Umi Kalsum
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pandangan Filosofis (Konsep Tentang Hakikat Ilmu Pengetahuan dan Perkembangan IPTEK) Sebagai Landasan Pendidikan Islam Umi Kalsum
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 6 (2023): November: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v2i6.885

Abstract

Filsafat adalah philosophy is mother of sciense merupakan ibu dari ilmu pengetahuan yang bersumber dari akal yang terjadi berproses dan aktivitas berpikir yang dilakukan oleh manusia sehingga melahirkan ilmu pengetahuan. Hal tersebut menjadikan manusia disebut Homo sapiens, Animal Rationale, Animal Symbolicum, Homo Loquens, Talking Animal, dan Al Hayawan An Natiq. Ilmu merupakan suatu sarana dan proses untuk mencari kebenaran sehingga manusia dapat mengalami kemajuan peradaban dalam hidupnya. Adanya proses keilmuan manusia merupakan suatu proses untuk mencari dan mendapatkan pengetahuan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa akal sebagai perangkat dan sumber pengetahuan dapat melahirkan pengetahuan, namun sifat tetap bersifat spekulatif dan tentatif. Dalam filasafat Islam akal bukan sumber satu-satunya sebagai alat untuk mencari dan menemukan kebenaran, terdapat sumber lainnya dalam fisfat Islam disebut dengan, bayani, burhani, dan irfani.
KONSEP PENELITIAN CASUAL-COMPARATIVE (EX POST FACTO RESEARCH) Herman Darmawan; Umi Kalsum; Hilmi Mizani; Dina Hermina
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 6 (2023): November: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v2i6.886

Abstract

Salah satu penelitian dengan jenis kuantitatif memiliki banyak jenis yang bisa dipakai dalam penguakan berbagai kasus, di antaranya korelasional, eksperimen, komparatif dan semacamnya. Salah satu yang menjadi perhatian dalam penelitian ini ialah kasual-komparatif. Jenis penelitian ini berupaya untuk mengungkap sebuah fakta yang terjadi belakangan tanpa mencoba untuk memanipulasi variabel independent. Maka dari itu, penelitian ini juga berupaya untuk mengungkap seluk beluk penelitian kasual-kompratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research. Adapun penelitian ini menghasil temuan bahwa penelitian kasual komparatif yang dalam bahasa latin disebut dengan ex post facto yang berarti bahwa Penelitian kasual-komparatif berguna untuk menyelidiki efek atau hubungan antara variabel-variabel yang sulit atau tidak etis untuk dimanipulasi secara eksperimental. Ini dapat digunakan untuk memahami dampak faktor-faktor tertentu pada hasil atau fenomena tertentu. Sementara kelebihannya ialah memungkinkan peneliti untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat tanpa manipulasi eksperimental, berguna dalam situasi di mana eksperimen sejati tidak mungkin dilakukan. Adapun kekurangannya tidak dapat mengesampingkan variabel-variabel pengganggu (confounding variables), Tidak dapat menentukan sebab-sebab secara pasti karena sifat observasionalnya.
Desain Model Kurikulum Pendidikan Agama Islam Umi Kalsum; Suraijiah; Mila Hasanah
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 3 No. 3 (2024): Mei Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v3i3.1083

Abstract

Model desain adalah kerangka kerja yang digunakan untuk menciptakan dan mengembangkan sesuatu dengan tujuan mencapai hasil yang diharapkan. Dalam konteks pendidikan, kurikulum memegang peran yang sangat penting. Secara khusus, kurikulum mencakup semua kegiatan dan pengalaman yang berpotensi memperkaya isi dan materi pembelajaran yang disusun secara alamiah, baik di dalam maupun di luar kelas. Semua komponen pembelajaran ini difokuskan pada pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Dalam konteks Pendidikan Islam, tujuannya bersifat komprehensif, meliputi aspek dunia dan ukhrawi. Pendidikan ini bertujuan membentuk individu Muslim yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia. Dengan demikian, pendidikan Islam tidak hanya menekankan aspek akademis, tetapi juga aspek spiritual dan moral yang bertujuan membentuk karakter yang utuh dan berintegritas.