Ariefatun Nisa
Universitas An Nuur

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KADAR GULA DARAHPADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI DESA DEPOKKECAMATAN TOROH Sutrisno; Oktha Alfiani; Ariefatun Nisa
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 9 No. 1 (2024): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang: Diabetes melitus adalah gangguan metabolisme yang berlangsung lama yang menyebabkan peningkatan glukosa darah. Hal ini terjadi karena ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan, yang memungkinkan glukosa masuk ke dalam sel untuk metabolisme dan pertumbuhan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 572 juta orang di seluruh dunia yang menderita diabetes pada tahun 2021 , dengan 19,5 juta di Indonesia. Puskesmas Toroh melaporkan pada Januari 2020 bahwa 1.064 orang, atau 96,90% dari populasi, menderita diabetes, dengan 69 kasus di Desa Depok Kecamatan Toroh.   Tujuan : untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat stres dan kadar gula darah pasien diabetes melitus di Desa Depok, Kecamatan Toroh.   Metodologi; desain case control retrospektif. Dalam penelitian ini, sampel dari 50 orang yang didiagnosis dengan DM diambil dengan teknik sampel purposive sampling dan uji chi square.   Hasil; Hasil penelitian di Desa Depok menunjukkan hubungan antara tingkat stres dan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus, dengan nilai p-value sebesar 0,034 < α (0,05). Nilai odds-ratio sebesar 0,185 menunjukkan bahwa responden dengan tingkat stres 0,185 kali memiliki kadar gula darah yang tidak normal.   Kesimpulan; Kesimpulan ada ada hubungan tingkat stress dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di desa Depok. 
PENGARUH LAMANYA PENGOBATAN TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA PENDERITA TUBERKULOSIS (TB) PARU DI WILAYAH PUSKESMAS GROBOGAN KABUPATEN GROBOGAN Christina Nur Widayati; Mika Agustiana; Duhita Niken Tri Aksiwi; Ariefatun Nisa; Fatchulloh
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2025): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang; Tuberkulosis (TB) Paru merupakan penyakit infeksi yang menular disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penderita TB paru di Indonesia sebanyak 8,4%, dengan Jawa Tengah mencapai 23.919 jiwa. Pada Kabupaten Grobogan ada 6.001 penderita TB paru, dan di Puskesmas Grobogan terdapat 56 jiwa. Pengobatan jangka panjang dengan obat-obatan yang cukup banyak menyebabkan penderita TB Paru mengalami depresi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lamanya pengobatan terhadap tingkat depresi pada penderita tuberkulosis (TB) paru.   Metodologi; Rancangan penelitian case control dengan pendekatan retrospektif. teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Responden yang diteliti sebanyak 52 orang yaitu penderita TB paru yang depresi dan tidak depresi. Analisis data menggunakan Chi Square Test.   Hasil; Analisis bivariat menunjukan adanya pengaruh lamanya pengobatan terhadap tingkat depresi pada penderita tuberkulosis (TB) paru dengan hasil p value sebesar 0,000 < α (0,05) dengan hasil Oods Ratio sebesar 25,000.   Kesimpulan; Ada pengaruh lamanya pengobatan terhadap tingkat depresi pada penderita tuberkulosis (TB) paru dengan p value sebesar 0,000 < α (0,05), serta Oods Ratio sebesar 25,000 artinya lama pengobatan fase lanjutan berisiko 25 kali untuk mengalami depresi 
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN PERSONAL HYGIENE PADA ANAK SEKOLAH SD NEGERI 2 DEPOK Anita Lufianti; Aseptasari; Wahyu Riniasih; Ariefatun Nisa
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 11 No 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/0cg80j75

Abstract

Latar Belakang: Pola asuh orang tua merupakan faktor penting yang memengaruhi tingkat kemandirian anak, termasuk dalam hal kebersihan pribadi (personal hygiene). Anak-anak usia sekolah memerlukan bimbingan yang tepat agar mampu menjaga kebersihan diri secara mandiri. Berdasarkan studi pendahuluan di SD Negeri 2 Depok pada siswa kelas 2 dan 3, ditemukan bahwa sebagian besar anak masih bergantung pada orang tua dan guru dalam menjaga kebersihan dirinya. Orang tua dan guru masih memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku personal hygiene anak. Terdapat variasi gaya pengasuhan di antara orang tua, termasuk pola otoriter, permisif, dan demokratis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian personal hygiene pada anak di SD Negeri 2 Depok. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan melibatkan 66 responden siswa kelas 2 dan 3 SD Negeri 2 Depok. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang pola asuh orang tua dan tingkat kemandirian personal hygiene anak. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian personal hygiene anak, dengan nilai p-value (0,000) < α (0,05). Nilai koefisien korelasi +0,660 menunjukkan hubungan yang kuat dan berpola positif. Pola asuh demokratis (36,4%) menjadi tipe terbanyak, diikuti permisif (34,8%) dan otoriter (28,8%). Tingkat kemandirian anak terbanyak berada pada kategori kurang mandiri (48,5%). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian personal hygiene pada anak di SD Negeri 2 Depok. Pola asuh demokratis cenderung menghasilkan tingkat kemandirian yang lebih baik dibandingkan pola otoriter dan permisif.