Penyalahgunaan narkoba pada remaja merupakan masalah kesehatan dan sosial yang memerlukan upaya pencegahan sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat perilaku preventif terhadap penyalahgunaan narkoba melalui edukasi kesehatan pada siswa kelas IX. Metode kegiatan menggunakan pendekatan pengukuran sebelum dan setelah edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap persiapan dan koordinasi, pengukuran awal, pemberian edukasi melalui ceramah dan diskusi interaktif, pengukuran akhir, serta evaluasi secara deskriptif. Peserta kegiatan terdiri atas 43 siswa kelas IX SMP Negeri 2 Bontonompo Selatan dengan 10 mahasiswa yang terlibat sebagai tim pelaksana dan pendamping kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pada seluruh aspek yang diukur. Pengetahuan meningkat dari 65,12% menjadi 73,95% atau sebesar 8,84 poin persentase, sikap meningkat dari 86,14% menjadi 90,05% atau sebesar 3,91 poin persentase, dan perilaku preventif meningkat dari 94,88% menjadi 98,60% atau sebesar 3,72 poin persentase. Peningkatan terbesar terjadi pada aspek pengetahuan, sedangkan tingginya capaian awal perilaku preventif menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki perilaku yang mendukung pencegahan. Kegiatan memberikan manfaat berupa peningkatan pemahaman mengenai bahaya narkoba, penguatan sikap penolakan, serta perilaku memilih lingkungan pergaulan yang sehat dan menghindari ajakan negatif. Edukasi kesehatan yang melibatkan siswa secara aktif dapat menjadi langkah penting dalam memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah. Keterlibatan sekolah, siswa, dan mahasiswa dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam membangun lingkungan pendidikan yang mendukung perilaku preventif secara berkelanjutan.