Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengontrolan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Priyono, Nur Nabila Putri; Ardiansyah, Muhammad Fikri Dwi; Naryati, Naryati
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v5i2.47-50

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Pengontrolan tekanan darah pada penderita hipertensi dapat dilakukan dengan cara penurunan berat badan, olahraga, pengaturan diet rendah garam, memperbaiki gaya hidup yang kurang sehat, dan terapi farmakologis. Penelitian sebelumnya mendapati bahwa usaha pengontrolan tekanan darah dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti sikap, pengetahuan, dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan. Faktor-faktor tersebut dapat bervariasi tergantung pada budaya dan wilayah geografis pasien. Objektif: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengontrolan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah Jakarta.Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 42 responden di wilayah Jagakarsa Jakarta selatan dipilih menggunakan metode simple random sampling dengan stratifikasi berdasarkan RW. Pengambilan data dilakukan pada Mei-Juni 2021 dengan teknik wawancara berdasarkan panduan yang telah disusun sebelumnya yang memiliki reliabilitas 0,954. Hasil: Hasil penelitian menggunakan analisis statistic Chi-Square diperoleh bahwa sikap (p-value = 0,047), pengetahuan (p-value = 0,040), dukungan keluarga (p-value = 0,025), dan kepatuhan pengobatan (p-value = 0,040) berhubungan secara signifikan dengan kemampuan mengontrol tekanan darah pasien dengan hipertensi.Implikasi Klinis: Studi ini menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap, pengetahuan, dukungan keluarga, ketaatan minum obat, dan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Kata Kunci: Pengontrolan Tekanan Darah, Sikap, Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Pengobatan.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH Muhayyah, Nada Syaida; Naryati, Naryati
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v3i2.85-90

Abstract

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting yang harus diperhatikan dalam pelayanan kesehatan. Menurut Stuart dan Laraia dalam (Suryani, 2015), komunikasi dalam profesi keperawatan, menjadi sangat penting karena merupakan alat atau metode dalam melaksanakan proses keperawatan. Komunikasi terapeutik diterapkan oleh perawat dalam berhubungan dengan pasien untuk meningkatkan rasa saling percaya, dan apabila tidak diterapkan akan menganggu hubungan terapeutik yang berdampak pada ketidakpuasan pasien. Tujuan penelitian ini diketahui hubungan komunikasi terapeutik terhadap kepuasan pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Jenis penelitian adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 53 pasien. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan cara mendatangi langsung pasien diruang perawatan. Analisa data dilakukan menggunakan uji statistik Spearman. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik terhadap kepuasan pasien (ρ value= 0,020). Diharapkan pada petugas kesehatan khususnya perawat untuk meningkatkan komunikasi secara terapeutik sehingga dapat meningkatkan kepuasan pasien.Kata kunci: Komunikasi Terapeutik, Kepuasan Pasien.
Peningkatan Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur Persiapan Operasi sebagai Upaya Penurunan Kejadian IDO di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Aisyah, Aisyah; Widakdo, Giri; Naryati, Naryati; Rahayu, Siti; Polhapessy, Magafirah Azahawa; Zhafirah, Hafizah Diyanah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.19555

Abstract

ABSTRAK Infeksi Daerah Operasi (IDO) adalah infeksi akibat tindakan pembedahan, dapat mengenai berbagai lapisan jaringan tubuh, superfisial atau dalam. IDO dapat menyebabkan peningkatan angka morbiditas, mortalitas, peningkatan lama rawat serta biaya dan tuntutan pasien yang tentu saja berkaitan erat dengan mutu dan layanan rumah sakit, yang juga akan berpengaruh pada kredibilitas suatu layanan kesehatan. Berdasarkan data infeksi daerah operasi tahun 2023 di RS Islam Jakarta Cempaka Putih sebesar 16 kejadian, dengan rata-rata 1,3 %  kejadian/bulan atau 1-2 kejadian per bulan. Metode pelaksanaan yang dilakukan pelatihan tentang upaya pencegahan infeksi di rumah sakit, di mana pelatihan ini merupakan proses pembelajaran kognitif, afektif dan psikomotor pada perawat. Hasil uji statistik didapatkan nilai 0,001 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara hasil tes sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan, artinya pelatihan yang dilakukan bermakna terhadap upaya penurunan kejadian IDO di rumah sakit . Kata Kunci: Infeksi, Operasi, Prosedur  ABSTRACT Surgical site infection (SSI) is an infection resulting from surgery, which can affect various layers of body tissue, superficial or deep. SSI can lead to increased morbidity, mortality, increased length of stay and costs and patient demands which of course are closely related to the quality and service of the hospital, which will also affect the credibility of a health service. Based on data on surgical site infections in 2023 at the Jakarta Islamic Hospital Cempaka Putih, there were 16 incidents, with an average of 1.3% of incidents / month or 1-2 incidents per month. The method of implementation is training on infection prevention efforts in hospitals, where this training is a cognitive, affective and psychomotor learning process for nurses. The statistical test results obtained a value of 0.001, it can be concluded that there is a significant difference between the test results before and after training, This means that the training carried out is meaningful in reducing the incidence of SSI in hospital Keywords: Infection, Surgery, Procedure
Permainan TAK (Terapi Aktivitas Kelompok) sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Jiwa pada Remaja di SMPN 77 Jakarta Pusat Nuraenah, Nuraenah; Widakdo, Giri; Naryati, Naryati; Turrahmi, Hirfa; Adelia, Annisya; Rahayu, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.19373

