Ali Burhan
UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Diksi Surah An-Nas dalam Perspektif I’jaz Lughawi Rima Aulia Maftukha; Rusna Fida; Ali Burhan
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis diksi dalam Surah An-Nas dari perspektif i’jaz lughawi untuk mengungkap ketepatan pemilihan kata serta hubungan makna antardiksi yang membentuk kemukjizatan bahasa Al-Qur’an. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur’an sebagai sumber utama, kitab-kitab tafsir klasik, serta literatur kebahasaan dan jurnal ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis melalui identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi terhadap diksi رَبِّ، مَلِكِ، إِلَهِ، الْوَسْوَاسِ, dan الْخَنَّاسِ berdasarkan kajian semantik, konteks, dan penafsiran para mufasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap diksi dipilih secara tepat sesuai fungsi makna dan konteksnya. Diksi رَبِّ، مَلِكِ, dan إِلَهِ membentuk tahapan pengenalan terhadap Allah sebagai Rabb, Malik, dan Ilah yang menegaskan kesempurnaan rububiyah, mulkiyah, dan uluhiyah-Nya. Sementara itu, diksi الْوَسْوَاسِ dan الْخَنَّاسِ menggambarkan karakter godaan setan yang berlangsung melalui bisikan halus dan berulang, serta melemah ketika manusia mengingat Allah. Keterkaitan makna antardiksi tersebut menunjukkan adanya ketepatan pemilihan kata, keluasan makna, dan keserasian konteks yang menjadi salah satu bentuk i’jaz lughawi Al-Qur’an. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian linguistik Al-Qur’an, khususnya dalam analisis diksi sebagai salah satu aspek kemukjizatan bahasa Al-Qur’an.
Keistimewaan Diksi dan Semantik Al-Qur’an: Telaah I'jaz Lughowi pada Surah Al-Kautsar Fatih Khoiru Mutsaqof; Ali Burhan
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Qur’an possesses linguistic distinctiveness evident in the precision of its word choices, sentence structures, and the depth of meaning contained within. Surah Al-Kautsar is one such surah that exemplifies this quality, despite its remarkably concise structure. This study aims to examine the aspect of I’jaz Lughawi (linguistic inimitability) in Surah Al-Kautsar by analyzing its diction and semantic relationships. Employing a qualitative approach and a library research method, the study draws upon the Qur’an, exegesis (tafsir) works, academic books, journals, and other relevant sources. The findings reveal that the linguistic distinctiveness of Surah Al-Kautsar is manifest in the selection of the terms Al-Kautsar, Wanhar, and Al-Abtar, each of which carries a wealth of meaning and unique usage characteristics. Furthermore, the interrelationship between the phrases Innā A’ṭaināka Al-Kautsar, Faṣalli Li Rabbika Wanhar, and Inna Syāni’aka Huwa Al-Abtar demonstrates structural coherence, shifts in modes of address (khitab), and semantic interconnectedness that reinforce the surah’s message. Thus, the distinctive diction and semantic structure of Surah Al-Kautsar demonstrate a form of I’jaz Lughawi that achieves density of meaning, linguistic beauty, and depth of message within a highly concise form.
Keindahan Rhetorical Devices dan Struktur Balaghah dalam Surah An-Nasr Tsabita Salsabila; Ali Burhan
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mengkaji kemukjizatan bahasa Al-Qur’an (I’jaz Lughowi) pada surah-surah pendek (qishar ash-suwar), khususnya Surah An-Nasr. Meskipun hanya terdiri dari tiga ayat, Surah An-Nasr menyimpan kerapatan struktur kebahasaan dan kekayaan gaya bahasa (rhetorical devices) yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk keindahan balaghah serta menganalisis bagaimana struktur tersebut mendukung penyampaian pesan utama surah, yaitu peralihan dari euforia kemenangan menuju kerendahan hati. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi pustaka (library research) dengan pendekatan analisis deskriptif-analitis terhadap teks Surah An-Nasr dan referensi kitab-kitab tafsir balaghy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keindahan struktur Balaghah dalam Surah An-Nasr terwujud dalam tiga cabang utama: aspek 'Ilm al-Ma'ani melalui penggunaan fi'il madhi (ja'a, ra'aita) yang menegaskan kepastian janji Allah serta pola syarat-jawab; aspek 'Ilm al-Bayan lewat metafora (isti'arah) pada kata al-fath; serta aspek 'Ilm al-Badi' yang menampilkan keselarasan rima (saja') dan keserasian hubungan antarkata (tanasub). Kesimpulannya, kerapatan rhetorical devices dalam Surah An-Nasr tidak sekadar berfungsi sebagai estetika kebahasaan, melainkan menjadi instrumen retoris yang secara sistematis mengarahkan sikap spiritual seorang hamba dari kemenangan menuju sikap bertasbih dan beristighfar, sekaligus membuktikan I’jaz Lughowi Al-Qur'an yang tidak teringkas oleh jumlah kata.
