Sebagai sentra industri kreatif Bali yang fokus pada kriya kayu dan seni rupa, Desa Tegalalang di Gianyar menghadapi tantangan transisi pemasaran dari metode konvensional-pasif menuju ekosistem digital. Kesenjangan teknologis mengakibatkan produk-produk berkualitas ekspor milik UMKM setempat terisolasi dari jangkauan pasar internasional yang lebih luas. Kegiatan PKM ini bertujuan meningkatkan daya saing 10 UMKM di Tegalalang melalui transformasi digital branding. Menggunakan model pendampingan partisipatif dengan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act), program memberikan pelatihan intensif mengenai pemanfaatan media sosial dan platform e-commerce melalui pendampingan langsung dan pelatihan teknis oleh dosen serta mahasiswa Prodi Bisnis Digital, IDB Bali. Penilaian pre-test dan post-test untuk mengukur kompetensi mitra dalam tiga dimensi: pemahaman konsep digital branding, keterampilan operasional media sosial bisnis, dan pengelolaan platform e-commerce. Hasil menunjukkan peningkatan skor kompetensi keseluruhan sebesar 72% (dari skor rata-rata pre-test 2,1 menjadi post-test 3,6). Secara spesifik, 100% mitra (10 dari 10) berhasil membuat akun bisnis aktif di Instagram dan Shopee, 90% (9 dari 10) menghasilkan konten promosi digital menggunakan Canva, dan 80% (8 dari 10) mampu mengunggah katalog produk dan mengelola transaksi secara mandiri melalui platform e-commerce. Temuan ini menunjukkan bahwa model pendampingan partisipatif efektif menjembatani kesenjangan digital dan menginisiasi transformasi perilaku pemasaran UMKM yang terukur dari ketergantungan word-of-mouth menuju keterlibatan digital yang proaktif.
Copyrights © 2026