator utama keberhasilan pembangunan daerah, namun pertumbuhan antarkabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat masih menunjukkan perbedaan meskipun provinsi ini merupakan salah satu kontributor terbesar perekonomian nasional. Kesenjangan tersebut diduga berkaitan dengan perbedaan kapasitas ekonomi daerah, kualitas sumber daya manusia, dan kapasitas fiskal pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Per Kapita, Rata-Rata Lama Sekolah (RLS), dan Dana Perimbangan terhadap pertumbuhan ekonomi pada 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat selama periode 2020-2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data panel yang menggabungkan 27 unit cross-section dan lima tahun pengamatan (135 observasi), bersumber dari Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Regresi data panel diestimasi dengan Fixed Effect Model (FEM) yang dipilih melalui Uji Chow dan Uji Hausman, dengan bantuan perangkat lunak EViews 13. Uji asumsi klasik menunjukkan model terbebas dari multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDRB Per Kapita, Rata-Rata Lama Sekolah, dan Dana Perimbangan masing-masing berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi, serta secara bersama-sama mampu menjelaskan sekitar 52 persen variasinya. Pemerintah daerah disarankan meningkatkan produktivitas ekonomi, kualitas pendidikan, dan efektivitas pengelolaan Dana Perimbangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata.  
Pengaruh UMK dan Investasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Purwakarta Muhammad Rozan Alif Zayyan; Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies 195 - 202
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.24024

Abstract

Abstract. Regional economic growth is one of the fundamental indicators for evaluating the success of development. This study aims to analyze the impact of the Regency Minimum Wage (UMK) and investment on economic growth in Purwakarta Regency, driven by theoretical uncertainty as UMK and investment can have both positive and negative effects as well as empirical evidence from Purwakarta indicating a slowdown in economic growth despite high UMK levels and substantial investment. The object of this study is Purwakarta Regency, using time-series data for the period 2010–2024 obtained from the Central Statistics Agency (BPS) and other relevant agencies. The research method employed is a quantitative approach using multiple linear regression analysis processed using the EViews 13 software. The results of the study indicate that, when analyzed individually, the Regency Minimum Wage (UMK) has a highly significant and negative effect, while investment has a significant and positive effect on economic growth in Purwakarta Regency. Furthermore, the results of the joint analysis show that the UMK and investment together have a significant effect on economic growth in Purwakarta Regency. These findings indicate that wage policies and investment growth need to be managed in a balanced manner to promote more optimal economic growth, thereby serving as a basis for local governments to formulate sustainable economic development policies. Abstrak. Pertumbuhan ekonomi daerah merupakan salah satu indikator fundamental dalam mengevaluasi keberhasilan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan investasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Purwakarta yang dilatarbelakangi oleh adanya ketidakpastian teoritis karena UMK dan investasi dapat berpengaruh positif maupun negatif, serta adanya fenomena empiris di Purwakarta yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi di tengah UMK tinggi dan investasi besar. Objek penelitian ini adalah Kabupaten Purwakarta dengan menggunakan data time series selama periode 2010–2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan instansi terkait lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda yang diolah menggunakan aplikasi EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Upah Minimum Kabupaten (UMK) berpengaruh signifikan dan negatif, sedangkan investasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Purwakarta. Selain itu, hasil pengujian secara bersama-sama menunjukkan bahwa UMK dan investasi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Purwakarta. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan pengupahan dan peningkatan investasi perlu dikelola secara seimbang guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang optimal, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, IPM, dan UMK terhadap Kemiskinan pada Lima Kabupaten di Jawa Tengah Tahun 2015-2025 Toriq Reyhan; Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies 335 - 342
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.24896

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the effect of economic growth, Human Development Index (HDI), and Minimum Wage (UMK) on poverty levels across five regencies in Central Java, namely Kebumen, Brebes, Wonosobo, Pemalang, and Purbalingga. This quantitative study employs panel data regression analysis. Secondary data were obtained from the Central Bureau of Statistics for the period from 2015 to 2025. The results indicate that economic growth, HDI, and minimum wage simultaneously affect poverty levels. Partially, economic growth, HDI, and minimum wage have a negative effect on poverty levels. Enhancing human resource quality, fostering inclusive economic growth, and adjusting minimum wages serve as critical factors in driving poverty reduction and improving societal welfare in the studied regions. Abstrak. Menggambarkan rangkuman atau resume yang terdiri dari pendahuluan dan tinjauan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) terhadap tingkat kemiskinan pada lima kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kebumen, Brebes, Wonosobo, Pemalang, dan Purbalingga. Penelitian kuantitatif ini menggunakan analisis regresi data panel. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik periode 2015 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi, IPM, dan UMK secara simultan berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan. Secara parsial, pertumbuhan ekonomi, IPM, dan UMK berpengaruh negatif terhadap tingkat kemiskinan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, laju pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta penyesuaian upah minimum menjadi faktor penting dalam mendorong penurunan tingkat kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah penelitian.
QRIS dan Pengembangan UMKM Kuliner di Kabupaten Bandung Adnan Aflah; Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies 369 - 376
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25098

