Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Experiential Learning Terintegrasi Mobile Health: Inovasi Pendidikan Jasmani dalam Pengendalian Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular pada Atlet Mahasiswa Club Cricket Muhammad Ridha Afdhal; Nur Indah Atifah Anwar; Yuli Rahayu; Hasmyati; Andi Atssam Mappanyukki
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Volume 8, No 1, Desember 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/b2tt5817

Abstract

Penyakit tidak menular pada usia muda berkaitan dengan perilaku kurang aktif, gangguan tidur, dan rendahnya pengelolaan perilaku kesehatan. Kegiatan ini bertujuan menerapkan model pembelajaran berbasis pengalaman yang terintegrasi dengan teknologi kesehatan bergerak untuk meningkatkan pemantauan aktivitas fisik, pengaturan diri, dan kualitas tidur pada atlet mahasiswa anggota club cricket FIKK Universitas Negeri Makassar. Kegiatan melibatkan 37 peserta dengan pendekatan partisipatif melalui tahap sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi menggunakan rancangan pretest-posttest. Aplikasi SMART WOD dan Muscle Monster digunakan sebagai media pendukung latihan dan monitoring aktivitas. Hasil menunjukkan 24 peserta (64,9%) aktif menggunakan SMART WOD dan 20 peserta (54,1%) aktif menggunakan Muscle Monster, sedangkan 32 peserta (86,5%) konsisten melakukan monitoring. Rata-rata aktivitas fisik meningkat 37,76%, pengaturan diri meningkat 46,83%, dan kualitas tidur membaik 40,27%. Sebanyak 28 peserta (75,7%) mencapai target 8.000 langkah dan 29 peserta (78,4%) mengikuti mini kampanye promosi kesehatan. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi dengan pembelajaran berbasis pengalaman dapat memperkuat keterlibatan peserta dalam pemantauan dan pengelolaan perilaku kesehatan. Model ini dapat menjadi pendekatan promotif yang dapat diterapkan dan dikembangkan pada komunitas olahraga mahasiswa lainnya.
Penguatan Perilaku Preventif terhadap Penyalahgunaan Narkoba melalui Edukasi Kesehatan pada Siswa SMP Muhammad Ridha Afdhal; Nur Indah Atifah Anwar; Ilham Aksir; Hasmyati; Haeril
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Volume 8, No 1, Desember 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/xa3bzz59

Abstract

Penyalahgunaan narkoba pada remaja merupakan masalah kesehatan dan sosial yang memerlukan upaya pencegahan sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat perilaku preventif terhadap penyalahgunaan narkoba melalui edukasi kesehatan pada siswa kelas IX. Metode kegiatan menggunakan pendekatan pengukuran sebelum dan setelah edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap persiapan dan koordinasi, pengukuran awal, pemberian edukasi melalui ceramah dan diskusi interaktif, pengukuran akhir, serta evaluasi secara deskriptif. Peserta kegiatan terdiri atas 43 siswa kelas IX SMP Negeri 2 Bontonompo Selatan dengan 10 mahasiswa yang terlibat sebagai tim pelaksana dan pendamping kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pada seluruh aspek yang diukur. Pengetahuan meningkat dari 65,12% menjadi 73,95% atau sebesar 8,84 poin persentase, sikap meningkat dari 86,14% menjadi 90,05% atau sebesar 3,91 poin persentase, dan perilaku preventif meningkat dari 94,88% menjadi 98,60% atau sebesar 3,72 poin persentase. Peningkatan terbesar terjadi pada aspek pengetahuan, sedangkan tingginya capaian awal perilaku preventif menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki perilaku yang mendukung pencegahan. Kegiatan memberikan manfaat berupa peningkatan pemahaman mengenai bahaya narkoba, penguatan sikap penolakan, serta perilaku memilih lingkungan pergaulan yang sehat dan menghindari ajakan negatif. Edukasi kesehatan yang melibatkan siswa secara aktif dapat menjadi langkah penting dalam memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah. Keterlibatan sekolah, siswa, dan mahasiswa dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam membangun lingkungan pendidikan yang mendukung perilaku preventif secara berkelanjutan.