Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN PENDIDIKAN DI TK YASYFA KOTA TANGERANG Afifah Nur Azizah; Muna Muna; Anjaludin Anjaludin
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3156

Abstract

Lembaga pendidikan anak usia dini swasta berskala kecil dituntut memberikan layanan bermutu di tengah keterbatasan anggaran, sarana, dan keterlibatan orang tua yang belum merata, sehingga kapasitas strategis kepala sekolah menjadi penentu utama peningkatan mutu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pelayanan pendidikan di TK Yasyfa Kota Tangerang yang mencakup tahap perumusan, implementasi, serta pengendalian dan evaluasi strategi, sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan pada November 2025 sampai Juni 2026 melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi terstruktur dengan kepala sekolah, dua guru kelompok, dan dua wali murid, serta dokumentasi arsip sekolah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perumusan strategi diawali evaluasi diri sekolah menggunakan instrumen rapor pendidikan dan berujung pada penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah. Implementasi strategi mencakup peningkatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum, pemenuhan sarana dan prasarana, serta program kolaboratif yang melibatkan orang tua. Pengendalian dilakukan melalui evaluasi berlapis, mulai dari checklist harian sampai laporan semester. Faktor pendukung bertumpu pada konsistensi dukungan kepala sekolah, sedangkan faktor penghambat berakar pada keterbatasan anggaran. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu layanan pada lembaga dengan sumber daya terbatas lebih ditentukan oleh kapasitas kepala sekolah mengelola sumber daya yang ada daripada oleh besarnya pendanaan.
Strategi Tim Kurikulum Dalam Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Pengajar Kajian Kitab Amtsilati Di Pondok Pesantren Darul Amanah Kendal Rahma Alisia Balqis; Anjaludin Anjaludin; Nur Azizah
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3162

Abstract

Pendidikan Islam telah berkembang menjadi sistem yang lebih modern dan mandiri. Terdapat berbagai sumber belajar yang tersedia untuk penunjang pendidikan Islam, salah satunya adalah kitab kuning. Kitab kuning adalah sumber data penting dalam kajian Islam, berisi berbagai macam cabang ilmu agama Islam, seperti fiqih, aqidah, tasawuf, etika, dan tata bahasa. Pendidikan Islam tidak terlepas dari peran guru, sehingga kompetensi pedagogik guru sangat penting untuk melaksanakan tugas dalam mengajar dengan efektif dan efisien. Kasus yang sering terjadi di lingkungan lembaga pendidikan adalah banyak guru yang masih belum memahami metode pengajaran yang efektif dan inovatif, terutama pada metode pengajaran kitab kuning. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, didukung dengan sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian diuji keabsahannya dengan triangulasi yang menggabungkan berbagai sumber data untuk meningkatkan keabsahan dan validitas data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa program peningkatan kompetensi pedagogik guru Amtsilati yang dilakukan oleh tim kurikulum sudah berjalan dengan baik dengan menerapkan standar yang disusun berdasarkan standar kompetensi yang telah ditetapkan dengan jelas, terukur, dan mengikat bagi pengajar. Para guru Amtsilati juga telah melalui evaluasi dan mempunyai sertifikasi, serta menerapakan berbagai langkah konkret seperti pembinaan berupa pelaksanaan BIMTEK, pelatihan berjenjang dan forum MGMP secara berkala. Selain itu, dilakukan pula peningkatan fasilitas pembelajaran dan pemerolehan dukungan dari pimpinan pesantren, sehingga beberapa penghambat yang dialami, seperti seringnya perubahan kebijakan dan kurikulum yang terjadi dan beberapa fasilitas yang belum memadai dapat teratasi.
Strategi Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Mutu Lulusan Di MAS Darunnajah Cipining Bogor Rachmah Noor Ghofarina; Nur Azizah; Anjaludin Anjaludin
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kepala madrasah dalam meningkatkan mutu lulusan di MAS Darunnajah Cipining Bogor, serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala madrasah dalam mengelola lembaga pendidikan agar mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas, terutama di tengah tuntutan transformasi digital dalam dunia pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap kepala madrasah, tim kurikulum, dan guru, kemudian dianalisis secara deskriptif serta diuji keabsahannya melalui triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah menerapkan strategi peningkatan mutu lulusan melalui tiga tahap yang saling berkaitan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, kepala madrasah menerapkan transformasi digital adaptif-regulatif dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu guru menyiapkan bahan ajar, disertai penyusunan bimbingan belajar kelas akhir, digitalisasi buku ajar, dan penyusunan perangkat pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan, kepala madrasah menyediakan akun produktivitas premium bagi guru, melakukan pemeriksaan kesiapan mengajar (I'dad Tadris), menyelenggarakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), serta pendampingan belajar intensif pagi dan malam. Pada tahap evaluasi, dilakukan supervisi berbasis kontrol kualitas, penilaian efisiensi kerja guru, umpan balik siswa melalui angket, indikator daya saing lulusan ke perguruan tinggi, serta asesmen berkala. Penelitian ini juga menemukan bahwa faktor pendukung meliputi dukungan dana madrasah, lingkungan pesantren yang kondusif, dan kerja sama antarguru, sedangkan faktor penghambat meliputi tantangan menyeimbangkan teknologi dengan nilai-nilai kepesantrenan, keterbatasan waktu, serta perbedaan kemampuan belajar siswa.
Strategi Kepala Program Tahfizh Al-Qur’an Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri Pondok Pesantren At-Thoyyibah Pageruyung Kendal Azkiyatul Amilah; Anjaludin Anjaludin; Nur Azizah
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Kepala Program Tahfizh Al-Qur'an dalam meningkatkan kualitas hafalan santri di Pondok Pesantren At-Thoyyibah Pageruyung Kendal dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi strategi tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Kepala Program Tahfizh Al-Qur'an mencakup tiga aspek utama: (1) strategi perencanaan yang fleksibel dan individual dengan penekanan pada standar tartil; (2) strategi pelaksanaan melalui pendekatan keteladanan, pembiasaan, dan pendampingan langsung; serta (3) strategi evaluasi yang berjenjang dan berkelanjutan melalui setoran harian dan tes kenaikan juz. Faktor pendukung utama meliputi muroja'ah yang konsisten, suasana tenang dan kondusif, teman yang mendukung, peran aktif Kepala Program, serta hubungan spiritual dan ketenangan pikiran. Adapun faktor penghambatnya adalah konsistensi dan mood santri yang fluktuatif, pengaruh teman negatif, keramaian, kesulitan membagi waktu, mudah lupa, dan faktor internal seperti mental, pikiran, dan rasa malas. Namun masih terdapat beberapa kelemahan sistem pada strategi-strategi yang diterapkan seperti kurangnya pemahaman santri terkait standar kualitas hafalan dan ketidakmerataan dalam monitoring perkembangan hafalan santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan program tahfidz tidak semata-mata ditentukan oleh satu faktor, melainkan merupakan hasil sinergi antara pendekatan struktural dan humanis yang diterapkan oleh Kepala Program secara konsisten.
Manajemen Bimbingan Konseling Dalam Mengembangkan Karakter Siswa Putri Di MTS Darunnajah 2 Cipining Bogor Helin Suhendi; Yogi Saputra; Anjaludin Anjaludin
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3171

