Sutrisno
Universitas An Nuur

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH AROMATERAPI DUPA LAVENDER TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRESS SAAT PENYUSUNAN SKRIPSI PADA MAHASISWA S1 KEPERAWATAN STIKES AN NUR PURWODADI Ni Komang Tri Widayani; Sutrisno; Wahyu Riniasih
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 1 No. 1 (2016): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Latar Belakang; Angka kejadian stres di dunia cukup tinggi, lebih dari 350 juta penduduk dunia mengalami stres dengan peringkat ke-4 di dunia. Hasil survey di Universitas Indonesia di dapatkan hasil bahwa mahasiswa yang sedang skripsi 50% mengalami stres. Hal ini dapat diatasi dengan terapi non farmakologi menggunakan aromaterapi dupa lavender untuk menurunkan tingkat stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengaruh aromaterapi dupa lavender terhadap penurunan tingkat stress saat penyusunan skripsi pada mahasiawa S1 Keperawatan Stikes An Nur angkatan 2013.   Metode; Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan pendekatan pre-test-post-test with control group. Teknik sampling yang digunakan adalah probalility Sampling dengan metode sampling acak sederhana (simple random sampling) dan didapatkan 58 responden.   Hasil; Berdasarkan analisa menggunakan SPSS 16.0 diperoleh nilai rata-rata (mean) penurunan tingkat stres pada kelompok eksperimen adalah 2.76, sedangkanpenurunan tingkat stres pada kelompok kontrol adalah .00. selain itu hasil dari uji pair t test pada kelompok eksperimen diperoleh nilai Pv = 0.000 (alpha = 0.05) yang menunjukkan adanya pengaruh aromaterapi dupa lavender terhadap penurunan tingkat stres saat penyusunan skripsi pada mahasiswa S1 Keperawatan Stikes An Nur angkatan 2013, sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai Pv = 1.000 (alpha=0.05) yang menunjukkan tidak ada pengaruh pada kelompok kontrol. selain itu hasil uji man whitney diperoleh nilai Pv = .000 (alpha=0.05) yang menunjukkan adanya perbedaan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kesimpulan; Berdasarkan penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh aromaterapi dupa lavender terhadap penurunan tingkat stress saat penyusunan skripsi pada mahasiawa S1 Keperawatan STIKES An Nur Purwodadi. 
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM DETEKSI DINI PENYAKIT DBD DI DESA DEPOKKECAMATAN TOROH KABUPATEN GROBOGAN Burhaenul; Sutrisno; Wahyu Dewi Hapsari
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 1 No. 1 (2016): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Latar Belakang: Data di Indonesia pada tahun 2015 jumlah penderita DBD yang dilaporkan sebanyak 129.650 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 1.071 orang. Perilaku penanganan DBD memiliki pengaruh terhadap kejadian DBD. Pengetahuan masyarakat tentang penyakit DBD akan mempengaruhi cara berpikir dalam berusaha agar masyarakat tidak sampai terkena penyakit DBD dan apabila masyarakat ada yang sakit DBD dapat segera mengetahui tingkat keparahan secara baik yang akhirnya segera mendapat pengobatan dan perawatan yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku masyarakat dalam deteksi dini penyakit DBD di Desa Depok Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.   Metode: Penelitian ini merupakan penelitian studi kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Desa Depok Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan yang pernah menderita DBD. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling dengan Random Sampling sebanyak 70 orang. Uji Hipotesis yang digunakan adalah Chi-Square sebagai Analisis Statistik.   Hasil: Dalam penelitian ini hasil p value = 0.000 < 0.005. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya ada hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku masyarakat dalam deteksi dini penyakit DBD di Desa Depok Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.   Simpulan: Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku masyarakat dalam deteksi dini penyakit DBD di Desa Depok Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan. 
