Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Edukasi Gizi Seimbang pada Masa Pandemi Covid-19 sebagai Pencegahan Balita Stunting bagi Kader Posyandu Permatasari, Tria Astika Endah; Hirfa Turrahmi, Hirfa; Illavina, Illavina
-
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan risiko peningakatan prevalensi stunting pada balita. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting melalui edukasi yang terus menerus. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap kader posyandu mengenai pesan gizi seimbang yang diberikan secara berseri melalui media sosial di wilayah Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah melalui media sosial (whatsapp group) dengan cara memberikan pesan secara berseri sesuai dengan 4 (empat) pilar gizi seimbang  yang mencakup 1) konsumsi makanan beraneka ragam, 2) Perilaku Hidup Bersh dan Sehat (PHBS), 3) pemantauan berat badan, dan 4) aktivitas fisik.  Pesan diberikan kepada 42 kader yang berasal dari Desa Tangkil dan Desa Pasir Buncir, masing-masing 21 orang kader untuk setiap desa yang dilakukan selama Bulan Juli-Agustus tahun 2020. Hasil edukasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan mengenai gizi seimbang terkait pencegahan terjadinya stunting pada balita dari 77,52±10,82 SD saat pre-test menjadi 82,19±9,93 SD saat posttest. Selain itu, rata-rata skor sikap juga meningkat dari 40,21±6,67 SD menjadi 44,48±5,44 SD. Kader posyandu diharapkan dapat menjadi agen perubahan perilaku pencegahan stunting melalui edukasi kepada orang tua balita untuk mencegah terjadinya stunting di masa pandemi Covid-19.---The Covid-19 pandemic causes an increased risk of stunting prevalence in children under five. One of the efforts that can be made to prevent stunting is through continuous education. The purpose of this community service activity (PKM) is to increase the knowledge and attitudes of posyandu cadres regarding the message of balanced nutrition given in series through social media in the Caringin District, Bogor Regency. The method used in this PKM activity is through social media (Whatsapp group) by giving messages in a series according to the 4 (four) pillars of balanced nutrition which includes 1) consumption of a variety of foods, 2) Behavior of Clean and Healthy Living (PHBS), 3) monitoring of body weight, 4) physical activity. Messages were given to 42 cadres from Tangkil Village and Pasir Buncir Village, every 21 cadres conducted during July-August 2020. PKM results show that there is an increase in the average knowledge score of 77.52 ± 10, 82 SD (before) became 82.19 ± 9.93 SD. In addition, the average attitude score increased from 40.21 ± 6.67 SD to 44.48 ± 5.44 SD. Posyandu cadres are expected to become agents of behavior change in preventing stunting by educating parents of toddlers to prevent stunting during the Covid-19 pandemic.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN INTELEKTUAL (IQ), KECERDASAN EMOSIONAL (EQ), DAN KECERDASAN SPIRITUAL (SQ) DENGAN KINERJA BIDAN DI RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA TAHUN 2012 Hirfa Turrahmi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2016: PROSIDING KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM SUSTAINABLE DEVE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.76 KB)

