Anita Lufianti
Universitas An Nuur

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Correlation between Nurse Motivation and the Quality of Nursing Care Documentation Anita Lufianti; Keristiyani Keristiyani
Genius Journal Vol. 4 No. 2 (2023): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v4i2.302

Abstract

Introduction: Nursing documentation is evidence of nurses' recording and reporting in providing accurate and complete written health services. Documenting nursing care is quite important. However, there are still many incomplete nursing care documentations written by nurses. The factor that encourages nurses to carry out nursing documentation is the nurse's motivation and supported by rewards from the hospital as appreciation for the nurse's performance. Objective: The purpose of this study was determine the Correlation between Nurse Motivation and the Quality of Nursing Care Documentation. Method: This research is a quantitative study with a correlation study and a cross sectional design. The sampling technique used was random sampling with 66 respondents at RSUD Dr. R. Soedjati Somodiarjo Purwodadi. The data were analyzed by using the chi-square statistical test (X2) and a correlation strength test was carried out using Spearman's (r). Results: Based on the chi-square statistical test (X2), the p value is 0.000. As the results show <0.05, it means that Ha is accepted and Ho is rejected. Then a correlation strength test carried out by using Spearman’s (r) reveals a correlation coefficient or r = 0.086, indicating that there is a strong positive correlation between nurses’ motivation and the quality of nursing care process documentation at RSUD Dr. R. Soedjati Somodiarjo Purwodadi. Conclusion: The results of the study indicate that there is a positive correlation between nurses’ motivation and the quality of the nursing care process documentation at RSUD Dr. R. Soedjati Somodiarjo Purwodadi.
EDUKASI ANTI BULLIYING UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA DI SD NEGERI 1 MANGGARWETAN KECAMATAN GODONG Mika Agustiana; Christina Nur Widayati; Fatchulloh; Leli Rezky Dwi Oktavia; Anita Lufianti; Yuwanti; Rahmawati; Yesita Ragil Kusumaningrum; Fitriani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku Vol 6 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku
Publisher : LPPM AN Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/jpkm.v6i01.92

