Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan mengenai Pityriasis Versicolor dan PHBS dan Kejadian Pityriasis Versicolor pada Santri Madrasah Tsanawiyah di Pondok Pesantren ., Riska Nazaria
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 3, No 4 (2017): Jurnal Cerebellum
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.074 KB)

Abstract

Latar Belakang. Pityriasis versicolor merupakan penyakit infeksi jamur pada kulit yang disebabkan jamur spesies Malassezia. Pityriasis versicolor telah menginfeksi 20-25% dari penduduk dunia. Pityriasis versiolor lebih sering terjadi pada area dengan kelembaban dan temperatur yang cukup tinggi, misalnya Kalimantan Barat dengan suhu rata-rata 25,8-28,33oC dan kelembaban 60-98%. Metode. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan rancangan penelitian jenis cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 139 orang. Variabel bebas penelitian ini adalah pengetahuan pityriasis versicolor dan PHBS subjek penelitian sedangkan variabel terikatnya adalah kejadian piyriasis versicolor pada santri MTs di Pondok Pesantren X Kecamatan Mempawah Hilir. Hasil. Sebanyak 57,6% subjek penelitian memiliki pengetahuan yang baik tentang penyakit pityriasis versicolor dan 93,3% subjek penelitian memiliki PHBS yang baik. Berdasarkan uji statistik yang telah dilakukan tidak terdapat hubungan yang bermakna pada kedua variabel dengan nilai p>0,05. Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan pityriasis versicolor dan PHBS dengan kejadian pityriasis versicolor pada santri MTs di Pondok Pesantren X Kecamatan Mempawah Hilir. 
Hubungan antara Pengetahuan mengenai Pityriasis versicolor dan PHBS dengan Kejadian Pityriasis versicolor pada Santri Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren X Kecamatan Mempawah Hilir Natalia, Diana; Rahmayanti, Sari; Nazaria, Riska
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 1 (2018): Dermatologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.812 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v45i1.148

Abstract

Pityriasis versicolor merupakan penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur spesies Malassezia, ditemukan pada 20-25% penduduk dunia, lebih sering di area lembap dan temperatur cukup tinggi, seperti Kalimantan Barat dengan suhu rata-rata 25,8-28,33oC dan kelembapan 60- 98%. Penelitian ini menganalisis hubungan antara pengetahuan mengenai pityriasis versicolor dan PHBS dengan kejadian pityriasis versicolor di kalangan santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pondok Pesantren X Kecamatan Mempawah Hilir, menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 139 orang, di mana 45 orang di antaranya menderita pityriasis versicolor. Sebanyak 57,6% subjek memiliki pengetahuan baik tentang penyakit pityriasis versicolor dan 93,3% subjek memiliki Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang baik. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan pityriasis versicolor dan PHBS dengan kejadian pityriasis versicolor pada santri MTs di Pondok Pesantren X Kecamatan Mempawah Hilir.Pityriasis versicolor is fungal skin infection caused by Malassezia, found in 20-25% human population, mostly in moist and high temperature area, such as in West Borneo with an average temperature 25,8-28,33°C and humidity 98%. This cross-sectional study analyzed the correlation between knowledge on pityriasis versicolor and clean and healthy behavior with pityriasis versicolor incidence among Madrasah Tsanawiyah (MTs) students in Islamic Boarding School X Subdistrict Mempawah Hilir, using an observational analytical method with a cross-sectional approach. A total of 139 students were included, 45 diagnosed with pityriasis versicolor. A proportion of 57,8% subjects had a good knowledge on pityriasis versicolor and 93,3% had a good clean and healthy behavior. No correlation between knowledge on pityriasis versicolor and clean and healthy behavior with pityriasis versicolor incidence among MTs students in Islamic Boarding School X Subdistrict Mempawah Hilir
Hubungan antara Pengetahuan mengenai Pityriasis versicolor dan PHBS dengan Kejadian Pityriasis versicolor pada Santri Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren X Kecamatan Mempawah Hilir Diana Natalia; Sari Rahmayanti; Riska Nazaria
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 1 (2018): Dermatologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i1.148

