Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

A FRAMING ANALYSIS OF INDONESIAN NEWSPAPER ON THE ISSUE OF COMMUNITY-BASED TOURISM IN MAGELANG Satriya, Candra Yudha; Wahyuni, Hermin Indah; Sulastri, Endang
Jurnal Visi Komunikasi Vol 23, No 02 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/visikom.v23i02.30637

Abstract

Since its inception in 2009, CBT has been a topic of controversy. However, the different discourses on CBT have led to many debates. Which in turn has led to the destructive impact of exploitation by the community. So it is important to analyze the discrepancy of the discourse. This study uses the frame analysis method to examine and understand how CBT in Magelang district, Indonesia, is conceptualized in media discourse. A total of 75 news articles in online media and 40 articles in print media on CBT in Magelang, published between 2017 and 2022, were selected from 9 online media and 2 print media. 5 issue frames and 4 interest groups were identified to organize the entire public discourse on CBT. Furthermore, a media framing analysis with Entman's theoretical approach was conducted on 35 articles published by Kompas Daily. This was done to understand how the main mass media selected issues, highlighted elements, and provided quality responses about CBT development in Magelang. The results of the analysis show that news related to CBT governance, CBT concept implementation, and tourism infrastructure development received more coverage than other rural tourism issues.
INFLUENCERS AS DIGITAL LABOR IN LOCAL TOURISM DEVELOPMENT Indrayani, Heni; Candra Yudha Satriya; Agus Triyono; Nadia Itona Siregar; Anita Amaliyah
Jurnal Netnografi Komunikasi Vol. 4 No. 1 (2025): JNK National Accredited Rank. SINTA 5 based on SK KemdiktiSaintek RI No.10/C/C3
Publisher : Communication Science Department - Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Satya Negara Indonesia (USNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59408/jnk.v4i1.74

Abstract

The tourism sector is a priority driving the regional economy. One effort to build tourism is through the popularity of influencers who can be an alternative used indirectly to re-promote regional tourist destinations. Influencers actively utilize digital media as well-known as digital workers. This research explores the phenomenon of social media influencers in relation to digital workers regarding freedom as content creators and content commodification. Therefore, this research aims to describe the phenomenon of Influencers as Digital Workers in Indonesian Tourism Development in terms of content creation, content production and freedom in selecting tourism content. The method in this research is a qualitative research method with a phenomenological approach based on the concepts of digital labor, social media influencers and tourism development. Primary data from interviews with six local influencers who are members and ambassadors of the Generasi Pesona Indonesia (GenPI) community. Secondary data was obtained through journals, e-books, books, blogs and informant’s social media. To code the interview manuscript and create the co-manuscript networks, we used atlas.ti . The research results show that the communication process by influencers begins with input including content production competencies, content distribution competencies, interaction competencies, public persona, relationship quality and ability to influence. Then in terms of the role of local influencers as content creators, multiplicators, moderators and protagonists. Meanwhile, the output produced by local influencers is in the form of content, reach, interaction, personalization, peer effect, authenticity and credibility. In addition, the outcome is content distribution on various digital media platforms. Finally, in terms of impact, it includes networking and interaction.
Ketahanan Ekologi Sosial dan Sistem Komunikasi Pembangunan Desa Wisata Satriya, Candra Yudha; Triyono, Agus; Indrayani, Heni
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 22 No. 1 (2025)
Publisher : Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jik.v22i1.9885

Abstract

This study examines the socio-ecological crisis in Wanurejo Village following its transformation into a tourism destination. From a constructivist perspective and using Luhmann’s social system theory, it explores the causes of the crisis and the formation of a Community-Based Tourism (CBT) communication system. Findings reveal that environmental degradation stems from farmers’ vulnerability and tourism complexity. Effective CBT development requires inclusive participation, fair income distribution, and alignment with the Borobudur image. The study concludes that balancing tourism growth with environmental and social justice is essential, and an inclusive communication system can enhance community involvement and reduce the adverse impacts of tourism.
Meningkatkan Reputasi Perusahaan melalui Inisiatif CSR Komunikasi Strategis rismaya, nadifia bella; Satriya, Candra Yudha
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v8i1.610

