Kajian I’jāz lughawī dalam Al-Qur’an tidak hanya berkaitan dengan keindahan bahasa, tetapi juga dengan keunikan struktur dan ketepatan pemilihan unsur kebahasaan yang membentuk kesatuan makna. Ahmad Bassam Sa’i menawarkan pembacaan terhadap kemukjizatan bahasa Al-Qur’an dengan menempatkan unsur kebahasaan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari karakter kemukjizatan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk-bentuk I’jāz lughawī dalam Surah Al-Falaq berdasarkan perspektif Ahmad Bassam Sa’i, terutama pada aspek kekhasan diksi, struktur sintaksis, pengulangan ungkapan, dan keterkaitan antara bentuk bahasa dengan makna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data utama penelitian berupa Surah Al-Falaq dan karya Ahmad Bassam Sa’i, Al-Mu’jizah: I’ādat Qirā’at al-I’jāz al-Lughawī fī al-Qur’ān al-Karīm, yang dianalisis melalui pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa I’jāz lughawī Surah Al-Falaq tampak pada kekhasan sejumlah kosakata, di antaranya قُلْ، أَعُوذُ، الْفَلَقِ، غَاسِقٍ، وَقَبَ، النَّفَّاثَاتِ، dan حَاسِدٍ, yang memiliki karakter penggunaan dan nuansa makna tertentu. Kemukjizatan tersebut juga terlihat pada pola sintaksis dan pengulangan konstruksi مِنْ شَرِّ yang membangun keteraturan, ritme, kohesi, serta keterkaitan antarayat. Dengan demikian, perspektif Ahmad Bassam Sa’i memperlihatkan bahwa kemukjizatan bahasa Surah Al-Falaq tidak berhenti pada keindahan lafaz secara individual, tetapi terletak pada keterpaduan antara pilihan diksi, struktur sintaksis, pengulangan, dan hubungan antarayat yang menghasilkan konstruksi bahasa yang khas serta memiliki kedalaman makna.