Abstract

ABSTRAK Remaja sering mengalami perubahan  emosi atau emosi yang  labil,  mudah terpengaruh oleh lingkungan. Idealnya remaja mampu mengatasi tekanan kehidupan yang dihadapinya sehari-hari melalui adaptasi dari kemampuan yang baik dan sesuai maka orang tua memiliki peran dalam memerhatikan kondisi anak secara psikis maupun psikososial anak remaja tersebut. Berdasarkan analisa situasi permasalahan sebelumnya, solusi yang ditawarkan yaitu melakukan kegiatan edukasi dengan Permainan TAK (Terapi Aktivitas Kelompok) sebagai upaya Peningkatan Sehat Jiwa  pada Remaja SMPN77 Jakarta. Dengan adanya  Pengmas  dari FIK. Siswa dan siswi SMPN 77 akan mampu menyelesaikan masalah Emosi dan prilaku   dalam kehidupan berinteraksi setelah mendaptkan Edukasi tentang Peningkata sehat jiwa  melalui permaianan TAK (Terapi Aktivitas Kelompok). Kata Kunci: Remaja, Perilaku, Emosi  ABSTRACT Adolescents often experience emotional changes or unstable emotions, easily influenced by the environment. Ideally, adolescents are able to overcome the pressures of life that they face every day through adaptation of good and appropriate abilities, so parents have a role in paying attention to the psychological and psychosocial conditions of these adolescent children. Based on the analysis of the previous problem situation, the solution offered is to conduct educational activities with TAK Games (Group Activity Therapy) as an effort to Increase Mental Health in Adolescents of SMPN77 Jakarta. With the community service from FIK. Students and students of SMPN 77 will be able to solve emotional and behavioral problems in interacting life after getting education about improving mental health through TAK (Group Activity Therapy) games. Keywords: Adolescents, Behavior, Emotions
Intervensi Psikoedukasi Pada Anak dengan HIV/AIDS: Sebuah Model Pendekatan Humanistik bagi Anak dan Lingkungan Komunitas Dalam Menghadapi Stigma di Yayasan Vina Smart Era (VSE) Latipah, Siti; Naryati, Naryati; Nuraenah, Nuraenah; Aisyah, Aisyah; Widakdo, Giri; Siswandi, Iyar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21899