Abstract

Background: Bullying among children often involves repeated aggressive behavior by an individual or group against others perceived as weak and unable to defend themselves. Using force to verbally hurt a person or group of people, or to demean others, can have significant impacts on the victim, ranging from physical harm to difficulty interacting with others socially. Purpose: This community service activity aims to raise awareness about anti-bullying behavior in elementary schools, its negative effects, and the importance of tolerance among children. Method: This community service activity was implemented using counseling methods through lectures, discussions, and role-playing simulations to provide a realistic picture and effective ways to prevent bullying among elementary school students. Results: This activity resulted in increased participant understanding of the impact of bullying and simple, effective steps to prevent it. Conclusion: The community service activities that have been carried out have contributed to creating a safer elementary school atmosphere for children and supporting their mental well-being.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA DENGAN UPAYA PENCEGAHAN KEKAMBUHAN ISPA NON PNEUMONIA PADA ANAK USIA 1-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TOROH I Ary Rahmaningsih; Anita Lufianti
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 1 No 02 (2016): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Latar Belakang, ISPA merupakan salah satu masalah kesehatan yang ada di negara berkembang dan negara maju. Hal ini disebabkan karena masih tingginya angka kesakitan dan angka kematian karena ISPA terutama pada bayi dan balita. Usia Balita adalah kelompok yang paling rentan dengan infeksi saluran pernapasan. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kekambuhan pada balita. Pengetahuan dan sikap mengenai kesehatan akan berpengaruh terhadap perilaku sebagai hasil jangka panjang dari pendidikan kesehatan hal itu dikarenakan dari pengetahuan dan sikap itulah akan tercipta upaya pencegahan kekambuhan yang dilakukan orang tua terhadap anaknya. Tujuan, Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap orang tua dengan upaya pencegahan kekambuhan ISPA non pneumonia pada anak usia 1-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Toroh I.   Metode, Jenis penelitian ini Deskriptif Korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sample menggunakan teknik Accidental Sampling, dengan jumlah sampel penelitian 48 responden, sedangkan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Untuk melihat hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat menggunakan uji korelasi uji Spearman Rho.   Hasil, Hasil yang diperoleh dari penelitian ini sebanyak 54,2% responden mempunyai pengetahuan cukup, 52,1% sikap cukup, 52,1 % upaya pencegahan kekambuhan baik. Hasil uji bivariat membuktikan bahwa pengetahuan berhubungan dengan upaya pencegahan kekambuhan ISPA (p=0.000), sikap berhubungan dengan upaya pencegahan kekambuhan ISPA (p=0.022). Simpulan, Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap orang tua dengan upaya pencegahan kekambuhan ISPA pada anak usia 1 – 5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Toroh I.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI PADA  BALITA USIA 24 – 59 BULAN DI DESA MENDURAN KABUPATEN GROBOGAN Anita Lufianti; Rahmawati
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 6 No 02 (2021): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pertumbuhan dan perkembangan balita dipengaruhi oleh gizi, karena terdapat keterkaitan dan berhubungan dengan kesehatan dan kecerdasan. Menurut pemantauan gizi 2017 terdapat 18 balita sangat pendek dan pendek Stunting 91 balita, hasil kasus stunting dari Puskesmas Brati balita usia 24-59 bulan didesa Menduran adalah stunting paling tinggi. Salah satu faktor yang mempengaruhi stunting adalah pengetahuan orang tua tentang gizi. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang gizi pada balita usia 24 – 59 bulan di Desa Menduran Kabupaten Grobogan. Metodologi : Penelitian dilakukan menggunakan desain penelitian Kuantitatif, metode Korelasi (hubungan/asosiasi) dengan pendekatan Cross Sectional Study. Dengan sampel 35 responden, alat pengumpulan data menggunakan pengisian Kuesioner dengan teknik purposive sampling.  Hasil : Responden yang memiliki pengetahuan tentang gizi dengan kategori kurang sebanyak 20 responden (57,1%), kategori sedang sebanyak 11 responden (31,4%) dan kategori baik sebanyak 4 responden (11,4%). Simpulan : Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Desa Menduran Kabupaten Grobogan.
EDUKASI PHBS (PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT) DAN PENYALURAN AIR BERSIH BAGI MASYARAKAT DESA TEMON GROBOGAN Yuwanti; Anita Lufianti; Fitriani; Rahmawati; Yesita Ragil K; Christina Nur Widayati; Mika Agustina
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku
Publisher : LPPM AN Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/jpkm.v3i2.45

Abstract

 Background: Clean and healthy living behavior is a collection of behaviors that are practiced on the basis of awareness as a result of accepted learning and make individuals, families, groups or communities able to help themselves. Behavior in society can be influenced by various things, including knowledge and attitudes. Purpose: this community service aims to provide PHBS (Clean and Healthy Living Behavior) education and Water Distribution for the people of Temon Grobogan village. Method: This community service uses lecture and discussion methods   Results: The results of this community service are known that there is an increase in public knowledge about PHBS before and after education.   Conclusion: PHBS education (clean and healthy living behavior) can increase public knowledge.  
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENANGANAN STUNTING MELALUI PEMANFAATAN PANGAN LOKAL Festy Mahanani M; Indah Rahayu; Maylia; Wahyu Riniasih; Anita Lufianti; Anggita Septyani Permatasari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku
Publisher : LPPM AN Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/jpkm.v4i1.50