PENGARUH POLA MAKAN TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MTs N PENAWANGAN Alfiatu Mustofiah; Sutrisno; Wahyu Dewi Hapsari
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 2 No. 1 (2017): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia terutama negara berkembang yang diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia. Anemia banyak terjadi pada masyarakat terutama pada remaja putri. Anemia pada remaja sampai saat ini masih cukup tinggi, menurut World Health Organization (WHO) (2013), prevalensi anemia dunia berkisar 40-88%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pola makan terhadap kejadian anemia pada remaja putri MTs N Penawangan Kabupaten Grobogan.   Metode: Penelitian ini merupakan penelitian studi kuantitatif dengan pendekatan case control, populasi dalam penelitian ini adalah siswi MTs N Penawangan yang mengalami anemia. Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan sampel 65 orang. Uji Hipotesis yang digunakanadalah Chi-Square sebagai Analisis Statistik.   Hasil: Dalam penelitian ini hasil p value = 0.000 < 0.005. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya ada pengaruh pola makan terhadap kejadian anemia di MTs N Penawangan.   Simpulan: Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pola makan terhadap kejadian anemia pada remaja putri MTs N Penawangan. 
PENGARUH FAKTOR GENETIK DAN POLA MAKAN TEHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA KELAS VII, VIII, IXDI SMP NEGERI 2 NGARINGAN Sutrisno
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2019): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 LatarBelakang : Obesitas mulai menjadi masalah kesehatan yang serius di seluruh dunia. Menurut data OECD (2017) di Amerika obesitas banyak diderita oleh warga yang berumur 15 tahun, yang tercatat sebanyak 38,2 %. Sedangkan di Indonesia obesitas banyak dialami oleh wanita yang berumur 15 tahun angka obesitas tercatat 5,7%. Obesitas dipengaruhi oleh faktor internal yaitu dari genetik atau keturunan yaitu sebanyak 45%. Dan faktor eksternal yaitu gaya hidup, gaya hidup ini meliputi pola makan sebanyak 40% dan kurang berolahraga atau aktivitas yaitu sebanyak 15%. Tujuan penelitian yaitu mengetahui ada tidaknya pengaruh faktor genetik terhadap kejadian obesitas pada remaja.   Metode : Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah case control dengan menggunakan pendekatan retrospective yaitu suatu penelitian yang mencari pengaruh antara variabel independent dan dependent yang diidentifikasi pada waktu penelitian dengan melihat faktor resiko atau terjadinya pada waktu yang lalu. Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan metode purposive sampling, dan didapatkan 34 responden. Hasil: Berdasarkan analisis menggunakan komputerisasi dengan uji chi-square diperoleh nilai p =0,000 < alpha =0,05 untuk obesitas dengan factor genetik dengan odds ratio 21,778. Kesimpulan : Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada factor genetik terhadap kejadian obesitas. 
EFEKTIVITAS PEMBERIAN JUS BUAH ALPUKAT TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DI DESA NGABENREJO KECAMATAN GROBOGAN KABUPATEN GROBOGAN Purhadi; Nurulistyawan Tri Purnanto; Sutrisno
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2019): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang: Saat ini penderita penyakit jantung cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, yang disebabkan seiring kemajuan era globalisasi modern sehingga banyak orang melupakan pentingnya pola hidup sehat dan konsumsi makanan yang sehat yang berakibat pada peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Hiperkolesterolemia merupakan keadaan dimana tingginya kadar kolesterol dalam darah melebihi 200 mg/dl. Hiperkolesterolemia. Terapi jus buah alpukat adalah salah satu penatalaksanaan yang dapat di gunakan untuk menurunkan kadar kolesterol pada seseorang yang mengalami hiperkolesterolemia. Penelitian ini bertujun untuk mengetahui efektivitas pemberian jus buah alpukat terhadap penurunan kadar kolesterol di desa Ngabenrejo Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan.   Metode- Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi experiment dengan metode one group pre test post test. Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling sebanyak 15 responden.   Hasil- Berdasarkan hasil uji yang dilakukan didapatkan kadar kolesterol sebelum pemberian jus buah alpukat diperoleh nilai rata-rata sebesar 210.07 mg/dl sedangkan kadar kolesterol setelah pemberian jus buah alpukat diperoleh nilai rata-rata sebesar 195.27 mg/dl. Hasil analisa data menggunakan Uji Paired t Test didapatkan hasil uji t berpasangan pada sig (2- tailed) diperoleh nilai significansi 0.000 (p-value < 0,05).   Simpulan- Berdasarkan hasil Uji Paired t Test disimpulkan bahwa pemberian jus buah alpukat efektif dalam menurunkan kadar kolesterol di Desa Ngabenrejo Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan. 