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dan reputasi Perusahaan, serta dampaknya terhadap kinerja keuangan, dengan fokus pada PT Phapros Tbk di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi yang melibatkan karyawan dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukan bahwa praktik CSR PT Phapros secara signifikan meningkatkan reputasi Perusahaan dan keberlanjutan Perusahaan. Studi ini membandingkan temuan-temuan ini dengan penelitian sebelumnya, menyoroti perbedaan dalam teori dan fokus, dan berkontribusi pada pemahaman strategi komunikasi CSR dalam membangun reputasi Perusahaan. PT Phapros mengalokasikan setidaknya 3% dari keuntungannya untuk program CSR, termasuk inisiatif untuk penyandang disabilitas, proyek-proyek lingkungan, dan dukungan Kesehatan dan ekonomi Masyarakat. Program-program ini telah memberikan dampak positif terhadap persepsi, kepercayaan, dan kredabilitas publik terhadap Perusahaan. Analisis ini sejalan dengan teori Triple Bottom Line dari John Elkington, yang menekankan keseimbangan antara profit, planet, dan people. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi CSR yang efektif tidak hanya bermanfaat bagi Masyarakat, tetapi juga meningkatkan reputasi Perusahaan dan hubungan dengan para pemangku kepentingan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengadopsi pendekatan metode campuran untuk penilaian yang lebih komprehensif terhadap dampak program CSR.
KOMUNIKASI LINGKUNGAN DI ERA DIGITAL: PRAKTIK STRATEGIS PANDAWARA GROUP MELALUI TIKTOK DALAM GERAKAN COASTAL CLEAN UP Nugroho, Aprilianto Setyo; Satriya, Candra Yudha
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v8i1.638

Abstract

Media sosial telah bertransformasi dari sekadar platform hiburan menjadi instrumen komunikasi strategis dalam isu-isu sosial dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik strategis komunikasi Pandawara Group dalam mengampanyekan gerakan “Coastal Clean Up” melalui platform TikTok. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan paradigma postpositivisme, penelitian ini menelaah bagaimana pesan lingkungan dikonstruksi dan disampaikan secara persuasif kepada publik, khususnya generasi muda. Teknik pengumpulan data meliputi analisis isi video kampanye TikTok, observasi media sosial tiktok, serta wawancara semi-terstruktur dengan relawan dan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pandawara Group menerapkan strategi komunikasi yang memadukan visualisasi naratif, pesan emosional, dan representasi aksi kolektif untuk membangun kesadaran ekologis. TikTok terbukti efektif sebagai medium komunikasi karena mampu menyebarluaskan pesan secara cepat, menarik, dan mudah diakses oleh audiens muda. Kampanye ini tidak hanya menciptakan resonansi di ruang digital, tetapi juga menghasilkan dampak konkret berupa keterlibatan relawan dalam aksi bersih-bersih pesisir. Temuan ini menegaskan bahwa strategi komunikasi berbasis media sosial dapat menjembatani advokasi digital dan aksi nyata, serta memperkuat peran komunitas dalam mendorong perubahan sosial berbasis lingkungan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian komunikasi lingkungan di era platform digital Keywords: Pandawara Group, Coastal Clean Up, Tiktok, Komunikasi Persuasif, Kampanye Lingkungan
Implementasi Komunikasi Partisipatif untuk mengembangkan Model CBT di Desa Wisata Karangrejo Magelang Satriya, Candra Yudha; Indrayani, Heni; Pamungkas, Heri
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 3 (2023): September 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v6i3.1314

Abstract

Upaya signifikan peningkatan perekonomian pedesaan dapat dilakukan dengan mengembangkan desa wisata. Sektor pariwisata tersebut dinilai mampu mendorong perkembangan sektor ekonomi lainnya, terutama sektor agrikultur, yang  merupakan sektor utama dari kebijakan pembangunan desa selama ini. Dalam merespon hal tersebut, komunitas, khususnya masyarakat pelaku desa wisata di tingkat lokal, menjadi ujung tombak dan memegang peranan kunci dalam membangun resiliensi wilayahnya. Strategi komunikasi partisipatif mengedepankan pendekatan dimana komunitas diajak untuk menganalisis persoalan, serta mengidentifikasi solusi-solusi yang bisa diambil dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki. Paradigma perencanaan bottom up mengharapkan masyarakat lokal mengambil peran sebagai subjek pembangunan. Desa Wisata Karangrejo, kecamatan Borobudur di Kabupaten Magelang memiliki berbagai macam potesi yang sesuai dengan referensi diri (self reference) karakteristik desa. Pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengidentifikasi bagaimana penerapan model Community Based Tourism yang dilakukan terhadap pengembangan desa wisata Karangrejo, melalui model Participatory Rural Appraisal (PRA). Pengabdian ini mengeksplorasi model CBT yang dilakukan dalam pengembangan desa wisata Karangrejo melalui pembentukan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata). Model Komunikasi Partisipatif pada CBT yang telah diuji dan diimplementasikan, dapat melengkapi model-model dalam temuan sebelumnya yang menunjukkan peran dan fungsi masing-masing pelaku pembangunan pariwisata.
Ketahanan Ekologi Sosial dan Sistem Komunikasi Pembangunan Desa Wisata Satriya, Candra Yudha; Triyono, Agus; Indrayani, Heni
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 22 No. 1 (2025)
Publisher : Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jik.v22i1.9885