Abstract

Abstract. This study analyzes the relationship between perceived ease of use, perceived usefulness, and digital literacy in supporting the development of culinary micro, small, and medium enterprises (MSMEs) through the adoption of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) payment system in Bandung Regency. The culinary MSME sector in this region has grown rapidly, yet many business owners still face barriers in adopting digital payment technology due to limited technical understanding and digital literacy. This research applies a quantitative approach with a descriptive method, drawing on the Technology Acceptance Model (TAM) as its theoretical foundation. Data were collected through a questionnaire distributed to 110 culinary MSME owners who use QRIS, selected through purposive sampling, and analyzed with descriptive statistics using IBM SPSS Statistics version 26. The instrument was tested for validity and reliability before analysis. The results show that perceived ease of use, perceived usefulness, digital literacy, and MSME development all fall into the very high category. These findings indicate that QRIS adoption, supported by positive user perceptions and adequate digital literacy, strengthens transaction efficiency, service quality, and the competitiveness of culinary MSMEs in Bandung Regency. Abstrak. Penelitian ini menganalisis hubungan antara persepsi kemudahan penggunaan, persepsi manfaat, dan literasi digital dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner melalui adopsi sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kabupaten Bandung. Sektor UMKM kuliner di wilayah ini berkembang pesat, namun sebagian pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam mengadopsi teknologi pembayaran digital akibat keterbatasan pemahaman teknis dan literasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, berlandaskan Technology Acceptance Model (TAM). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 110 pelaku UMKM kuliner pengguna QRIS yang dipilih melalui teknik purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif berbantuan IBM SPSS Statistics versi 26. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan, persepsi manfaat, literasi digital, dan pengembangan UMKM seluruhnya berada pada kategori sangat tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa adopsi QRIS yang didukung persepsi positif dan literasi digital yang memadai mampu memperkuat efisiensi transaksi, kualitas pelayanan, serta daya saing UMKM kuliner di Kabupaten Bandung.
Faktor Penentu Keputusan Pembelian Konsumen di Kedai Kopi: Studi Kasus Makmur Jaya Coffee Cabang Soka syahru maulana fajar; Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies 377 - 384
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25221

Abstract

Abstract. The rapid growth of the coffee shop industry in Bandung City has created an increasingly competitive business environment among local and national coffee shop operators. This study aims to analyze and identify the determining factors that influence consumer purchasing decisions at Makmur Jaya Coffee Roasters Soka Branch, Bandung City, and to determine which factor is the most dominant. This study adopts a quantitative approach with an exploratory descriptive method. The population comprises all consumers who made purchasing transactions at Makmur Jaya Coffee Roasters Soka Branch, with a sample of 100 respondents selected through purposive sampling. Data were collected through a structured questionnaire measuring 35 variable indicators using a five-point Likert scale, and were analyzed using Exploratory Factor Analysis (EFA) with SPSS software. The results show that from 35 indicators tested, 12 new factors were formed that comprehensively explain consumer purchasing decisions, namely physical evidence, culture and service quality, psychological and product attributes, product quality, personal appeal and promotion, lifestyle, reliability, visit intention, supporting facilities, recommendation influence, responsiveness, and price. Physical evidence was identified as the most dominant factor, with the highest eigenvalue of 6.916 and a variance contribution of 18.776%. Management is recommended to prioritize the maintenance and improvement of physical evidence aspects, particularly area cleanliness, ambient comfort, interior layout, and supporting facilities, to sustain customer satisfaction and loyalty. Abstrak. Perkembangan industri kedai kopi di Kota Bandung mengalami pertumbuhan pesat, menciptakan iklim persaingan usaha yang semakin kompetitif antar pelaku bisnis kedai kopi lokal maupun nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengidentifikasi faktor-faktor penentu yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen di Makmur Jaya Coffee Roasters Cabang Soka, Kota Bandung, sekaligus menentukan faktor yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif eksploratif. Populasi penelitian adalah seluruh konsumen yang pernah bertransaksi di Makmur Jaya Coffee Roasters Cabang Soka, dengan sampel sebanyak 100 responden melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur 35 indikator variabel menggunakan skala Likert lima tingkat, kemudian dianalisis menggunakan teknik Analisis Faktor Eksploratori (EFA) dengan bantuan SPSS. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dari 35 indikator yang diuji, terbentuk 12 faktor baru yang menentukan keputusan pembelian konsumen secara komprehensif, yaitu bukti fisik, budaya dan kualitas pelayanan, psikologis dan atribut produk, kualitas produk, daya tarik pribadi dan promosi, gaya hidup, kehandalan, minat kunjung, fasilitas pendukung, pengaruh rekomendasi, daya tanggap, serta harga. Faktor bukti fisik teridentifikasi sebagai faktor paling dominan, dengan nilai eigenvalue tertinggi sebesar 6,916 dan kontribusi variansi sebesar 18,776%. Berdasarkan temuan ini, manajemen direkomendasikan untuk memprioritaskan pemeliharaan dan peningkatan aspek bukti fisik, terutama kebersihan area, kenyamanan suasana, tata letak interior, serta fasilitas pendukung guna mempertahankan kepuasan dan loyalitas konsumen.
Pengaruh Tax Effort dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Kemandirian Fiskal Kota Bandung Fauzan Agustiar Ichwan 10090222047; Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies 385 - 392
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25360