Estetika Bahasa dan I’jaz Lughowi dalam Al-Qur’an: Kajian Fonologi dan Balaghah Surat Al-Lahab Tamama Nikmatika; Ali Burhan
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap estetika bahasa dan kemukjizatan linguistik (i’jaz lughowi) dalam Al-Qur’an, dengan fokus khusus pada Surat Al-Lahab melalui integrasi kajian fonologi dan ilmu balaghah. Surat Al-Lahab memiliki karakteristik unik berupa narasi kecaman yang rigid namun memiliki keserasian bunyi dan struktur kalimat yang sangat tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis teks (content analysis). Sumber data utama diperoleh dari ayat-ayat Surat Al-Lahab, sementara data pendukung diambil dari kitab-kitab tafsir klasik dan literatur linguistik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Dari aspek fonologi, Surat Al-Lahab memanfaatkan variasi bunyi huruf jahar dan syiddah, serta rima akhir (fashilah) berakhiran qolqolah (tabb, lahab, kasab, hatab, masad) yang memberikan efek ketukan ritmis, menegaskan kesan dramatis dan ketegasan hukum Allah; 2) Dari aspek balaghah, surat ini kaya akan gaya bahasa majaz isnadi (pada frasa tabbat yada) dan kinayah, serta penggunaan struktur kalimat yang padat makna (ijaz). Integrasi kedua aspek ini membuktikan bahwa estetika bahasa Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai keindahan auditori (pendengaran), melainkan memperkuat pesan teologis dan emosional teks secara presisi.
I’jāz Lughawī Surah Al-Falaq: Menyingkap Keindahan Struktur dan Kedalaman Makna dalam Perspektif Ahmad Bassam Sa’i Septiana Meliani; Siti Nurfadilah; Ali Burhan
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian I’jāz lughawī dalam Al-Qur’an tidak hanya berkaitan dengan keindahan bahasa, tetapi juga dengan keunikan struktur dan ketepatan pemilihan unsur kebahasaan yang membentuk kesatuan makna. Ahmad Bassam Sa’i menawarkan pembacaan terhadap kemukjizatan bahasa Al-Qur’an dengan menempatkan unsur kebahasaan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari karakter kemukjizatan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk-bentuk I’jāz lughawī dalam Surah Al-Falaq berdasarkan perspektif Ahmad Bassam Sa’i, terutama pada aspek kekhasan diksi, struktur sintaksis, pengulangan ungkapan, dan keterkaitan antara bentuk bahasa dengan makna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data utama penelitian berupa Surah Al-Falaq dan karya Ahmad Bassam Sa’i, Al-Mu’jizah: I’ādat Qirā’at al-I’jāz al-Lughawī fī al-Qur’ān al-Karīm, yang dianalisis melalui pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa I’jāz lughawī Surah Al-Falaq tampak pada kekhasan sejumlah kosakata, di antaranya قُلْ، أَعُوذُ، الْفَلَقِ، غَاسِقٍ، وَقَبَ، النَّفَّاثَاتِ، dan حَاسِدٍ, yang memiliki karakter penggunaan dan nuansa makna tertentu. Kemukjizatan tersebut juga terlihat pada pola sintaksis dan pengulangan konstruksi  مِنْ شَرِّ yang membangun keteraturan, ritme, kohesi, serta keterkaitan antarayat. Dengan demikian, perspektif Ahmad Bassam Sa’i memperlihatkan bahwa kemukjizatan bahasa Surah Al-Falaq tidak berhenti pada keindahan lafaz secara individual, tetapi terletak pada keterpaduan antara pilihan diksi, struktur sintaksis, pengulangan, dan hubungan antarayat yang menghasilkan konstruksi bahasa yang khas serta memiliki kedalaman makna.