Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efektivitas edukasi pencegahan stunting dengan media booklet dan CTJ tentang cs selor di Desa Pegadingan 2025 Adista, Nuria Fitri; Apriyanti, Ika; Muhida, Vega; Santia, Vera; Ariesta, Talla Nurbani
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2025): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang dan berdampak pada pertumbuhan serta perkembangan kognitif anak. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui edukasi gizi yang efektif dengan memanfaatkan media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi pencegahan stunting menggunakan media booklet dan CTJ (Cerita Tanya Jawab) tentang Cegah Stunting dengan Serba Daun Kelor (CS Selor) dalam meningkatkan pengetahuan wanita usia subur (WUS) di Desa Pegadingan, Kabupaten Serang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Pre-Eksperimental (One Group Pretest–Posttest Design). Sampel penelitian terdiri atas 38 WUS yang dibagi menjadi dua kelompok intervensi, yaitu media booklet dan media CTJ. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah divalidasi dan dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok booklet dan CTJ dengan nilai p = 0,003 (p 0,05). Nilai mean rank booklet (24,71) lebih tinggi dibandingkan CTJ (14,29), menunjukkan bahwa media booklet lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden. Booklet dinilai menarik secara visual, mudah dipahami, dan dapat dibaca berulang kali sehingga memperkuat daya ingat dan pemahaman. Kesimpulan: Media booklet terbukti lebih efektif dibandingkan CTJ dalam meningkatkan pengetahuan WUS tentang pencegahan stunting di Desa Pegadingan. Media booklet direkomendasikan untuk digunakan secara luas dalam kegiatan promosi kesehatan oleh bidan dan tenaga kesehatan masyarakat.
Efektivitas Video Animasi Sebagai Media Edukasi Gizi Seimbang Terhadap Pengetahuan Wanita Usia Subur Dalam Pencegahan Stunting Apriyanti, Ika; Ismayanty, Devie
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JAIA.678

Abstract

Status gizi anak usia prasekolah (3–5 tahun) mencerminkan kondisi kesehatan fisik pada periode penting yang menjadi fondasi pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Salah satu permasalahan gizi yang masih menjadi perhatian adalah stunting, yaitu gangguan pertumbuhan kronis akibat kekurangan asupan nutrisi dalam jangka panjang yang berdampak pada perkembangan otak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Meskipun prevalensi stunting menunjukkan tren penurunan, upaya pencegahan tetap perlu diperkuat melalui intervensi yang tepat sasaran. Salah satu strategi preventif adalah pemberian edukasi gizi seimbang kepada wanita usia subur (WUS) sebagai langkah pencegahan sejak dini. Media edukasi yang inovatif, seperti video animasi, dinilai mampu meningkatkan pemahaman karena menyajikan informasi secara visual dan menarik. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan video animasi sebagai media edukasi gizi seimbang dalam meningkatkan pengetahuan WUS terkait pencegahan stunting. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sebanyak 32 responden dilibatkan melalui teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan penyuluhan menggunakan video animasi terhadap peningkatan pengetahuan ibu dalam upaya pencegahan stunting (p-value 0,000). Setelah intervensi diberikan, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan responden. Dengan demikian, penggunaan video animasi dapat menjadi alternatif media edukasi yang efektif dalam mendukung pencegahan stunting sejak tahap prakonsepsi.