Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Komunikasi Lintas Budaya Berbahasa Inggris Berbasis Hospitality bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Berastagi untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan, Kepuasan Wisatawan Mancanegara, Daya Saing Usaha, dan Pendapatan Masyarakat Lokal Yuniarti Hia; Emmy Erwina; Kiki Wardana; Siti Aisyah; Moeammar Khatam
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan wisata Berastagi merupakan salah satu destinasi unggulan di Sumatera Utara yangdidukung oleh berkembangnya sektor ekonomi kreatif, seperti usaha kuliner, suvenir, homestay,dan jasa pemandu wisata. Namun, kemampuan komunikasi berbahasa Inggris, pemahamankomunikasi lintas budaya, serta penerapan prinsip hospitality pada sebagian pelaku ekonomikreatif masih belum optimal, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan kepadawisatawan mancanegara. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkankemampuan komunikasi lintas budaya berbahasa Inggris berbasis hospitality guna meningkatkankualitas pelayanan, kepuasan wisatawan mancanegara, daya saing usaha, dan pendapatanmasyarakat lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Learningand Community Empowerment melalui tahapan analisis kebutuhan, pre-test, pelatihan, simulasi(role play), pendampingan lapangan, post-test, dan monitoring. Evaluasi dilakukanmenggunakan pendekatan deskriptif melalui perbandingan kondisi sebelum dan sesudahpelatihan. Berdasarkan data simulasi yang digunakan sebagai ilustrasi penyusunan artikel, hasilkegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta dalam komunikasi bahasa Inggris, pemahaman komunikasi lintas budaya, serta penerapan pelayanan berbasis hospitality.Peserta juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam melayani wisatawanmancanegara, kemampuan bekerja sama dengan pelaku usaha lain, serta tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pelaksanaan program. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasispraktik dan pendampingan lapangan merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkankapasitas sumber daya manusia pada sektor ekonomi kreatif berbasis pariwisata. Program ini berpotensi mendukung peningkatan kualitas pelayanan, memperkuat daya saing destinasi wisata Berastagi, serta mendorong pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Penguatan Kompetensi Pengelola Istana Maimun melalui Pelatihan Penulisan Konten Promosi Berbahasa Inggris Berbasis Warisan Budaya Melayu Deli Kiki Wardana; Hendra Mulia; Misla Geubrina; Vinya Hafizah Arini; Siti Aisyah
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 02 (2025): EDISI SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemandu wisata memiliki peran strategis dalam membangun pengalaman wisatawan melalui penyampaian informasi yang komunikatif, akurat, dan berorientasi pada interpretasi budaya. Namun, hasil identifikasi kebutuhan pada pemandu wisata Istana Maimoon menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi Bahasa Inggris, penguasaan kosakata pariwisata, serta keterampilan menginterpretasikan warisan budaya Melayu kepada wisatawan mancanegara masih belum optimal. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan dan kepuasan wisatawan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris berbasis warisan budaya Melayu bagi pemandu wisata Istana Maimoon sehingga mampu meningkatkan kualitas interpretasi budaya dan pelayanan kepada wisatawan mancanegara. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan analisis kebutuhan, penyusunan modul pelatihan, pelaksanaan pelatihan berbasis English for Tourism, heritage interpretation, storytelling, komunikasi lintas budaya, praktik lapangan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Berdasarkan data simulasi yang digunakan sebagai contoh analisis, rata-rata nilai peserta meningkat dari 59,50 pada tahap pre-test menjadi 84,30 pada tahap post-test. Hasil observasi juga menunjukkan peningkatan pada aspek kelancaran komunikasi, penguasaan materi budaya Melayu, kemampuan storytelling, pelafalan, dan kepercayaan diri peserta. Selain itu, sebagian besar peserta memberikan respons sangat puas terhadap materi, metode, dan proses pendampingan selama pelatihan. Secara keseluruhan, program pelatihan menunjukkan potensi dalam meningkatkan kompetensi komunikasi profesional pemandu wisata sekaligus memperkuat kualitas interpretasi budaya Melayu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan wisata heritage di Istana Maimoon. Ke depan, pelaksanaan program serupa perlu didukung oleh evaluasi berbasis data empiris dan pendampingan berkelanjutan agar dampaknya terhadap kepuasan wisatawan dan daya saing destinasi dapat diukur secara lebih komprehensif.