Abstract

Background:. Stunting is a condition of failure to grow and develop in babies (0-11 months) and toddlers (12-59 months) who experience chronic malnutrition, especially in the first 1000 days of life, which can be characterized by height that is not appropriate for their age (Arnita et al., 2020 in Panigoro 2020). Stunting is one of the nutritional problems in children globally, and around 161 million children under five in the world are stunted, of which half of the number of stunted children live in the Asian region (Valeriani et al. 2022). Children who experience stunting can be characterized by the height or length of the child being less than -2 SD based on the Z-Score table (Damanik et al., 2021 in Panigoro 2020).Method: Activities are carried out by providing empowerment to the community to be active in local food processing in the context of stunting prevalenceResults: Providing community empowerment related to local food processing can improve children's nutrition in Ngrandah village and the community has added value to local potential advantagesConclusion: From these efforts, we chose to carry out a stunting management program by using local food with a source of vegetable protein in the form of processed tempeh. We chose this because it was considered more affordable and could be practiced by mothers of toddlers, the preparation was in the form of tempeh nuggets. The choice of this program was because from the data we obtained there were still many children experiencing stunting. The first activity we carried out was to survey several hamlets in Ngrandah Village and collaborate with the Village Midwife in searching for data which was also assisted by Posyandu cadres and local food security was maintained.  
PENGARUH TELENURSING TENTANG PENATALAKSANAAN DIET DAN AKTIFITAS FISIK TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE IIPASCA RAWAT INAP DI RS PANTI RAHAYU PURWODADI Hendrik Budi Prasetyo; Anita Lufianti; Sutiyono
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 9 No. 1 (2024): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit gangguan metabolisme kronis ditandai dengan peningkatan glukosa darah (hiperglikemia). Penyebab ketidakpatuhan pasien DM dalam menjalankan terapi diantaranya adalah tidak memahami tentang manfaat diet dan aktifitas fisik. Pengetahuan yang baik akan membuat seseorang berperilaku patuh terhadap diet dan mempunyai kontrol kadar gula darah (glikemik) yang lebih baik. Pengembangan teknologi informasi dan komunikasi mempunyai dampak yang signifikan dalam bidang kesehatan sehingga muncul metode baru dalam memberikan asuhan keperawatan yang dikenal dengan telenursing.   Metode: Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode Pretespostest Design. Responden penelitian adalah pasien DM tipe 2 pasca rawat inap di RS Panti Rahayu yang memenuhi kriteria inklusi, berjumlah 21 orang yang dipilih dengan Teknik probability sampling. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan edukasi melalui video call sesuai SOP dengan aplikasi whatsapp kemudian dilakukan pengukuran kadar glukosa darah. Analisa data mengetahui pengaruh telenursing tentang pelaksanaan diet dan aktifitas fisik terhadap perubahan kadar gula darah responden   Hasil: Penelitian menunjukan hasil eksperimen perbaikan gula darah dibawah < 200 mg/dl sebanyak 16 responden ( 76,2 % ) dengan interprestasi normal , sedangkan 5 responden ( 23,8 % ) menunjukan kadar gula darah sewaktu > 200 mg/dl dengan interprestasi tidak normal. Hasil uji statistic menggunakan Wilcoxson dengan nilai p 0,00 < 0,05 disimpulkan ada pengaruh telenursing dengan perubahan gula darah pasien DM tipe 2   Kesimpulan: telenursing tentang pelaksanaan diit dan aktifitas fisik secara signifikan mempengaruhi kadar gula darah pasien DM tipe 2 
HUBUNGAN PENERAPAN POLA KOMUNIKASI KELUARGA DENGAN PERKEMBANGAN EMOSI ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK PERTIWI 2 TODANAN KECAMATAN TODANAN KABUPATEN BLORA Anita Lufianti; Fitriani; Sumiati; Febriana Tri Kusumawati
