Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Applying the ACES Framework to Assess Halal Tourism Readiness in Penyengat Island for Strengthening the Sustainable Maritime Economy and Culture Suryadi Suryadi; Atika Thahira; Aditia Ayu Rahma Nabila; Abdul Alimul Karim; Ahmad Rusdi; Zuleriwati A.S; Jaya Hermawan
Law Development Journal Vol 8, No 2 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ldj.8.2.937-950

Abstract

Halal tourism is growing rapidly worldwide as Muslim travelers increasingly demand services aligned with Sharia principles. The Riau Islands, particularly Penyengat Island with its rich Islamic cultural and historical heritage, hold strategic potential to be developed as a leading halal tourism destination. This study evaluates its readiness using the ACES (Access, Communication, Environment, Services) framework with a descriptive mixed-method approach involving observation, questionnaires, interviews, and documentation. Findings show Penyengat Island achieved a score of 69, categorized as Ready. Accessibility and environmental aspects are strong, but communication remains weak, particularly in halal certification transparency, multilingual information, and digital promotion. Pareto analysis identifies communication and halal food access as priority improvements, while fishbone analysis highlights regulatory complexity, low digital literacy and language skills, limited halal technology, and insufficient community support as key challenges. Based on these findings, development strategies should focus on enhancing communication, simplifying regulations, improving human resources, and adopting digital technology to strengthen the sustainable competitiveness of halal tourism on Penyengat Island.
Analysis of Damage to The Hitachi Zaxis 330 Excavator Machine using The FMEA Method (Case Study : PT. Koperasi Pertambangan Bara Sumber Makmur) Sarwani abdan nurdiansyah Abdan; Yudi Sukmono; Abdul Alimul Karim
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatri424934

Abstract

Maintenance merupakan fungsi penting dalam industri pertambangan yang berperan menjaga kontinuitas operasi produksi. PT. Koperasi Pertambangan Bara Sumber Makmur, perusahaan pertambangan batu bara di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menggunakan Excavator Hitachi Zaxis 330 sebagai salah satu alat berat utamanya. Berdasarkan hasil observasi, kerusakan komponen mesin terjadi setiap 3–6 bulan sehingga menyebabkan breakdown, menurunkan produktivitas, dan menghambat pencapaian target produksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komponen kritis, mengukur tingkat risiko kegagalan, serta memberikan usulan perbaikan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada mekanik dan pengawas lapangan, kemudian diolah dengan menghitung nilai Risk Priority Number (RPN) dari perkalian severity, occurrence, dan detection. Hasil pengolahan data mengidentifikasi 19 potensi kegagalan pada 19 komponen, dan dengan bantuan diagram Pareto (prinsip 80/20) diperoleh enam komponen prioritas. Empat komponen dengan nilai RPN tertinggi adalah Injection Pump (RPN 378), Oil Pump (RPN 315), Gasket Kit Overhaul (RPN 252), dan Blok Cylinder Assy (RPN 252). Analisis fishbone menunjukkan penyebab dominan kerusakan berasal dari aspek man, method, dan machine. Usulan perbaikan berupa penjadwalan perawatan preventif secara rutin, pengecekan berkala bahan bakar pada injection pump, pergantian oli secara terjadwal pada oil pump, serta pelatihan (training) bagi mekanik baru guna menurunkan frekuensi kerusakan dan menjaga produktivitas mesin.