Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Kode Etik Jurnalistik pada Program Berita Xpose Uncensored Trans 7 Kasus Pesantren Lirboyo Nadia Putri; Abdul Malik Siregar; Muh. Ruslan Ramli; Helmi Geisfarad
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13688

Abstract

Media massa mempunyai posisi strategis dalam kehidupan sosial karena menjalankan fungsi informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Di antara berbagai platform media, televisi tetap memiliki pengaruh kuat melalui kombinasi suara, gambar bergerak, teks, musik, dan teknik penyuntingan yang mampu membentuk pengalaman pemirsa secara serentak. Penelitian ini mengkaji implementasi Kode Etik Jurnalistik dan peran gatekeeper dalam program Xpose Uncensored Trans 7 pada pemberitaan Pesantren Lirboyo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dalam paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipan terhadap tayangan, wawancara semi-terstruktur dengan tujuh informan yang mewakili pengelola program, organisasi kemasyarakatan, Pesantren Lirboyo, Dewan Pers, Komisi Penyiaran Indonesia, dan penonton, serta dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan belum sepenuhnya memenuhi Kode Etik Jurnalistik. Kelemahan ditemukan pada akurasi faktual dan kontekstual, verifikasi, keberimbangan dan prinsip cover both sides, kesesuaian narasi dengan visual, sensitivitas terhadap isu keagamaan dan budaya pesantren, serta tanggung jawab preventif media. Proses gatekeeping juga belum efektif pada tahap pengumpulan informasi, pemilihan sumber, editing, quality control, dan penentuan sudut pandang. Penggunaan materi viral dan materi dari pihak eksternal meningkatkan risiko redaksional ketika tidak disertai verifikasi yang memadai. Penelitian menyimpulkan bahwa kepatuhan etik harus melekat pada setiap keputusan redaksional dan tidak berhenti pada tindakan korektif setelah kontroversi terjadi.
Pemanfaatan Media Sosial Linkedin Oleh Sarjana Fresh Graduate Generasi Z Untuk Membangun Personal Branding Di Era Digital Zahlum Anatacia Putri; Willy Purna Samadhi; Abdul Malik Siregar; Iswadi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3287

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah memperluas fungsi LinkedIn dari sekadar media pencarian kerja menjadi ruang untuk membangun identitas profesional bagi sarjana fresh graduate Generasi Z. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana sarjana fresh graduate Generasi Z memanfaatkan LinkedIn dalam membangun personal branding serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi selama proses tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan sepuluh informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi profil LinkedIn informan, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola pemanfaatan LinkedIn yang berbeda, yaitu pola aktif- strategis yang ditandai dengan pembangunan profil autentik, konsistensi unggahan konten, serta jaringan profesional yang proaktif; pola pasif-organik, yang menunjukkan bahwa profil yang lengkap dan jujur mampu menarik perhatian perekrut meski tanpa keaktifan mengunggah konten; serta pola eksploratif, yang mencerminkan fresh graduate yang masih mencari arah karier. Lima hambatan utama turut teridentifikasi, yaitu kebingungan menentukan arah karier, ketidakkonsistenan penggunaan LinkedIn, minimnya pengalaman profesional, kekhawatiran terhadap penilaian publik, serta kesulitan menyesuaikan profil dengan tujuan karier yang terus berkembang.
Strategi Komunikasi PAUD Al-Batrisiyah dalam Meningkatkan Brand Image Lembaga Atri Mutia Gantini; Abdul Malik Siregar
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 5 (2026): EduTIK : Oktober 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i5.594