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen bimbingan dan konseling dalam mengembangkan karakter siswa di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan ditentukan secara purposif, terdiri atas Kepala MTs Darunnajah 2 Cipining, Kepala Divisi Bimbingan dan Konseling, dan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen bimbingan dan konseling di MTs Darunnajah 2 Cipining dilaksanakan melalui empat fungsi manajemen. Pertama, perencanaan berupa penyusunan program tahunan dan program semester berbasis kebutuhan siswa yang bersumber dari informasi guru BK, wali kelas, dan guru mata pelajaran, serta mengacu pada nilai Panca Jiwa Pesantren. Kedua, pengorganisasian berupa pembagian tugas antara guru BK, wali kelas, guru mata pelajaran, dan musyrif asrama yang tercantum dalam struktur organisasi madrasah. Ketiga, pelaksanaan melalui bimbingan klasikal, konseling individu, dan bimbingan kelompok yang diperkuat pembiasaan harian di sekolah dan asrama. Keempat, pengawasan melalui monitoring berkala, evaluasi akhir semester, dan tindak lanjut perbaikan program. Pengembangan karakter difokuskan pada nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kejujuran, sopan santun, dan kepedulian terhadap sesama. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala madrasah, kerja sama antarunsur pembina, dan budaya kekeluargaan serta ukhuwah pesantren yang memungkinkan pembinaan berlangsung 24 jam. Faktor penghambat meliputi padatnya kegiatan siswa, keterbatasan ruang konseling yang privat, rasio guru BK yang belum ideal, keterbatasan komunikasi dengan orang tua, dan sebagian siswa yang belum terbuka.
Strategi Kepala Lembaga Tahfidz Al-Qur’an Dalam Meningkatkan Target Hafalan Al-Qur’an Santriwati Tahfidz Al-Qur’an Di Pesantren Darunnajah 2 Cipining Putri Balahaqis Eliqa; Anjaludin Anjaludin; Nur Azizah
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3182

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pencapaian target hafalan Al-Qur’an santriwati di Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Perbedaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan dan motivasi santriwati, tetapi juga dengan kebijakan lembaga, penetapan target, pengorganisasian musammiah, pelaksanaan pembinaan, dan evaluasi program Tahfidz. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi kepala lembaga Tahfidz dalam meningkatkan target hafalan santriwati serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan desain studi kasus. Data dari kepala lembaga Tahfidz dan musammiah dikumpulkan melalui wawancara mendalam karena keduanya memiliki tanggung jawab langsung dalam perumusan dan pelaksanaan strategi program. Data dari santriwati dikumpulkan melalui angket terbuka karena mempertimbangkan keterbatasan waktu santriwati, efisiensi pengumpulan data, dan kenyamanan informan dalam menyampaikan pengalaman secara tertulis. Data juga diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala lembaga Tahfidz meliputi perencanaan target yang fleksibel dan terukur, pengorganisasian santriwati serta musammiah, pelaksanaan pembinaan dengan kebebasan metode dan standarisasi tahapan teknis, serta evaluasi melalui ujian dan tasmi. Target hafalan dibedakan berdasarkan program Reguler, Thulabul Minhah, dan Beasiswa, kemudian diterjemahkan oleh musammiah menjadi target harian dan mingguan. Faktor pendukung meliputi motivasi diri, dukungan sosial, fasilitas, sistem penghargaan, dan pendekatan personal musammiah. Faktor penghambat meliputi kejenuhan, perbedaan kemampuan, keterbatasan waktu, dan benturan jadwal sebagai konsekuensi kehidupan pesantren yang memiliki karakter total institution. Penelitian ini merekomendasikan penguatan koordinasi lintas bagian, transparansi komunikasi target, pembinaan musammiah, dan penataan jadwal Tahfidz yang lebih terintegrasi.