Lilik setiyaningsih
universitas jenderal soedirman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Pembuatan Pelet Ikan Berbasis Magot sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Pakan di BUMDes Hardjo Utomo Purnama Sukardi; Lilik setiyaningsih; Anandita Ekasanti; Baruna Kusuma; Hamdan Syakuri; Hanisya Putri Kania Mardika; Asro Nurhabib; Frentina Murti Sujadi; Jefri Anjaini; Moch Riziq Imanulhaq; Tika Widiastuti; Irfan Hanifa; Yohanes Harvinda; Hana
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 3 (2026): Juli-September 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i3.16031

Abstract

High feed costs are a major constraint in aquaculture, accounting for more than 60% of total production expenses. This challenge is experienced by BUMDes Hardjo Utomo in Sukoharjo Village, Wonosobo Regency, which still relies heavily on commercial fish feed, highlighting the need for more economical and sustainable feed alternatives. This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of local communities regarding the utilization of Black Soldier Fly (BSF) larvae as a raw material for fish pellets to support feed self-sufficiency. The program was implemented through socialization, educational counseling, interactive discussions, demonstrations of maggot-based fish pellet production, and evaluation through interviews and final discussions. The materials covered the nutritional potential of BSF larvae, feed formulation, ingredient processing, pellet production, drying techniques, and feed quality standardization. The results showed that participants responded positively and demonstrated improved understanding of the potential of BSF larvae as an alternative protein source, fish pellet production techniques, and the importance of feed quality in supporting fish growth. Hands-on demonstrations proved more effective in enhancing participants' understanding than theoretical presentations alone. In addition, the program increased community awareness of the economic and environmental benefits of utilizing organic waste as a substrate for BSF cultivation. The management of BUMDes expressed interest in developing a maggot-based pellet production unit as part of strengthening village aquaculture enterprises. However, further assistance is still required, particularly in feed quality standardization, equipment operation, and business management. Overall, the program successfully strengthened community capacity to utilize local resources in supporting fish feed self-sufficiency, reducing dependence on commercial feed, and promoting sustainable rural economic development.
POTENSI RESTOCKING IKAN NILEM (OSTEOCHILUS HASSELTI) DI SUNGAI CIBEET SEBAGAI PENDUKUNG EKOWISATA DAN PERPUTARAN EKONOMI LOKAL DI DESA BINGKENG, KABUPATEN CILACAP Lorichika Gustinda Larasati; Purnama Sukardi; Jefri Anjani; Baruna Kusuma; Lilik Setiyaningsih; Asro Nurhabib; Feri Setiawan; Maya Eria Br Sinurat; Almira Nadia Kusuma; Firda Haifa Fadhilah
SULUH: Jurnal Abdimas Vol. 8 No. 1 (2026): SULUH: Jurnal Abdimas Maret-Agustus
Publisher : FEB-UP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65179/84kcpr76

Abstract

Sungai Cibeet di Desa Bingkeng, Kabupaten Cilacap, memiliki potensi besar sebagai habitat alami ikan Nilem (Osteochilus hasselti), yang bernilai penting secara ekologis dan ekonomis. Namun, aktivitas penangkapan berlebih dan praktik penangkapan ilegal telah mengancam kelestarian spesies tersebut. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memulihkan populasi ikan Nilem melalui kegiatan restocking berbasis pemberdayaan masyarakat. Pendekatan partisipatif diterapkan dengan melibatkan Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMAKWAS) dan warga lokal dalam setiap tahapan kegiatan. Restocking dilakukan melalui penebaran benih ikan hasil pembenihan lokal yang sehat dan berkualitas pada tiga titik strategis di aliran Sungai Cibeet. Kegiatan juga dilengkapi dengan sosialisasi dan diskusi kelompok untuk meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam pengawasan dan pemantauan kondisi lingkungan perairan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa benih Nilem mampu beradaptasi dan memijah secara alami, yang menjadi indikator keberhasilan awal upaya konservasi. Selain itu, meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan serta munculnya inisiatif pengembangan wisata menunjukkan dampak positif kegiatan ini. Program ini membuktikan bahwa pengelolaan perikanan berbasis masyarakat melalui restocking ikan Nilem berpotensi untuk memulihkan stok ikan lokal, menjaga keseimbangan ekosistem, mendukung pengembangan ekowisata, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Bingkeng secara berkelanjutan.