Yastina Warasi
Universitas Nias

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Relevansi Mata Kuliah Pendidikan Agama Kristen di Era Modern: Antara Spiritualitas dan Tantangan Globalisasi Yastina Warasi
Multikola: Jurnal Kolaborasi Multidisipliner Vol 1 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : PT YARYAS HOLISTIK KOLABORASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi mata kuliah Pendidikan Agama Kristen (PAK) di era modern dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Kajian ini mengidentifikasi empat isu utama yang mempengaruhi relevansi PAK, yaitu dominasi paradigma sekuler dalam pendidikan tinggi, meningkatnya pluralisme agama dan budaya, perkembangan teknologi digital, serta integrasi isu global seperti keadilan sosial, hak asasi manusia, dan keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat isu tersebut saling berkaitan dan menuntut pembaruan PAK melalui pendekatan holistik, kontekstual, dan transformatif, yang mengintegrasikan nilai iman dengan pengetahuan interdisipliner, metode pembelajaran partisipatif, literasi digital religius, dan pengarusutamaan isu global. Penelitian ini menyarankan peran ganda dosen sebagai pengajar dan peneliti, dukungan kebijakan institusional, serta kemitraan dengan gereja dan organisasi sosial, guna memastikan bahwa PAK mampu membentuk generasi Kristen yang berkarakter, kritis, dan berkomitmen pada transformasi sosial.
Akreditasi Sebagai Instrumen Kebijakan Publik Untuk Pendidikan Tinggi yang Inklusif dan Berkelanjutan: Analisis Kebijakan Global dalam Kerangka SDG 4 Yaredi Waruwu; Nofamataro Zebua; Arisman Telaumbanua; Syukur Prima Telaumbanua; Yastina Warasi
Multikola: Jurnal Kolaborasi Multidisipliner Vol 1 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : PT YARYAS HOLISTIK KOLABORASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akreditasi pendidikan tinggi telah mengalami transformasi signifikan dari sebuah mekanisme penjaminan mutu yang bersifat teknis menjadi instrumen kebijakan publik yang strategis. Dalam kerangka Sustainable Development Goal 4 (SDG 4), akreditasi kini berfungsi sebagai alat regulasi yang digunakan oleh pemerintah dan badan supranasional untuk mengarahkan perilaku institusi, mengalokasikan sumber daya, dan menegakkan akuntabilitas dalam sistem pendidikan tinggi. Artikel ini menganalisis akreditasi sebagai instrumen kebijakan publik yang mengoperasionalkan SDG 4, dengan fokus pada mekanisme desain kebijakan yang mendorong ekuitas, kualitas, dan inklusivitas. Menggunakan pendekatan analisis kebijakan komparatif yang dilandasi teori institusional, teori modal manusia, kerangka keadilan sosial, dan teori tata kelola global, kajian ini menelaah bagaimana standar akreditasi dirumuskan dan direvisi untuk memasukkan indikator inklusi, transformasi digital, dan tanggung jawab sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa akreditasi berkontribusi pada pendidikan tinggi yang inklusif hanya apabila tujuan ekuitas secara eksplisit diintegrasikan ke dalam standar, dioperasionalkan melalui indikator yang terukur, dan didukung oleh kapasitas institusional yang memadai. Artikel ini merekomendasikan desain kebijakan akreditasi yang adaptif, berbasis bukti, dan sensitif terhadap konteks lokal sebagai prasyarat untuk merealisasikan visi transformatif SDG 4.