Abstract

ABSTRAK Stigma terhadap HIV/AIDS masih tinggi, tidak mudah bagi masyarakat untuk menerima penderita HIV/AIDS hidup secara normal di tengah-tengah mereka. Ketakutan akan terjadinya penularan serta keyakinan bahwa penderita akan memberikan kesialan pada lingkungan mereka, merupakan tantangan dalam menangani dampak sosial HIV/AIDS. Anak-anak penderita HIV/AIDS tentu akan dirugikan manakala mereka ditolak di sekolah-sekolah karena ketakutan guru akan penularan virus, penolakan teman sebaya untuk bermain bersama. Namun apabila status HIV mereka tidak disampaikan, maka tidak menutup kemungkinan anak-anak lain di sekolah tersebut akan terancam tertular melalui transmisi darah walaupun hal tersebut tidak mudah. Sementara pada isu HIV/AIDS jelas, anak adalah korban karena mereka telah membawa virus ini sejak dilahirkan. Namun mereka tidak dapat menikmati perlakuan yang wajar dari lingkungannya karena menderita HIV positif. psikoedukasi adalah salah satu diantara beberapa bentuk intervensi yang dapat mereduksi stigma dalam jangka waktu menengah hingga jangka panjang. Sampel berjumlah 30 responden yang diambil dengan teknik total sampling, hasil rata -rata sebelum dilakukan intervensi skor stigma dengan skor 5,50, hasil rata rata sesudah intervensi pada skor 3,83. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh psikoedukasi terhadap stigma sosial pada anak dengan hiv aids (ADHA) dengan uji Paired T-Test dengan nilai p value 0,000 < dari α 0,05, dan ditemukan adanya penurunan rata – rata skala tingkat stigma dari sebelum dilakukan psikoedukasi 5,50 menjadi skala tingkat 3,83 setelah dilakukan psikoedukasi. Stigma yang di terima akan memperburuk kondisi anak dengan hiv/aids. Stigma sosial yang diterim dari luar antra lain: penolakan dari lingkungan rumah. Stigma sosial yang di dapat ini tentunya akan merubah perilaku dan berdampak pada psikologis dan ini akan mempengarhi kualitas hidup bagi anak dengan hiv/aids. Penanganan hiv/aids tidak hanya mengandalkan intervensi ARV namun harus bersifat holsitik, untuk melengkapi pengobatan semua unsur dilibatkan, aspek gizi, complementary, spritualitas, psikososial. Salah satu unsur adalah menghilangkan stigma sosial sehingga akan meningkatkan kualitas hidup. Kata Kunci: Anak Dengan HIV AIDS, Kualitas Hidup. Psikoedukasi, Stigma Sosial  ABSTRACT The stigma against HIV/AIDS is still high, it is not easy for society to accept HIV/AIDS sufferers living normally in their midst. Fear of transmission and the belief that sufferers will bring bad luck to their environment, are challenges in dealing with the social impact of HIV/AIDS. Children with HIV/AIDS will certainly be disadvantaged when they are rejected at schools because of teachers' fear of transmitting the virus, and their peers' refusal to play together. However, if their HIV status is not disclosed, it is possible that other children at the school will be at risk of being infected through blood transmission, although this is not easy. Meanwhile, on the issue of HIV/AIDS, it is clear that children are victims because they have carried this virus since birth. However, they cannot enjoy fair treatment from their environment because they are HIV positive. Psychoeducation is one of several forms of intervention that can reduce stigma in the medium to long term. A sample of 30 respondents was taken using the total sampling technique, the average result before the intervention was a stigma score of 5.50, the average result after the intervention was a score of 3.83. The results of statistical tests show the influence of psychoeducation on social stigma in children with HIV/AIDS (ADHA) with a Paired T-Test with a p value of 0.000 <α 0.05, and it was found that there was a decrease in the average scale of the level of stigma from before psychoeducation 5.50 to a scale level of 3.83 after psychoeducation. The stigma received will worsen the condition of children with HIV/AIDS. Social stigma received from outside includes: rejection from the home environment. This social stigma will certainly change behavior and have an impact on psychology and this will affect the quality of life for children with HIV/AIDS. Handling HIV/AIDS does not only rely on ARV intervention but must be holistic, to complete the treatment all elements are involved, nutritional aspects, complementary, spirituality, psychosocial. One element is eliminating social stigma so that it will improve the quality of life. Keywords: Children with HIV AIDS, Psychoeducation, Social Stigma
A Qualitative Exploration Of Job Satisfaction Among HIV-Positive Workers At Indoraya Manufacturing Plant Latipah, Siti; Naryati, Naryati; Aisyah, Aisyah; Widakdo, Giri; Nuraenah, Nuraenah
International Journal Of Community Service Vol. 5 No. 3 (2025): August 2025 (Indonesia - Rusia - Malaysia)
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v5i3.879