Abstract

Abstract. Regional fiscal independence reflects a local government's ability to finance public administration and development through Locally-Generated Revenue (PAD) without depending on transfers from the central government. Bandung City, despite a relatively high tax effort and stable pre-pandemic economic growth, shows a fluctuating and at times contradictory relationship between these two indicators and its fiscal independence during 2014–2023: a decline in tax effort was followed by rising fiscal independence, high growth failed to lift fiscal independence, and fiscal independence peaked precisely when growth slowed. This study examines the effect of tax effort and economic growth on the fiscal independence of Bandung City, partially and simultaneously, using annual time series data from the Central Bureau of Statistics processed through multiple linear regression in EViews 13. The results show that tax effort has a positive and significant effect on fiscal independence, while economic growth has no significant effect, with both variables jointly explaining 72.09% of the variation in fiscal independence (R²). The findings indicate that an expanding tax base resulting from economic growth does not automatically strengthen fiscal independence unless matched by adequate administrative capacity to convert that base into real local revenue. Abstrak. Kemandirian fiskal daerah mencerminkan kemampuan pemerintah daerah membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa terlalu bergantung pada dana transfer pemerintah pusat. Kota Bandung, sebagai daerah dengan tax effort yang relatif tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang stabil sebelum pandemi, justru menunjukkan pola hubungan yang fluktuatif dan cenderung kontradiktif dengan kemandirian fiskalnya selama tahun 2014–2023: penurunan tax effort justru diikuti peningkatan kemandirian fiskal, pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum mampu mendorong kemandirian fiskal, serta lonjakan kemandirian fiskal justru terjadi ketika pertumbuhan ekonomi melambat. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh tax effort dan pertumbuhan ekonomi terhadap kemandirian fiskal Kota Bandung, baik secara parsial maupun bersama-sama, menggunakan data time series tahunan dari Badan Pusat Statistik yang diolah melalui analisis regresi linier berganda dengan aplikasi Eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tax effort berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian fiskal, sedangkan pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan, dengan kedua variabel secara bersama-sama mampu menjelaskan 72,09% variasi kemandirian fiskal (R²). Temuan ini menunjukkan bahwa perluasan basis pajak akibat pertumbuhan ekonomi tidak serta-merta memperkuat kemandirian fiskal apabila tidak diimbangi dengan kapasitas administrasi yang memadai untuk mengonversi basis tersebut menjadi penerimaan daerah yang nyata.
Pengaruh PMA dan PMDN terhadap PDRB Purwakarta Tubagus Fajar Khoeril Azhar; Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies 445 - 452
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25619

Abstract

Abstract. The economic growth of Purwakarta Regency shows an anomaly in the form of fluctuations and slowdowns despite the continuous increase in investment realization. This study aims to analyze the effect of Foreign Direct Investment (FDI) and Domestic Direct Investment (DDI) on the Gross Regional Domestic Product (GRDP) of Purwakarta Regency for the 2010–2024 period. Using a quantitative approach with time series data from the Central Bureau of Statistics (BPS) and the Ministry of Investment/BKPM, this study was processed using multiple linear regression in EViews 13. The results show that FDI has a negative and significant effect on GRDP, caused by the high capital-output ratio in the capital-intensive industrial sector and profit repatriation practices. Conversely, DDI has a positive and significant effect because it has close ties to the local economy and creates a high multiplier effect. Simultaneously, FDI and DDI together have a significant effect on GRDP. These findings indicate that investment policies need to be selective, prioritizing DDI and strictly selecting FDI that can transfer technology and use local raw materials. This research provides an empirical contribution to the development of neoclassical growth theory in the context of a capital-intensive industrial-based regional economy. Abstrak. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Purwakarta menunjukkan anomali berupa fluktuasi dan perlambatan meskipun realisasi investasi terus meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Purwakarta periode 2010–2024. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data time series dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Investasi/BKPM, penelitian ini diolah dengan regresi linear berganda pada EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMA berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PDRB, yang disebabkan oleh tingginya capital-output ratio pada sektor industri padat modal serta praktik repatriasi keuntungan. Sebaliknya, PMDN berpengaruh positif dan signifikan karena memiliki keterkaitan erat dengan ekonomi lokal dan menciptakan multiplier effect yang tinggi. Secara simultan, PMA dan PMDN bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan investasi perlu selektif, dengan memprioritaskan PMDN dan menyeleksi ketat PMA yang mampu mentransfer teknologi serta menggunakan bahan baku lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan teori pertumbuhan neoklasik dalam konteks ekonomi regional berbasis industri padat modal.
Pengaruh Laju Pertumbuhan Ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia terhadap Tingkat Pengangguran habiburrahman aljauhari; Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies 453 - 460
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25762