Abstract

Secara nasional sebanyak 44% kematian ibu terjadi di rumah sakit. Sehingga kualitas pelayanan dan ketepatan waktumerujuk dari pelayanan dasar perlu untuk ditingkatkan.i Harni Kusno (ketua IBI 2012) menggambarkan profesi bidandalam memberikan pelayanan kesehatan haruslah sabar, penuh perhatian, cinta, menyentuh, mendengarkan, penuhpengertian, pendamping perempuan dan keluarganya, memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan praktekkebidanan. ii dalam masa persalinan diperlukan kinerja bidan yang tidak hanya menguasai pengetahuan danketerampilan praktek kebidanan, namun lebih dari itu, untuk mengambil keputusan dalam waktu yang singkat selamaproses persalinan, bidan harus berhadapan dengan ibu, keluarga, fasilitas/profesi rujukan terkait lainnya, untukmencapai keberhasilan pelayanan diperlukan sejenis keterampilan lain yakni; kecerdasan Intelektual,kecerdasanemosional dan Kecerdasan spiritual Mengetahui hubungan faktor individu (pendidikan, usia dan masa kerja),kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan Emosional (EQ), dan kecerdasan Spiritual (SQ) dengan kinerja bidan. Methodayang digunakan adalah cross sectional dengan teknik analisa logistic linier. Populasi sekaligus sampel dalam penelitianini adalah seluruh bidan yang bekerja di ruang rawat kebidanan Rumah Sakit Islam.Variabel faktor individu,kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual menggunakan data primer dan variabel kecerdasan intelektualmwnggunakan data sekunder. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak statistik, analisis bivariat untuk melihathubungan variabel independen dan variabel dependen dengan menggunakan uji beda dengan metode Chi Square, dananalisis multivariat yang digunakan adalah logistik regresi ganda untuk melihat hubungan secara simultan variabelindependen dengan variabel dependen. Hasil penelitian analisis univariat menunjukan dari 86 responden, bidan yangmemiliki kinerja baik 57%, pendidikan D3 Kebidanan ditambah pelatihan 65,1%, berusia <30 tahun 84,9%, kecerdasanintelektual di atas rata-rata 58,1%, kecerdasan emosional di atas rata-rata 58,1%, dan kecerdasan spiritual kurang darirata-rata 58,1%. Analisis bivariat didapatkan hubungan yang bermakna antara kecerdasan intelektual (pvalue 0,029),kecerdasan emosional (pvalue 0,046), kecerdasan spiritual (pvalue 0,048), dan faktor individu: pendidikan (pvalue0,029), usia (pvalue 0,09), masa kerja (pvalue 0,036). Analisis multivariat dengan seleksi variabel yang masuk syaratregresi logistik ganda (pvalue< 0,25) dan keenam variabel di atas memenuhi syarat masuk ke model. Pada model akhirdidapatkan hasil bahwa setiap penambahan kecerdasan spiritual bidan akan meningkatkan kinerja bidan (koefisienregresi: 0,617). Setiap penambahan kecerdasan emosional bidan akan meningkatkan kinerja bidan dalam persalinan(koefisien regresi: 0,611). Setiap penambahan pendidikan bidan dengan pelatihan akan meningkatkan kinerja bidan(koefisien regresi: 0,533). Setiap penambahan kecerdasan intelektual bidan akan meningkatkan kinerja bidan (koefisienregresi: 0,26). Setiap penambahan masa kerja akan menurunkan kinerja bidan (koefisien regresi: -0,141). Setiappenambahan usia akan menurunkan kinerja bidan (koefisien regresi:-0,058). Secara keseluruhan dengan konstanta sebesar 1,344 menyatakan bahwa jika tidak ada faktor kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ), kecerdasan intelektual (IQ) dan faktor individu (pendidikan, usia, masa kerja) maka kinerja bidan akan menurun sebesar1,344. Kesimpulan: guna meningkatkan kinerja bidan diperlukan pelatihan secara kontinu guna meningkatkankecerdasan Intelektual, senantiasa difasilitasi dalam penambahan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.Kata Kunci: Bidan, Kinerja, kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ), Kecerdasan Spiritual (SQ).
Edukasi Gizi Seimbang bagi Kader Posyandu pada Masa Pandemi Covid-19 sebagai Pencegahan Balita Stunting di Kabupaten Bogor Tria Astika Endah Permatasari; Hirfa Turrahmi; Illavina Illavina
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): As-Syifa: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.1.2.67-78