Abstract

HIV/AIDS remains a global health challenge, particularly among individuals in their productive years, including factory workers. According to UNAIDS (2024), approximately 39 million people aged 15-49 live with HIV, directly affecting the labor sector (UNAIDS, 2024). In industrial settings, workers often face vulnerabilities such as long working hours, high mobility, varied education levels, and limited access to health information-factors that increase their risk of HIV infection. This study aims to explore the job satisfaction of workers living with HIV/AIDS within the industrial sector. Using a qualitative phenomenological approach, the research was conducted with 10-15 workers at a textile factory in Tangerang, selected through purposive sampling. The study focuses on understanding the experiences and perceptions of these workers regarding job satisfaction and the influencing factors. Findings reveal that job satisfaction among workers living with HIV/AIDS is strongly influenced by social and structural factors, including social support and workplace policies. According to Maslow’s hierarchy of needs, the need for safety and social acceptance is essential before individuals can achieve self-actualization in their work. Furthermore, Erving Goffman’s stigma theory explains how being HIV-positive can become a source of social pressure, hindering active participation in the workplace unless the work environment consciously addresses stigma and discrimination. The study recommends that companies implement more inclusive and proactive workplace policies. Suggested strategies include regular HIV/AIDS education, provision of Voluntary Counseling and Testing (VCT) services, enforcement of non-discrimination policies, formation of internal support groups. Collaborative efforts among companies, co-workers, and the individuals themselves are essential to creating a safe, inclusive, and productive work environment for all, including those living with HIV/AIDS.
Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan melalui Pemberdayaan Perawat PPJA dalam Metode Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Naryati, Naryati; Aisyah, Aisyah; Widiastuti, Eni; Widakdo, Giri; Latipah, Siti; Hidayanti, Lia; Fadillah, Harif; Yuliawati, Yuliawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.23106

Abstract

ABSTRAK Kualitas pelayanan keperawatan mencerminkan citra rumah sakit di mata publik, sehingga perawat dituntut untuk profesional. Untuk mencapai pelayanan berkualitas, diperlukan sistem pemberian asuhan keperawatan yang mendukung praktik profesional dan berpedoman pada standar yang ditetapkan, serta didukung oleh manajer yang kompeten (Patoding & Sari, 2022). Metode asuahan keperawatan (MAKP) adalah suatu kerangka kerja yang mendefinisikan empat unsur yaitu: standar,proses keperawatan,pendidikan keperawatan, dan sistem MAKP nya.dalam menetapkan suatu model ,keempat hal tersebut harus menjadi bahan petimbangan karena merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan (nursalam,2022). Tujuan meningkatan mutu pelayanan melalui Pemberdayaan Perawat PPJA dalam Metode Asuhan Keperawatan Profesional” dengan cara edukasi dan latihan tentang Metode Asuhan Keperawatan Profesional, analisa kasus dan role play kegiatan asuhan keperawatan Primer. Hasil menunjukkan terdapat pengaruh signifikan dari penerapan MAKP terhadap kepuasan pasien. Kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan juga mengalami peningkatan, menunjukkan dampak positif pada mutu pelayanan. Masih terdapat beberapa hambatan implementasi, terutama yang berkaitan dengan beban kerja, budaya dokumentasi, dan supervisi yang perlu menjadi fokus perbaikan berkelanjutan. Saran untuk manajemen rumah sakit disarankan untuk memperkuat sistem monitoring dan evaluasi peran PPJA secara berkala, pelatihan lanjutan dan mentoring rutin bagi PPJA perlu dilakukan agar kompetensi tetap terjaga, perlu adanya integrasi PPJA ke dalam indikator mutu keperawatan rumah sakit, sehingga keberadaannya menjadi bagian dari sistem yang terukur dan berkelanjutan, penguatan sistem reward dan feedback untuk perawat yang konsisten menerapkan prinsip asuhan keperawatan profesional. Kata Kunci: Mutu Pelayanan, Metoda Asuhan Keperawatan Profesional, Pemberdayaan PPJA. ABSTRACT The quality of nursing services reflects the image of the hospital in the public eye, so nurses are required to be professional. To achieve quality services, a nursing care delivery system is needed that supports professional practice and is guided by established standards, and is supported by competent managers (Patoding & Sari, 2022). The nursing care method (MAKP) is a framework that defines four elements, namely: standards, nursing processes, nursing education, and the MAKP system. In determining a model, these four things must be taken into consideration because they are an inseparable unit (Nursalam, 2022). The aim is to improve the quality of service through the Empowerment of PPJA Nurses in the Professional Nursing Care Method" by means of education and training on the Professional Nursing Care Method, case analysis and role play of Primary nursing care activities. The quality of nursing services reflects the image of the hospital in the public eye, so nurses are required to be professional. To achieve quality services, a nursing care delivery system is needed that supports professional practice and is guided by established standards, and is supported by competent managers (Patoding & Sari, 2022). The nursing care method (MAKP) is a framework that defines four elements, namely: standards, nursing processes, nursing education, and the MAKP system. In determining a model, these four things must be taken into consideration because they are an inseparable unit (Nursalam, 2022). The aim is to improve the quality of service through the Empowerment of PPJA Nurses in the Professional Nursing Care Method" by means of education and training on the Professional Nursing Care Method, case analysis and role play of Primary nursing care activities. Keywords: Service Quality, Professional Nursing Care Method, PPJA Empowerment.
Analisis Faktor yang Berperan pada Kejadian Turnover Perawat di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Meliani, Eti Meliani; Hadi, Muhammad; Naryati, Naryati; Kurniati, Tri; Suminarti, Tini
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i4.14243