Abstract

Pityriasis versicolor merupakan penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur spesies Malassezia, ditemukan pada 20-25% penduduk dunia, lebih sering di area lembap dan temperatur cukup tinggi, seperti Kalimantan Barat dengan suhu rata-rata 25,8-28,33oC dan kelembapan 60- 98%. Penelitian ini menganalisis hubungan antara pengetahuan mengenai pityriasis versicolor dan PHBS dengan kejadian pityriasis versicolor di kalangan santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pondok Pesantren X Kecamatan Mempawah Hilir, menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 139 orang, di mana 45 orang di antaranya menderita pityriasis versicolor. Sebanyak 57,6% subjek memiliki pengetahuan baik tentang penyakit pityriasis versicolor dan 93,3% subjek memiliki Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang baik. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan pityriasis versicolor dan PHBS dengan kejadian pityriasis versicolor pada santri MTs di Pondok Pesantren X Kecamatan Mempawah Hilir.Pityriasis versicolor is fungal skin infection caused by Malassezia, found in 20-25% human population, mostly in moist and high temperature area, such as in West Borneo with an average temperature 25,8-28,33°C and humidity 98%. This cross-sectional study analyzed the correlation between knowledge on pityriasis versicolor and clean and healthy behavior with pityriasis versicolor incidence among Madrasah Tsanawiyah (MTs) students in Islamic Boarding School X Subdistrict Mempawah Hilir, using an observational analytical method with a cross-sectional approach. A total of 139 students were included, 45 diagnosed with pityriasis versicolor. A proportion of 57,8% subjects had a good knowledge on pityriasis versicolor and 93,3% had a good clean and healthy behavior. No correlation between knowledge on pityriasis versicolor and clean and healthy behavior with pityriasis versicolor incidence among MTs students in Islamic Boarding School X Subdistrict Mempawah Hilir
Hubungan antara Pengetahuan mengenai Pityriasis versicolor dan PHBS dengan Kejadian Pityriasis versicolor pada Santri Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren X Kecamatan Mempawah Hilir Diana Natalia; Sari Rahmayanti; Riska Nazaria
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 1 (2018): Dermatologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i1.832

Abstract

Pityriasis versicolor merupakan penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur spesies Malassezia, ditemukan pada 20-25% penduduk dunia, lebih sering di area lembap dan temperatur cukup tinggi, seperti Kalimantan Barat dengan suhu rata-rata 25,8-28,33°C dan kelembapan 60-98%. Penelitian ini menganalisis hubungan antara pengetahuan mengenai pityriasis versicolor dan PHBS dengan kejadian pityriasis versicolor di kalangan santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pondok Pesantren X Kecamatan Mempawah Hilir, menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 139 orang, di mana 45 orang di antaranya menderita pityriasis versicolor. Sebanyak 57,6% subjek memiliki pengetahuan baik tentang penyakit pityriasis versicolor dan 93,3% subjek memiliki Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang baik. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan pityriasis versicolor dan PHBS dengan kejadian pityriasis versicolor pada santri MTs di Pondok Pesantren X Kecamatan Mempawah Hilir.   Pityriasis versicolor is fungal skin infection caused by Malassezia, found in 20-25% human population, mostly in moist and high temperature area, such as in West Borneo with an average temperature 25,8-28,33°C and humidity 98%. This cross-sectional study analyzed the correlation between knowledge on pityriasis versicolor and clean and healthy behavior with pityriasis versicolor incidence among Madrasah Tsanawiyah (MTs) students in Islamic Boarding School X Subdistrict Mempawah Hilir, using an observational analytical method with a cross-sectional approach. A total of 139 students were included, 45 diagnosed with pityriasis versicolor. A proportion of 57,8% subjects had a good knowledge on pityriasis versicolor and 93,3% had a good clean and healthy behavior. No correlation between knowledge on pityriasis versicolor and clean and healthy behavior with pityriasis versicolor incidence among MTs students in Islamic Boarding School X Subdistrict Mempawah Hilir.
Hubungan antara Pengetahuan mengenai Pityriasis versicolor dan PHBS dengan Kejadian Pityriasis versicolor pada Santri Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren X Kecamatan Mempawah Hilir Diana Natalia; Sari Rahmayanti; Riska Nazaria
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 1 (2018): Dermatologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i1.832