Abstract

This study examines the socio-ecological crisis in Wanurejo Village following its transformation into a tourism destination. From a constructivist perspective and using Luhmann’s social system theory, it explores the causes of the crisis and the formation of a Community-Based Tourism (CBT) communication system. Findings reveal that environmental degradation stems from farmers’ vulnerability and tourism complexity. Effective CBT development requires inclusive participation, fair income distribution, and alignment with the Borobudur image. The study concludes that balancing tourism growth with environmental and social justice is essential, and an inclusive communication system can enhance community involvement and reduce the adverse impacts of tourism.
Bonding, Bridging, dan Linking sebagai Modal Sosial dalam Pemulihan dan Keberlanjutan Desa Wisata Pascapandemi Siregar, Nadia Itona; Zulfiningrum, Rahmawati; Satriya, Candra Yudha
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v7i2.36519

Abstract

Sektor pariwisata berkontribusi signifikan terhadap devisa dan pendapatan nasional, namun mengalami penurunan tajam akibat pandemi COVID‑19. Artikel ini menganalisis bagaimana bonding, bridging, dan linking sebagai modal sosial dalam pemulihan dan keberlanjutan desa wisata pascapandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Desa Wisata Wanurejo, Kabupaten Magelang. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi dengan melibatkan pemerintah desa, pengelola desa wisata, pelaku usaha pariwisata, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial bonding berperan dominan pada fase awal pemulihan melalui penguatan solidaritas, kepercayaan, dan praktik gotong royong sebagai jaring pengaman sosial informal. Modal sosial bridging berfungsi memperluas jejaring lintas kelompok dan membuka akses terhadap informasi, inovasi, serta peluang ekonomi, namun pemanfaatannya cenderung tidak merata. Sementara itu, modal sosial linking berperan penting dalam pemulihan jangka panjang melalui akses terhadap kebijakan, program bantuan, dan dukungan kelembagaan, sekaligus memperlihatkan relasi kuasa yang berpotensi memarginalkan kelompok rentan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan modal sosial yang inklusif dan berkeadilan dalam pemulihan desa wisata.
Peran Komunikasi Nonverbal DJ Slothkidd terhadap Respons Audiens di Panggung Hiburan M. Firman Fadly Adriansyah; Candra Yudha Satriya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7180

Abstract

Perkembangan pertunjukan musik elektronik menunjukkan bahwa DJ tidak lagi berperan semata sebagai pemutar musik, melainkan juga sebagai komunikator yang membangun interaksi dan suasana bersama audiens melalui komunikasi nonverbal. Dalam konteks panggung hiburan dengan tingkat kebisingan yang tinggi, penyampaian pesan secara verbal menjadi kurang efektif, sehingga bahasa tubuh, gestur, ekspresi wajah, serta pengelolaan atmosfer panggung berfungsi sebagai sarana utama dalam menyalurkan energi dan makna kepada penonton. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk komunikasi nonverbal yang digunakan DJ Slothkidd dalam membangun interaksi dengan audiens di panggung hiburan, sekaligus menganalisis respons audiens serta peran atmosfer panggung dalam memperkuat proses komunikasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap DJ Slothkidd, dua orang audiens dengan karakteristik berbeda, serta Manager POTS sebagai pihak pengelola venue, yang didukung oleh observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen komunikasi nonverbal meliputi kinesics, proxemics, haptics, artifactual, chronemics, appearance, dan paralanguage memiliki peran signifikan dalam membangun keterlibatan audiens, yang semakin diperkuat oleh respons audiens serta dukungan atmosfer panggung berupa pencahayaan, visual, dan sistem tata suara yang selaras, sehingga menghasilkan pengalaman pertunjukan yang interaktif dan berkesan..