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan risiko peningakatan prevalensi stunting pada balita. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting melalui edukasi yang terus menerus. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap kader posyandu mengenai pesan gizi seimbang yang diberikan secara berseri melalui media sosial di wilayah Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah melalui media sosial (whatsapp group) dengan cara memberikan pesan secara berseri sesuai dengan 4 (empat) pilar gizi seimbang  yang mencakup 1) konsumsi makanan beraneka ragam, 2) Perilaku Hidup Bersh dan Sehat (PHBS), 3) pemantauan berat badan, dan 4) aktivitas fisik.  Pesan diberikan kepada 42 kader yang berasal dari Desa Tangkil dan Desa Pasir Buncir, masing-masing 21 orang kader untuk setiap desa yang dilakukan selama Bulan Juli-Agustus tahun 2020. Hasil edukasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan mengenai gizi seimbang terkait pencegahan terjadinya stunting pada balita dari 77,52±10,82 SD saat pre-test menjadi 82,19±9,93 SD saat posttest. Selain itu, rata-rata skor sikap juga meningkat dari 40,21±6,67 SD menjadi 44,48±5,44 SD. Kader posyandu diharapkan dapat menjadi agen perubahan perilaku pencegahan stunting melalui edukasi kepada orang tua balita untuk mencegah terjadinya stunting di masa pandemi Covid-19.---The Covid-19 pandemic causes an increased risk of stunting prevalence in children under five. One of the efforts that can be made to prevent stunting is through continuous education. The purpose of this community service activity (PKM) is to increase the knowledge and attitudes of posyandu cadres regarding the message of balanced nutrition given in series through social media in the Caringin District, Bogor Regency. The method used in this PKM activity is through social media (Whatsapp group) by giving messages in a series according to the 4 (four) pillars of balanced nutrition which includes 1) consumption of a variety of foods, 2) Behavior of Clean and Healthy Living (PHBS), 3) monitoring of body weight, 4) physical activity. Messages were given to 42 cadres from Tangkil Village and Pasir Buncir Village, every 21 cadres conducted during July-August 2020. PKM results show that there is an increase in the average knowledge score of 77.52 ± 10, 82 SD (before) became 82.19 ± 9.93 SD. In addition, the average attitude score increased from 40.21 ± 6.67 SD to 44.48 ± 5.44 SD. Posyandu cadres are expected to become agents of behavior change in preventing stunting by educating parents of toddlers to prevent stunting during the Covid-19 pandemic.
EDUKASI KEMANANAN PANGAN DAN GIZI BAGI KADER POSYANDU PADA MASA PANDEMI COVID-19 Tria Astika Endah Permatasari; Hirfa Turrahmi; Illavina
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 6 No 1 (2023): APTEKMAS Volume 6 Nomor 1 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/apts.v6i1.6378

Abstract

During the Covid-19 pandemic, food processing that is halal, safe, and nutritious is necessary to increase immunity and maintain health. The purpose of this community service is to provide education on 'basil' (food safety and nutrition) which includes processing food that is halal, safe, healthy, and nutritious for posyandu cadres during the Covid-19 pandemic. The activity was carried out through a zoom meeting application for 30 posyandu cadres in Pasir Buncir Village in March-April 2021. The material provided covered the concept of halal, safe, healthy, and nutritious food processing. The success of the activity is measured using a pretest and posttest. Data were analyzed using the dependent t-test for the one-group pretest-posttest design. The results showed that there was a significant increase in the average knowledge score (p = 0.001) for posyandu cadres between the pre-test, namely 60.0 to 86.5 during the post-test. Food safety education programs need to be carried out in stages from posyandu cadres to pregnant women so that food safety and nutrition practices can be directly implemented in the food supply at the household level.
HUBUNGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR DENGAN TUMBUH KEMBANG BAYI DI PUSKESMAS KECAMATAN SAWAH BESAR TAHUN 2021 Hirfa, Turrahmi
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 7 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61720/jib.v7i1.351