Abstract

ABSTRACT Turnover is a common enough occurrence in hospitals to be considered normal. defines turnover as the process in which an employee is lost to an organization and then recruited, hired, trained, and finally replaced. This is an identified analysis of factors that play a role in the incidence of nurse turnover at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital. This uses a cross sectional design because the measurements of the independent and dependent variables are assessed simultaneously at one time. There is a significant relationship between age (p value 0.046 < 0.05) and the OR value (1.787). This means that the age variable has the opportunity to cause nurses to experience turnover of 1.7 times. There is a relationship between job satisfaction and the results show (p value 0.032 <0.05) so it can be concluded that job satisfaction is related to nurse turnover with an OR value (0.503). The factors that influence turnover at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital are age and job satisfaction, and the variables with the greatest influence are age (0.636) and job satisfaction (-0.740) the rest is influenced by other factors which were not examined in the research This Keywords: Events, Turnover, Nurses ABSTRAK Turnover adalah kejadian yang cukup umum di rumah sakit untuk dianggap normal. mendefinisikan turnover sebagai proses di mana seorang karyawan hilang ke organisasi dan kemudian direkrut, dipekerjakan, dilatih, dan akhirnya diganti. Tujuan Penelitian ini adalah Teridentifikasi Analisis faktor yang berperan pada kejadian turnover perawat di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih.  Desain penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional karena pengukuran variabel independen dan dependen dinilai secara simultan pada satu saat. Ada  hubungan yang bermakna antara usia (p value 0.046 < 0.05) dengan nilai OR (1.787) Artinya variabel usia berpeluang untuk menyebabkan perawat mengalami turnover sebesar 1.7 kali. Ada hubungan  kepuasan kerja menunjukkan hasil (p value 0.032 < 0.05) sehingga dapat disimpulkan kepuasan kerja berhubungan dengan turnover perawat dengan nilai OR (0.503). Faktor yang mempengaruhi turnover di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih adalah usia dan kepuasan kerja, serta variabel yang paling besar pengaruhnya adalah usia sebesar (0.636) dan kepuasan kerja (-0.740) sisanya di pengaruhi oleh factor lainnya yang tidak di teliti pada penelitian ini. Kata Kunci: Kejadian, Turnover, Perawat
Efektifitas Pelatihan Asuhan Keperawatan terhadap Kinerja Pendokumentasian Keperawatan Romawati, Pita; Hadi, Muhammad; Naryati, Naryati; Fadillah, Harif; Satinah, Satinah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14352

