Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Pelatihan Pemasaran Digital: Peralihan Word-of-Mouth  Menuju Digital Branding pada UMKM di Gianyar, Bali Ni Kadek Suryani; Ngurah Gede Dwi Mahadipta; Anita Heptariza; Dwi Sih Winarti; I Made Satrya Ramayu; I Made Sudarsana; Luh Ade Calista Sandy Wendikasari; I Gede Agus Antesa Paramartha
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2026): September 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i5.1244

Abstract

Sebagai sentra industri kreatif Bali yang fokus pada kriya kayu dan seni rupa, Desa Tegalalang di Gianyar menghadapi tantangan transisi pemasaran dari metode konvensional-pasif menuju ekosistem digital. Kesenjangan teknologis mengakibatkan produk-produk berkualitas ekspor milik UMKM setempat terisolasi dari jangkauan pasar internasional yang lebih luas. Kegiatan PKM ini bertujuan meningkatkan daya saing 10 UMKM di Tegalalang melalui transformasi digital branding. Menggunakan model pendampingan partisipatif dengan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act), program memberikan pelatihan intensif mengenai pemanfaatan media sosial dan platform e-commerce melalui pendampingan langsung dan pelatihan teknis oleh dosen serta mahasiswa Prodi Bisnis Digital, IDB Bali. Penilaian pre-test dan post-test untuk mengukur kompetensi mitra dalam tiga dimensi: pemahaman konsep digital branding, keterampilan operasional media sosial bisnis, dan pengelolaan platform e-commerce. Hasil menunjukkan peningkatan skor kompetensi keseluruhan sebesar 72% (dari skor rata-rata pre-test 2,1 menjadi post-test 3,6). Secara spesifik, 100% mitra (10 dari 10) berhasil membuat akun bisnis aktif di Instagram dan Shopee, 90% (9 dari 10) menghasilkan konten promosi digital menggunakan Canva, dan 80% (8 dari 10) mampu mengunggah katalog produk dan mengelola transaksi secara mandiri melalui platform e-commerce. Temuan ini menunjukkan bahwa model pendampingan partisipatif efektif menjembatani kesenjangan digital dan menginisiasi transformasi perilaku pemasaran UMKM yang terukur dari ketergantungan word-of-mouth menuju keterlibatan digital yang proaktif.
Transformasi Digital dan Keberlanjutan Usaha UMKM: Studi Fenomenologi pada Ekosistem Bisnis Berbasis Tradisi di Tegalalang, Gianyar, Bali I Made Sudarsana; Ni Kadek Suryani; Ngurah Gede Dwi Mahadipta
Jurnal Riset Inspirasi Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Riset Inspirasi Manajemen dan Kewirausahaan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35130/0ryg9d22

Abstract

This study aims to analyse how digital transformation contributes to the strategic, operational, and financial sustainability of MSMEs in Tegalalang District, Gianyar, Bali. Using a descriptive phenomenological approach and the lens of Resource-Based View (RBV) theory, this study explores the lived experiences of 10 MSME owners in integrating technology into their tradition-based businesses. Data were collected through in-depth interviews and observations, then analysed using Reflexive Thematic Analysis (RTA). The results indicate that digitalization plays a role in conserving the value of taksu (artistic spirit), which is a key competitive advantage in the global market. Operationally, the use of WhatsApp and social media improves customer service agility across time zones. Financially, the QRIS system improves bookkeeping transparency despite creating obstacles to the spiritual practice of dana punia (charity offerings). This study uncovers a paradox between digital efficiency and the preservation of social capital in the paruman tradition. The study's conclusions confirm that business sustainability is achieved through a hybrid innovation model that balances technological advancement with local wisdom. This study recommends the importance of developing a "Cultural Digitalization" strategy to maintain the cultural identity of MSMEs amidst global transformation.