Abstract

Pityriasis versicolor merupakan penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur spesies Malassezia, ditemukan pada 20-25% penduduk dunia, lebih sering di area lembap dan temperatur cukup tinggi, seperti Kalimantan Barat dengan suhu rata-rata 25,8-28,33°C dan kelembapan 60-98%. Penelitian ini menganalisis hubungan antara pengetahuan mengenai pityriasis versicolor dan PHBS dengan kejadian pityriasis versicolor di kalangan santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pondok Pesantren X Kecamatan Mempawah Hilir, menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 139 orang, di mana 45 orang di antaranya menderita pityriasis versicolor. Sebanyak 57,6% subjek memiliki pengetahuan baik tentang penyakit pityriasis versicolor dan 93,3% subjek memiliki Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang baik. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan pityriasis versicolor dan PHBS dengan kejadian pityriasis versicolor pada santri MTs di Pondok Pesantren X Kecamatan Mempawah Hilir.   Pityriasis versicolor is fungal skin infection caused by Malassezia, found in 20-25% human population, mostly in moist and high temperature area, such as in West Borneo with an average temperature 25,8-28,33°C and humidity 98%. This cross-sectional study analyzed the correlation between knowledge on pityriasis versicolor and clean and healthy behavior with pityriasis versicolor incidence among Madrasah Tsanawiyah (MTs) students in Islamic Boarding School X Subdistrict Mempawah Hilir, using an observational analytical method with a cross-sectional approach. A total of 139 students were included, 45 diagnosed with pityriasis versicolor. A proportion of 57,8% subjects had a good knowledge on pityriasis versicolor and 93,3% had a good clean and healthy behavior. No correlation between knowledge on pityriasis versicolor and clean and healthy behavior with pityriasis versicolor incidence among MTs students in Islamic Boarding School X Subdistrict Mempawah Hilir.
Business Process Reengineering in Hospitals: A Literature Review of Related Methodologies and Approaches Riska Nazaria; Wijaya, I Made Samitha; Pranudia, Alicia Dipta; Dzulhiba; Devin Wirawan; Male, Hendro Dwiky Chaesar; Mira Veranita
RADINKA JOURNAL OF SCIENCE AND SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Vol. 2 No. 1 (2024): Radinka Journal of Science and Systematic Literature Review (RJSLR)
Publisher : RADINKA JAYA UTAMA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56778/rjslr.v2i1.246

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki metodologi rekayasa ulang proses bisnis (BPR) dan pendekatan terkait di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur untuk menggali berbagai sumber akademis dan praktis yang membahas tentang penerapan BPR di rumah sakit. Kualitatif digunakan untuk menganalisis dan mensintesis hasil dari literatur yang relevan. Temuan penelitian ini mendapatkan tambahan wawasan yang lebih dalam tentang aspek-aspek penting yang mempengaruhi kesuksesan penerapan rekayasa ulang proses bisnis (BPR) di rumah sakit. Temuan tersebut menyoroti sembilan faktor utama yang menjadi fondasi dalam menjalankan proyek BPR, dimulai dari komitmen manajemen hingga strategi. Komitmen manajemen diidentifikasi sebagai pilar utama, karena tanpa dukungan penuh dari pimpinan, perubahan yang diinginkan sulit tercapai. Selain itu, pemberdayaan karyawan juga dianggap sebagai faktor penting, di mana partisipasi aktif mereka memudahkan kesuksesan proyek BPR. Penggunaan metode dan alat yang tepat dalam implementasi BPR juga disoroti sebagai aspek penting.