Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEBERADAAN DAN PERAN PEREMPUAN DALAM TARI TAMPURUANG DI NAGARI KOTO BARU KABUPATEN SOLOK SELATAN Ningsih, Lisa Wahyu; Indrayuda, Indrayuda; Mansyur, Herlinda
SENDRATASIK UNP Vol 8, No 2 (2019): Seri A Desember 2019
Publisher : FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jsu.v8i2.106685

Abstract

Abstract This study aimed to reveal and explain the existence and role of women in the Tampuruang dance in Nagari Koto Baru, South Solok regency. Besides, to reveal the role and reason why there must be a female dancer in the Tampuruang dance performed at the nagari Koto Baru until this time. This type of research was qualitative using descriptive methods. Data were obtained through direct observation and interviews, as well as documentation and literature studies. Data were analyzed based on the approach of Miles and Huberman, namely analyzing the phenomena that occur in Tampuruang dance performance activities and the phenomenon of women in Tampuruang dance. After collecting the data, it was collected, reduced, presented and verified and concluded. The results showed that the presence of women in Tampuruang dance became an important part of the performance. Also, women's activities are not only as dancers but also as musicians. Women are a symbol of sako and pusako holders and as a symbol of Bundo Kanduang, and as manager of internal family matters. Women are the owners of traditional houses that need to be highlighted in welcoming guests to the Koto Baru village. The reason for the need for women in the Tampuruang dance is as a dance icon and as a symbol of kinship matrilineal which symbolizes Bundo Kanduang as manager of household matters. Keywords: Tampuruang dance, female dancers, and roles.
HUBUNGAN SIKAP KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA KARGO DI PEMOGAN Ningsih, Lisa Wahyu; Nurhesti, Putu Oka Yuli; Widyanthari, Desak Made; Raya, Nyoman Agus Jagat
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p15

Abstract

Keluhan muskuloskeletal dapat menyebabkan kesemutan, nyeri, pembengkakan, kekakuan, rentang gerak pendek, perubahan keseimbangan tubuh, dan hilangnya fleksibilitas sehingga dapat menyebabkan aktivitas sehari-hari terganggu. Penyebab timbulnya keluhan musculoskeletal, salah satunya yaitu sikap kerja yang salah. Sikap kerja yang salah sering terjadi pada pekerja yang membutuhkan tenaga berlebih sehingga mempengaruhi postur tubuh saat bekerja, salah satunya adalah pekerja angkat angkut yang mengangkat barang dengan jumlah yang banyak dan melebihi kemampuan tubuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja kargo di Pemogan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 22 orang pekerja kargo di Pemogan dengan menggunakan teknik sampling yaitu total sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Nordic Body Maps (NBM) dan kuesioner Ovako Work Analysis System (OWAS). Hasil analisis univariat seluruh responden berjenis kelamin laki-laki, 86,4% responden dengan rentang usia 17-25 tahun, 50% responden bekerja <1 tahun dan 50% responden bekerja rentang 1-5 tahun. Durasi kerja responden >10 jam/hari, 68,2% responden mengalami sikap kerja pada kategori 4 (perlu perbaikan saat itu juga), dan seluruh responden (100%) memiliki tingkat keluhan muskuloskeletal kategori rendah. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal dengan p-value 0,001 dan r = 0,657 dengan kekuatan hubungan cukup erat dan arah positif. Artinya semakin berisiko sikap kerja responden maka semakin tinggi keluhan muskuloskeletal, dan sebaliknya semakin baik sikap kerja responden maka semakin sedikit keluhan muskuloskeletal. Pekerja kargo diharapkan dapat menurunkan risiko sikap kerja dengan menggunakan alat bantu seperti troli sehingga dapat menurunkan keluhan muskuloskeletal.