Pengembangan materi Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara otoritas teologis sebagai sumber legitimasi nilai, kebutuhan pedagogis sebagai dasar transformasi pembelajaran, dan tuntutan kontekstual sebagai ruang aktualisasi nilai Islam dalam kehidupan peserta didik. Dominasi pendekatan normatif dan tekstual sering menyebabkan materi PAI kurang responsif terhadap perkembangan karakter peserta didik serta dinamika sosial budaya modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi keseimbangan antara aspek teologis, pedagogis, dan kontekstual dalam pengembangan materi PAI, menganalisis model pedagogis dalam mentransformasikan konsep-konsep teologis yang kompleks, serta merumuskan kerangka kontekstualisasi materi PAI berbasis budaya lokal dengan tetap mempertahankan konsistensi nilai Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui analisis kritis terhadap literatur akademik, dokumen kurikulum, dan penelitian terkait pendidikan Islam. Analisis data dilakukan menggunakan thematic content analysis melalui tahap identifikasi konsep, kategorisasi tema, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan materi PAI yang ideal membutuhkan integrasi tiga dimensi utama, yaitu validitas teologis, aksesibilitas pedagogis, dan relevansi kontekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keseimbangan ketiga dimensi tersebut dapat menghasilkan materi PAI yang tidak hanya mempertahankan otoritas keislaman, tetapi juga mampu membangun pembelajaran yang bermakna, adaptif, dan relevan dengan tantangan pendidikan modern.