Abstract

ABSTRACT The nursing process is a systematic and organized method of providing nursing care, which is focused on the individual's unique reactions and responses, both actual and potential. The nursing process consists of five stages, namely: assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Nurse performance can be assessed from the results achieved by nurses in providing nursing care, either through direct observation or through documentation of nursing care. This research aims to determine the effectiveness of documentation training based on 3S (SDKI, SLKI, and SIKI) on the performance of nursing care documentation. The method used in this research is Generalized Linear Model Repeated Measure (GLM-RM) which is used to determine the effectiveness of documentation training based on ZSX 3S (SDKI, SLKI, and SIKI) on the performance of nursing care documentation. From the results of the analysis, a comparison was obtained between the intervention group and the control group after 3S training with a mean difference = 96.17 with p-value = 0.000. The results of the General Linear Model Repeated Measure showed that the green house geisser value had a significance value of 0.000, and the test of between-subjects effects showed that there was a difference in documentation performance with a p-value = 0.000 between the two groups. Based on the estimated parameter test, there are differences in the performance of nursing care documentation from time to time with a p-value = 0.000. The conclusion from this research is that there is a difference in the effectiveness of nursing care documentation training based on 3S (SDKI, SLKI and SIKI) on the performance of nursing care documentation in  RS Umum Pekerja Jakarta Utara. Keywords: Training, Documentation, Nursing Care, Performance  ABSTRAK Proses keperawatan adalah suatu metode yang sistematis dan terorganisasi dalam pemberian asuhan keperawatan, yang difokuskan pada reaksi dan respons unik individu baik actual maupun potensial. Proses keperawatan terdiri atas lima tahap, yaitu: pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Kinerja perawat dapat dinilai dari hasil yang dicapai perawat dalam memberikan asuhan keperawatan, baik melalui pengamatan langsung atau melalui dokumentasi asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas pelatihan pendokumentasian berdasarkan 3S (SDKI, SLKI, Dan SIKI) terhadap kinerja pendokuemntasian Asuhan Keperawatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Generalized Linear Model Repeated Measure (GLM-RM) yang dimana untuk mengetahui Efektivitas pelatihan pendokumentasian berdasarkan 3S (SDKI, SLKI, Dan SIKI) terhadap kinerja pendokuemntasian Asuhan Keperawatan. Dari hasil analisis didapatkan perbandingan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol sesudah pelatihan 3S dengan nilai mean difference= 96,17 dengan p-value=0,000. Hasil General Linier Model Repeated Measure didapatkan nilai green house geisser didapatkan nilai signifikansi 0,000, dan uji test of between–subjects effects didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan kinerjaa pendokumentasian dengan nilai p-value=0,000 antara kedua kelompok. Berdasarkan uji parameter estimates, terdapat perbedaan kinerja pendokumentasian asuhan keperawatan dari waktu ke waktu dengan nilai p-value =0,000. Kesimpulannya dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan efektivitas Pelatihan pendokuemntasian Asuhan Keperawatan Berdasarkan 3S (SDKI, SLKI Dan SIKI) terhadap Kinerja pendokuementasian Asuhan keperawatan di RS Umum Pekerja Jakarta Utara. Kata Kunci: Pelatihan 3S, Pendokuementasian, Asuhan Keperawatan, Kinerja
Faktor yang Berhubungan dengan Efektivitas Pelayanan Ambulans Motor Endri, Gunawan; Hadi, Muhammad; Naryati, Naryati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14353

Abstract

ABSTRACT                                        Background A motorbike ambulance is a vehicle used to fulfil the response time of emergency victims. After the patient is stabilised, the patient will be taken by ambulance transport or emergency ambulance to the nearest health care facility. The purpose of this study was to analyse the factors associated with the effectiveness of motor ambulance services. used cross sectional measurement of independent and dependent variables assessed simultaneously at the same time. There is a significant relationship between officer readiness with a p-value of 0.000 <0.05, training factors with a P Value = 0.025 or <0.05, dispatch communication factors with a P Value = 0.000 or <0.05, unit readiness factor and medical equipment with a P Value = 0.000 or < 0.05, geographical factors with a P Value = 0.000 or < 0.05, and experience with a p-value of 0.000 < 0.05 with the effectiveness of motor ambulance services with a p-value of 0.000 (p-value ≤ 0.05). The factors that most influence the effectiveness of motor ambulance services are officer readiness (7.129), dispatch communication (21.079), and unit and medical equipment readiness (7.433). Keywords: Effectiveness, Service, Motorbike Ambulance ABSTRAK Ambulans motor merupakan kendaraan yang digunakan untuk memenuhi waktu respon penanganan korban gawat darurat. Setelah pasien stabil, maka pasien akan dibawa menggunakan ambulans transport atau ambulans gawat darurat menuju fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan efektivitas pelayanan ambulans motor. Desain penelitian menggunakan cross sectional pengukuran variabel independen dan dependen dinilai secara simultan pada waktu yang sama.Terdapat hubungan yang bermakna antara kesiapan petugas dengan nilai p-value 0,000< 0,05, faktor pelatihan dengan dilai P Value = 0,025 atau < 0,05, faktor komunikasi dispatch dengan nilai P Value = 0,000 atau < 0,05, faktor kesiapan unit dan alkes dengan dilai P Value = 0,000 atau < 0,05, faktor geografis dengan nilai P Value = 0,000 atau < 0,05, dan pengalaman dengan nilai p-value 0,000< 0,05 dengan efektivitas pelayanan ambulans motor dengan p-value 0,000 (p-value ≤ 0,05). Faktor yang paling mempengaruhi efektivitas pelayanan ambulans motor kesiapan petugas (7,129), komunikasi dispatch (21,079), dan kesiapan unit dan alkes (7,433). Kata Kunci: Efektivitas, Pelayanan, Ambulans Motor