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi komunikasi PAUD Al‑Batrisiya dalam upaya meningkatkan brand image lembaga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis dan metode studi kasus tunggal holistik pada PAUD Al-Batrisiya. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan informan yang meliputi kepala yayasan, kepala sekolah, guru, wali murid, dan tokoh masyarakat. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi, sedangkan analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa strategi komunikasi PAUD Al-Batrisiya dalam meningkatkan brand image tidak hanya dilakukan melalui promosi, tetapi juga melalui kesesuaian antara identitas lembaga dan pengalaman nyata yang dirasakan masyarakat. Program unggulan seperti hafalan Asmaul Husna, kegiatan seni, dan pendidikan gratis bagi anak yatim berkontribusi dalam membentuk citra positif lembaga melalui pengalaman langsung dan penyebaran informasi dari mulut ke mulut di lingkungan masyarakat. Temuan ini sejalan dengan Teori Corporate Brand Image dan Relationship Management, yang menunjukkan bahwa citra lembaga terbentuk melalui konsistensi identitas, pengalaman, kepercayaan, kepuasan, serta hubungan yang terjalin antara lembaga dan publik. Pemanfaatan media sosial TikTok turut memperluas jangkauan citra lembaga kepada masyarakat yang belum memiliki pengalaman langsung dengan PAUD Al-Batrisiya.  ABSTRACT  The purpose of this study is to analyse the communication strategies of PAUD Al-Batrisiya in an effort to enhance the institution’s brand image. This study employs a qualitative approach with a constructivist paradigm and a holistic single-case study method conducted at PAUD Al-Batrisiya. Data were obtained through in-depth interviews, participant observation, and documentation, involving informants consisting of the foundation head, school principal, teachers, parents, and community leaders. Data validity was ensured through triangulation, while data analysis consisted of data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that PAUD Al-Batrisiya’s communication strategies for enhancing its brand image are implemented not only through promotional activities but also through the alignment between the institution’s identity and the actual experiences perceived by the community. Signature programmes, such as memorisation of Asmaul Husna, arts activities, and free education for orphans, contribute to building a positive institutional image through direct experiences and word-of-mouth communication within the community. These findings are consistent with the Corporate Brand Image and Relationship Management theories, which demonstrate that an institution’s image is shaped by consistency of identity, experiences, trust, satisfaction, and relationships established between the institution and its publics. The use of TikTok social media also helps expand the institution’s image to members of the community who have not had direct experience with PAUD Al-Batrisiya.
Konstruksi Pesan Gaya Hidup Sehat dalam Program Bincang-Bincang Asik Youtube Syahid Said Asshabir; Abdul Malik Siregar; Willy Purna Samadhi; Euis Nurul Bahriyah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14001

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong perubahan pola konsumsi media masyarakat dari media konvensional menuju media digital. Berkembangnya media digital menuntut media kampus tidak sekadar memproduksi informasi, tetapi juga merancang pesan yang mampu menarik perhatian audiens. Program Bincang-Bincang Asik bertemakan Healthy Lifestyle di kanal YouTube Aruna 9 News menghadapi tantangan dalam menyusun naskah yang informatif sekaligus menarik di tengah banjirnya konten serupa. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi penyusunan naskah program tersebut beserta faktor-faktor yang memengaruhinya, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dalam paradigma konstruktivisme, dengan dilandasi teori Strategi Komunikasi, Uses and Gratifications, Perencanaan Pesan, dan Gatekeeping, serta informan dari tim produksi dan pemirsa program. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan naskah melewati beberapa tahap: pemilihan tema, riset informasi, penyaringan sumber, penyusunan struktur, penyesuaian bahasa, revisi, hingga pemberian ruang improvisasi bagi host. Keberhasilan naskah tidak semata ditentukan oleh relevansi dan akurasi informasi, tetapi juga oleh kesesuaian tema dengan kebutuhan audiens, gaya penyampaian, kekuatan hook, karakter host, durasi, tampilan visual, dan karakteristik platform YouTube. Penelitian ini merekomendasikan agar penyusunan naskah ke depan menempatkan audiens sebagai pusat perhatian, dengan memperkuat hook, membangun gaya penyampaian yang lebih natural, memperhatikan elemen visual, serta mengoptimalkan distribusi konten lintas media sosial.