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 9 No. 1 (2024): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang: Keluarga merupakan lingkungan pertama di mana seorang anak berinteraksi secara intensif. Interaksi dalam keluarga, termasuk komunikasi verbal maupun nonverbal dapat membentuk pemahaman anak tentang emosi. Komunikasi dalam keluarga memiliki peran penting dalam perkembangan emosi anak. pola komunikasi yang baik antara orang tua dan anak dapat membantu anak belajar menanggapi orang lain, mengenal diri, dan mengelola emosinya.   Metodologi; Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain penelitian cross sectional dengan pendekatan korelasi. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang ditunjukan kepada orang tua untuk memperoleh data pola komunikasi keluarga dan perkembangan emosi anak. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Sampling dan didapatkan 35 responden.   Hasil; Berdasarkan analisis uji spearman rank diperoleh nilai signifikansi atau sig. (2- tailed) sebesar 0,001, karena nilai sig. (2-tailed) 0,001 < 0,005, maka Ho ditolak sehingga Ha diterima. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pola komunikasi keluarga dengan perkembangan emosional pada anak TK Pertiwi 2 Todanan.   Kesimpulan; Dari hasil penelitian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan penerapan pola komunikasi keluarga dengan perkembangan emosi anak usia prasekolah di TK Pertiwi 2 Todanan. 
EFEKTIFITAS AIR PERASAN JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIIFOLIA) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DI DESA BUGEL KECAMATAN GODONG KABUPATEN GROBOGAN Gigih Kenanga Sari; Anita Lufianti; Ella Laela Musyarofah
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2020): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang: Hiperkolesterolemia merupakan pemicu penyakit mematikan seperti jantung dan stroke. Di era globalisasi ini, banyak orang yang melupakan pentingnya pola hidup sehat sehingga tidak sedikit orang yang terkena hiperkolesterolemia. Obat kimia jika dikonsumsi jangka panjang akan mengakibatkan efek samping, sehingga perlu terapi nonfarmakologi untuk mengatasinya. Salah satu terapi nonfarmakologi untuk menurunkan kadar koleterol tinggi adalah dengan pemberian air perasan jeruk nipis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian air jeruk nipis di Desa Bugel Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan.Metode: Penelitian ini menggunakan desain rancangan semu (Quasy Eksperimental) dan rancangan penelitian menggunakan Thereversed Non-Equivalent with Control Group pre-test and post-test Design. Teknik sampling yang digunakan adalah Sampel Random sampling keseluruhan populasi menjadi sampel, dan didapatkan 15 responden.Hasil: Hasil uji hipotesa dengan menggunakan uji wilcoxon pada pengaruh pemberian jeruk nipis 0,001 dari hasil tersebut air perasan jeruk nipis efektif menurunkan kadar kolesterol.Simpulan: Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa jeruk nipis efektif dalam menurunkan kadar kolesterol pada pederita hiperkolesterolemia.
PENGARUH PEMBERIAN JUS JAMBU BIJI TERHADAP PERUBAHAN INDEKS MASSA TUBUH PADA ORANG DENGAN HIV- AIDS Festy Mahanani Mulyaningrum; Anita Lufianti
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2021): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang: Penderita HIV-AIDS (di Indonesia dikenal dengan ODHA) mengalami penurunan daya tahan tubuh secara terus menerus disertai dengan memburuknya kondisi gizinya yang dinyatakan dalam Body Mass Index (IMT).Jambu biji mengandung flavonoid, tanin 17,4%, fenolat 575,3 mg/g, dan minyak atsiri. Daun jambu biji merupakan alternatif lain sebagai sumber antioksidan yang berasal dari senyawa yang terkandung dalam daun jambu biji. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji terhadap IMT pada ODHA di KDS Grobogan. Status gizi responden diukur dengan indeks massa tubuh dan recall 24 jam terhadap asupan gizi hariannya. Uji beda menggunakan Mann Whitney, Independent T-test, dan Dependent T-test. Metode : Quasi Experimental dengan Non Equivalent Control Group Design. Dua kelompok dilakukan untuk penelitian ini. Kelompok pertama adalah kelompok kontrol tanpa suplemen ekstrak daun jambu biji, sedangkan kelompok kedua (kelompok intervensi) diberikan suplemen ekstrak daun jambu biji satu kapsul/hari selama 20 hari. 25 Responden untuk setiap kelompok dipilih dengan teknik purposive sampling dan harus memenuhi kriteriaHasil : Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan perubahan IMT yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,182) tetapi terjadi peningkatan IMT sebesar 0,07 ± 0,48 pada kelompok intervensiKesimpulan : Perubahan IMT tidak meningkat 72% pada kelompok kontrol dan 48% pada kelompok intervensi. Faktor yang tidak dapat dikontrol dalam penelitian ini adalah lamanya seseorang menderita HIV.