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), the infant mortality rate (IMR) has decreased in recent years. In 2017, the infant mortality rate was 29 deaths per 1000 live births. According to the Central Statistics Agency (BPS), the Infant Mortality Rate (IMR) in DKI Jakarta in 2012 was 22 per 1000 live births, and in 2015 the infant mortality rate was 18 per 1000 live births.2 Basic immunization is very important. given to infants aged 0-12 months to provide immunity from diseases that can be prevented by immunization (PD3I), including Tuberculosis, Diphtheria, Pertussis, Tetanus, Polio, Hepatitis B and Measles. The occurrence of growth and development can be caused because development is closely related to the maturation of individual organ functions. Therefore, this study examines whether there is a relationship between immunization and infant growth and development. This type of research uses a quantitative descriptive method with a cross sectional approach. The population in this study was the total number of infants who were given basic immunization at the Sawah Besar District Health Center. The sampling technique is by random sampling. The results showed that the percentage of basic immunization for infants was 85.7%, incomplete immunization was 14.3%. The percentage of good growth and development is 91.6%, growth is not good 8.6%. The conclusion that there is a relationship with the provision of basic immunization with infant growth and development P(0.000).
THE RELATIONSHIP BETWEEN BODY MASS INDEX (BMI), ALBUMIN LEVELS, MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP), AND FOOD INTAKE ON THE INCIDENCE OF PREECLAMPSIA: A PROSPECTIVE COHORT STUDY Hirfa Turrahmi; Tria Astika Endah Permatasari; Heri Rosyati; Elli Hidayati
Muhammadiyah International Public Health and Medicine Proceeding Vol. 3 No. 1 (2023): PROCEEDING MUHAMMADIYAH INTERNATIONAL PUBLIC HEALTH AND MEDICINE CONFERENCE - T
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61811/miphmp.v3i1.391

Abstract

Preeclampsia and eclampsia have the greatest impact on the morbidity and mortality of pregnant women and newborns. Management of patients with manifestations of preeclampsia requires a well-formulated plan that takes into account maternal risk factors, clinical, laboratory, and imaging (X-ray) findings, and time of onset gestational age, and delivery. The purpose of this study was to determine the relationship between body mass index (BMI), albumin levels, mean arterial pressure (MAP), and food intake on the incidence of preeclampsia. This prospective cohort study was conducted at the Community Health Centers working area of ​​Central Jakarta from October 2021 to May 2022. A sample of 167 pregnant women was selected using consecutive sampling with inclusion criteria of 13-16 weeks gestation and was willing to participate in the research program. Samples who had communication disorders were on routine medication, and had a history of other diseases, except for hypertension, were excluded from the study. Data processing uses the SPSS 22.0 program with independent t-test and chi-square test analysis. The results showed that 8.4% of pregnant women with preeclampsia were positive, there was a significant relationship between age (p = 0.042; RR = 2.99; 95% CI: 1.00-9.16); spacing of pregnancies (p= 0.008; RR= 3.97; 95% CI: 1.46-10.78); maternal history of hypertension (p= 0.002; RR= 5.18; 95% CI: 1.98-13.59); BMI in early pregnancy (p= 0.001; RR= 6.02; 95% CI: 1.98-18.28); albumin level (p= 0.001; RR= 13.48; 95% CI: 1.80-100.69); MAP (p< 0.001; RR= 10.93; 95%CI: 4.47-26.70); animal protein intake (p= 0.024; RR= 3.13; 95%CI: 1.10-8.91); and vegetable intake (p= 0.038; RR= 2.79; 95%CI: 1.02-7.64) with preeclampsia. Preventing the occurrence of preeclampsia can be done by early examination of albumin levels and maintaining food intake.
Diet and history of infectious diseases affect the incidence of anemia in adolescent girls Turrahmi, Hirfa; Rahayu, Heti; Fitria, Khaulah
International Journal of Health Science and Technology Vol. 6 No. 2 (2024): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/ijhst.v6i2.3805

Abstract

This study was conducted at SMPN 77 Central Jakarta in 2023 to determine the correlation between diet, physical activity and history of infectious diseases with the incidence of anemia in adolescent girls. The research method used is correlative descriptive with a cross-sectional design. The research sample was 114 adolescent girls who were selected by stratified random sampling technique. The results showed that as many as 36.8% of adolescent girls experienced anemia, with a total of 43.0% having a LILA (Upper Arm Circumference) <19 cm. The results of statistical analysis showed that there was a correlation between diet and the incidence of anemia (p=0.000) and OR=53.3 (CI 95%. 6.7 – 420.3) as well as disease history with the incidence of anemia (p=0.000) and OR=17.9 (CI 95%. 6.3 – 50.6). However, no association was found between physical activity and the incidence of anemia (p=0.537). The results of the study concluded that adolescents with poor diets had a 53.3 times greater risk of developing anemia, while adolescents with a history of infectious diseases had a 17.9 times greater risk. This study suggests that adolescents regulate their diet by paying attention to the frequency and type of food consumed and maintaining immunity to avoid infectious diseases and prevent anemia by consuming iron tablets regularly.
Permainan TAK (Terapi Aktivitas Kelompok) sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Jiwa pada Remaja di SMPN 77 Jakarta Pusat Nuraenah, Nuraenah; Widakdo, Giri; Naryati, Naryati; Turrahmi, Hirfa; Adelia, Annisya; Rahayu, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.19373