Abstract

Abstract. The Open Unemployment Rate (OUR) is an important indicator for assessing the success of regional economic development, as it reflects the economy's ability to absorb labor. Despite being one of Indonesia's major economic centers, West Java Province continues to experience a relatively high unemployment rate compared to the national average. This study aims to analyze the effects of the Economic Growth Rate (EGR) and the Human Development Index (HDI) on the Open Unemployment Rate (OUR) across 27 regencies and municipalities in West Java Province during the 2017–2024 period. The study employed a quantitative approach using panel data consisting of 216 observations obtained from Statistics Indonesia (BPS). Panel data regression analysis was applied. Based on the Chow and Hausman tests, the Fixed Effect Model (FEM) was selected as the most appropriate model. Since autocorrelation was detected, the final estimation employed the Estimated Generalized Least Squares (EGLS) with a first-order autoregressive [AR(1)] approach. The results indicate that both the Economic Growth Rate and the Human Development Index have a negative and significant effect on the Open Unemployment Rate, both individually and simultaneously. Keywords: Open Unemployment Rate, Economic Growth Rate, Human Development Index, Panel Data Regression, EGLS AR(1).   Abstrak. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan ekonomi suatu daerah. Meskipun Provinsi Jawa Barat memiliki aktivitas ekonomi yang tinggi, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota masih relatif tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat periode 2017–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel sebanyak 216 observasi yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel. Berdasarkan uji Chow dan uji Hausman, model terbaik adalah Fixed Effect Model (FEM). Karena ditemukan autokorelasi, estimasi akhir menggunakan Estimated Generalized Least Squares (EGLS) dengan pendekatan Autoregressive orde pertama [AR(1)]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPE dan IPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TPT, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia berperan dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja sehingga mampu menurunkan tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat.
Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Bandung tahun 2010-2024 Humam Murtadho Murtadho; Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies 505 - 512
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25914

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the fiscal paradox in Bandung City during the 2010-2024 period, where local revenue and expenditure increased, yet economic growth experienced a slowdown. The research urgency is to evaluate the transmission effectiveness of local fiscal policy on the real sector. The method used is a quantitative approach with the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) model to accommodate small samples (15 observations) and variables with mixed stationarity. The data used is secondary data from the realization of the Bandung City APBD and GRDP. The results showed that simultaneously, there is a long-term cointegration between fiscal performance and economic growth. Partially in the long run, expenditure efficiency and PAD effectiveness have a positive and significant effect, while the fiscal decentralization ratio has no significant effect. The short-term dynamic analysis shows an Error Correction Term (ECT) value of -1.1086, which indicates an overshooting phenomenon, meaning that the economy of Bandung City has a very high resilience and speed of adjustment to recover from economic shocks. The conclusion suggests that the government needs to accelerate the realization of quality spending in the early quarters to stimulate the multiplier effect. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis paradoks fiskal di Kota Bandung pada periode 2010-2024, di mana realisasi penerimaan dan belanja daerah meningkat, namun laju pertumbuhan ekonomi justru mengalami perlambatan. Urgensi penelitian adalah untuk mengevaluasi efektivitas transmisi kebijakan fiskal daerah terhadap sektor riil. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan model Autoregressive Distributed Lag (ARDL) guna mengakomodasi sampel kecil (15 observasi) dan variabel dengan tingkat stasioneritas campuran. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari realisasi APBD dan PDRB Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan terdapat kointegrasi jangka panjang antara kinerja fiskal dengan pertumbuhan ekonomi. Secara parsial pada jangka panjang, efisiensi belanja dan efektivitas PAD berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan rasio desentralisasi fiskal tidak berpengaruh signifikan. Analisis dinamika jangka pendek menunjukkan nilai Error Correction Term (ECT) sebesar -1.1086 yang mengindikasikan fenomena overshooting, artinya perekonomian Kota Bandung memiliki resiliensi dan kecepatan penyesuaian yang sangat tinggi untuk pulih dari guncangan krisis. Kesimpulannya, pemerintah perlu mengakselerasi realisasi belanja yang berkualitas di kuartal awal guna menstimulus multiplier effect.