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KADAR GULA DARAHPADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI DESA DEPOKKECAMATAN TOROH Sutrisno; Oktha Alfiani; Ariefatun Nisa
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 9 No. 1 (2024): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang: Diabetes melitus adalah gangguan metabolisme yang berlangsung lama yang menyebabkan peningkatan glukosa darah. Hal ini terjadi karena ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan, yang memungkinkan glukosa masuk ke dalam sel untuk metabolisme dan pertumbuhan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 572 juta orang di seluruh dunia yang menderita diabetes pada tahun 2021 , dengan 19,5 juta di Indonesia. Puskesmas Toroh melaporkan pada Januari 2020 bahwa 1.064 orang, atau 96,90% dari populasi, menderita diabetes, dengan 69 kasus di Desa Depok Kecamatan Toroh.   Tujuan : untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat stres dan kadar gula darah pasien diabetes melitus di Desa Depok, Kecamatan Toroh.   Metodologi; desain case control retrospektif. Dalam penelitian ini, sampel dari 50 orang yang didiagnosis dengan DM diambil dengan teknik sampel purposive sampling dan uji chi square.   Hasil; Hasil penelitian di Desa Depok menunjukkan hubungan antara tingkat stres dan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus, dengan nilai p-value sebesar 0,034 < α (0,05). Nilai odds-ratio sebesar 0,185 menunjukkan bahwa responden dengan tingkat stres 0,185 kali memiliki kadar gula darah yang tidak normal.   Kesimpulan; Kesimpulan ada ada hubungan tingkat stress dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di desa Depok. 
EFEKTIVITAS ACTIVE CYCLE OF BREATHING TECHNIQUE DAN INHALASI SEDERHANA DENGAN DAUN MINT TERHADAP SESAK NAFAS PADA PENDERITA TUBERKULOSIS DI WILAYAHKERJA PUSKESMAS PURWODADI 1 Sutrisno; Ledia Evita Serliana; Riska Indrayati
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2025): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang; Tuberkulosis suatu keadaan disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Salah satu gejala yang muncul pada tuberkulosis yaitu sesak nafas pada penyakit tuberkulosis yang infiltrasinya sudah setengah bagian paru-paru. Rendahnya keberhasilan dalam mengatasi sesak nafas pada penderita tuberkulosis sehingga dilakukan pemberian yaitu teknik active cycle of breathing technique dan inhalasi sederhana dengan daun mint. Tujuan; Untuk mengetahui efektivitas active cycle of breathing technique dan inhalasi sederhana dengan daun mint terhadap sesak nafas pada penderita tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Purwodadi 1.   Metodologi; Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian quasy eksperimen dengan desain penelitian pretest-postest control group design. teknik yang digunakan penelitian ini simple random sampling dengan total 42 responden di wilayah kerja Puskesmas Purwodadi 1.   Hasil; Hasil uji wilcoxon kelompok intervensi diperoleh p value = 0,000 < α (0,05) dan pada kelompok kontrol diperoleh p value = 0,157 > α (0,05) tidak terdapat perubahan yang signifikan.   Kesimpulan; Ada perbedaan active cycle of breathing technique dan inhalasi sederhana dengan daun mint terhadap sessak nafas pada penderita tuberkulosis wilayah kerja Puskesmas Purwodadi 1 
EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE DAN KOMPRES SERAI TERHADAP PENURUNAN DISMINOREA DI ASRAMA PUTRI UNIVERSITAS AN NUUR Elisa Nurhalimah; Sutrisno; Fitriani
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2020): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang: Dismenorea umum terjadi dikalangan remaja dan wanita muda.  Nyeri menstruasi atau dismenorea merupakan sakit saat haid menjelang atau selama haid. Angka kejadian dismenorea di dunia sangat besar. Rata-rata lebih dari 50% perempuan di seluruh dunia mengalami dismenorea. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitaskompres jahe dan kompres serai terhadap penurunan disminorea di asrama putri Universitas An Nuur Purwodadi.Metode; Pada penelitian ini menggunakan desain Quasi Experimen, dengan rancangan The Reversed-Threatment Non Equivalent Control Group Design with pretest and posttest., Hasil; berdasarkan uji Paire T Test kedua kelompok diperoleh nilai ρ value 0.000<0.05 Ho ditolak Ha diterima. yang berarti terdapat pengaruh kompres jahe dan kompres serai terhadap disminorea di asrama putri Universitas Annur Purwodadi.Simpulan; Dari hasil penelitian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan efektifitas kompres jahe dan kompres serai terhadap penurunan disminorea di asrama putri Universitas An Nuur Purwodadi.