Abstract

ABSTRAK Remaja sering mengalami perubahan  emosi atau emosi yang  labil,  mudah terpengaruh oleh lingkungan. Idealnya remaja mampu mengatasi tekanan kehidupan yang dihadapinya sehari-hari melalui adaptasi dari kemampuan yang baik dan sesuai maka orang tua memiliki peran dalam memerhatikan kondisi anak secara psikis maupun psikososial anak remaja tersebut. Berdasarkan analisa situasi permasalahan sebelumnya, solusi yang ditawarkan yaitu melakukan kegiatan edukasi dengan Permainan TAK (Terapi Aktivitas Kelompok) sebagai upaya Peningkatan Sehat Jiwa  pada Remaja SMPN77 Jakarta. Dengan adanya  Pengmas  dari FIK. Siswa dan siswi SMPN 77 akan mampu menyelesaikan masalah Emosi dan prilaku   dalam kehidupan berinteraksi setelah mendaptkan Edukasi tentang Peningkata sehat jiwa  melalui permaianan TAK (Terapi Aktivitas Kelompok). Kata Kunci: Remaja, Perilaku, Emosi  ABSTRACT Adolescents often experience emotional changes or unstable emotions, easily influenced by the environment. Ideally, adolescents are able to overcome the pressures of life that they face every day through adaptation of good and appropriate abilities, so parents have a role in paying attention to the psychological and psychosocial conditions of these adolescent children. Based on the analysis of the previous problem situation, the solution offered is to conduct educational activities with TAK Games (Group Activity Therapy) as an effort to Increase Mental Health in Adolescents of SMPN77 Jakarta. With the community service from FIK. Students and students of SMPN 77 will be able to solve emotional and behavioral problems in interacting life after getting education about improving mental health through TAK (Group Activity Therapy) games. Keywords: Adolescents, Behavior, Emotions
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Isyarat Pemberian Makan Bayi Dengan Praktik Pemberian ASI Ristiani, Rensa; Rahmaika Arumsari, Dita; Istiananingsih, Yuni; Turrahmi, Hirfa
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JAIA.626

Abstract

Pemberian ASI secara eksklusif dalam 6 bulan pertama kehidupan berperan krusial dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Namun banyak ibu yang masih mengalami kesulitan dalam memberikan ASI eksklusif. Tingkat cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Sukabumi pada tahun 2023 sebesar 63,58%, menurun hingga 11,12% dari tahun 2022 yaitu sebesar 74,7%. Salah satu aspek yang berperan dalam pemberian ASI adalah pengetahuan ibu terhadap isyarat pemberian makan bayi. Pengetahuan baik tentang isyarat tersebut memungkinkan ibu merespons kebutuhan bayi dengan lebih tepat, sehingga meningkatkan keberhasilan pemberian ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang isyarat pemberian makan bayi dan praktik pemberian ASI di wilayah kerja Puskesmas Nyalindung Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada bulan Oktober 2024. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 58 responden sesuai kriteria inklusi dengan teknik accidental sampling. Analisis statistik menggunakan uji Spearman Rank. Sebanyak 91,4% responden memiliki pengetahuan baik tentang isyarat pemberian makan bayi, dan 69% responden memberikan ASI. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan dan praktik pemberian ASI (p = 0,002; r = 0,407; kategori sedang). Edukasi tentang isyarat pemberian makan bayi perlu dimasukkan dalam konseling menyusui sejak masa kehamilan hingga pascapersalinan. Pendekatan ini dapat meningkatkan keberhasilan pemberian ASI secara eksklusif.