PENGARUH PERSONAL HYGIENE TERHADAP PREVALENSI KEJADIAN SKABIES: A LITERATURE REVIEW Dian Savita; Sutrisno; Nurulistyawan Tri Purnanto
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2021): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang: Skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei varietas hominis dengan insidensi dan prevalensi berkisar dari 0,2% - 71% sejak tahun 2017 di dunia, skabies termasuk penyakit kulit endemis di daerah tropis sehingga dimasukkan kedalam Neglected Tropical Diseases (NTDs). Skabies dapat dipengaruhi olehberbagai faktor, salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap kejadian skabies adalah personal hygiene, karena semakin buruk tingkat personal hygiene seseorang maka akan semakin besar resiko tertular penyakit skabies.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif dengan rancangan Literature Review. Strategi pencarian artikel atau jurnal menggunakan metode PICO, istilah pencarian artikel melalui Medical Subject Heading (MeSH) yang dikombinasikan dengan operator Boolean (AND, OR, NOT). Sumber data sekunder yangdidapat berupa artikel atau jurnal yang relevan dengan topik menggunakan database Proquest, Pubmed, Science Direct, SAGE Journals dan Google Sholar.Hasil: Artikel yang didapat sebanyak 309 kemudian dinilai dan disaring menjadi 10 artikel yang akan di analisa yaitu studi cross sectional (9 artikel) dan case control (1 artikel). Berdasarkan 10 artikel tersebut menunjukkan bahwa personal hygiene yang buruk berpengaruh terhadap prevalensi kejadian skabies. Skabies dapat terjadi pada anak usia sekolah, remaja, dan dewasa muda yang memiliki personal hygiene buruk dan tinggal bersama dengan penderita skabies.Kesimpulan: Prevalensi skabies ditemukan signifikan pada personal hygiene yang buruk dan terdapat pengaruh personal hygiene terhadap prevalensi kejadian skabies.  
HUBUNGAN KECEPATAN PERTOLONGAN PERTAMA KELUARGA PENDERITA HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN STROKE PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH UPTD PUSKESMAS PURWODADI I Sutrisno; Christina Nur Widayati; Ulfa Rukhanah
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 7 No. 2 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang ; Di dunia penderita hipertensi mencapai 1,28 miliar jiwa, Afrika 27%, Malaysia 38%, Singapura 34,6%, Thailand 34,2%, Indonesia 34,1%, Jawa Tengah 12,9%, Jawa Timur 8,01%, Jawa Barat 9,67%, dan di Grobogan memiliki  446.996 penderita hipertensi.  Prevalensi stroke di dunia mencapai 13,7 juta, di Indonesia 10,9 per angka kejadian stroke tertinggi sebesar 14,7%, Papua 4,7% serta di Jawa Tengah 7,57%. Kejadian stroke pada penderita hipertensi dapat diminimalisir dengan kecepatan pertolongan pertama yang dilakukan oleh keluarga penderita hipertensi untuk membawa ke pelayanan kesehatan sesuai golden time periode (≤ 3 jam). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kecepatan pertolongan pertama keluarga penderita hipertensi dengan kejadian stroke pada penderita hipertensi. Metodologi ; Rancangan penelitian case control dengan pendekatan retrospektif. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Responden yang diteliti sebanyak 44 orang yaitu keluarga dari penderita hipertensi yang mengalami stroke dan yang tidak mengalami stroke. Analisis data menggunakan Chi Square Test. Hasil ; Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan kecepatan pertolongan pertama keluarga penderita hipertensi dengan kejadian stroke pada penderita hipertensi dengan p value=0,000<α=0,05 dengan odds ratio sebesar 0,005.Kesimpulan : Ada hubungan kecepatan pertolongan pertama keluarga penderita hipertensi dengan kejadian stroke pada penderita hipertensi dengan hasil p value = 0,000<a=0,05 serta odds ratio sebesar 0,005 artinya kecepatan keluarga dalam membawa pasien hipertensi 0,005 kali penderita hipertensi tidak mengalami stroke.