Putu Oka Yuli Nurhesti
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perbedaan Tingkat Pengetahuan Perawat Pre dan Post Pemberian Booklet Diagnosa Keperawatan dan Masalah Kolaboratif pada Pasien Stroke Andriani, Rosaria; Effendy, Christantie; Nurhesti, Putu Oka Yuli
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 4, No 3 (2009)
Publisher : School of Nursing Faculty of Medicine Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1550.796 KB)

Abstract

Please refer to the file
PENGARUH PELATIHAN KADER KESEHATAN JIWA TERHADAP PERSEPSI KADER DALAM MERAWAT ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA Indrawati, Putu Ari; Sulistiowati, Ni Made Dian; Nurhesti, Putu Oka Yuli
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 6, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.508 KB)

Abstract

Gangguan jiwa adalah suatu penyimpangan proses pikir, alam perasaan, dan prilaku seseorang, yang disebabkan oleh gangguan pada fungsi sosial, psikologis, genetik, fisik/kimiawi, atau biologis. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam merawat orang dengan gangguan jiwa adalah pemberian psikofarmaka dan penanganan secara psikologis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Saat ini masih terdapat stigma psikiatri negatif di masyarakat, oleh karena itu hal yang harus dibenahi adalah persepsi yang salah mengenai gangguan jiwa tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan membentuk kader kesehatan jiwa yang secara sukarela mau berpartisipasi dalam manajemen kasus gangguan jiwa yang ada di masyarakat. Kader merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat mulai secara swadaya melakukan pencegahan terkait masalah kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan kader kesehatan jiwa terhadap persepsi kader dalam merawat orang dengan gangguan jiwa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis quasy experiment, dan merupakan studi komparatif, dengan design penelitian pre post-test design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 27 orang didapat dari teknik sampling purposive sampling. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik didapatkan nilai z = -4,568, dengan p value = 0,000, (p<α (0,05)), dengan demikian didapat hasil pelatihan kader kesehatan jiwa berpengaruh terhadap persepsi kader dalam merawat orang dengan gangguan jiwa. Kata kunci: Pelatihan kader, Persepsi kader, Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa. ANALYZE THE INFLUENCE OF CADRE FOR MENTAL ILLNESS TRAINING ON CADRE PERCEPTION FOR CARING PEOPLE WITH MENTAL ILLNESS ABSTRACTMental illness is an abnormality of thinking, emotion, and behavior process which is caused by social, psychological, genetics, phisical, or biological function disorders. Drug-induced could change in mood, thinking, and behavior process. Psychological treatments are kind of methods which can be used to treat someone who has experienced mental illness. It can be done by health worker, family, and society.  Negative psychyatry stigma still goes wide nowadays and this wrong perception related to mental illness should be cleared. One way that we can do is to create cadre for mental illness. The cadre is voluntarily participated for managing mental illness cases on society. Cadre is one of society empowerments so that expected the society begin to prevent health problems by self-supporting. This study aims to analyze the influence of cadre for mental illness training on cadre perception for caring people with mental illness. This study was a comparative study with quantitative approach. This study was quasi experiment with pre and post test design. There were 27 samples that collected by porposive sampling technique. The results of this study based on statistic test were obtained value of z = -4,568, with p value = 0,000, (p<α (0,05)). Based on the above findings, it can be concluded that there are significant impact of cadre mental illness training on cadre perception for caring. Keywords:  Cadre training, Cadre perception, Mental illness care.
Kajian Ergonomi Pada Tindakan Keperawatan Di IRD RS Universitas Udayana, Badung, Bali Prapti, Ni Ketut Guru; Nurhesti, Putu Oka Yuli; Tirtayasa, Ketut
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.975 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i3.226

Abstract

Posisi ergonomi merupakan posisi kerja yang seharusnya dilakukan selama melakukan intervensi keperawatan untuk mencegah terjadinya resiko akibat kerja. Perawat merupakan tenaga kesehatan dengan faktor resiko paparan yang paling besar. Melakukan intervensi keperawatan seperti mengangkat pasien, memindahkan pasien atau perawatan luka membutuhkan posisi yang ergonomis untuk mencegah resiko akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis postur dan sikap kerja perawat saat melakukan intervensi keperawatan di instalasi rawat darurat RS Universitas Udayana. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan populasi berjumlah 23 perawat yang diambil dengan total sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah REBA dan Nordic Body Map. Berdasarkan skor REBA, postur kerja perawat yang beresiko tinggi terhadap keluhan muskuloskeletal adalah menjahit luka, perawatan luka dan mengambil sampel darah sehingga diperlukan tindakan segera. Membuka jahitan dan ECG berada pada faktor risiko sedang sementara mengukur tanda-tanda vital dan memberikan obat supositoria merupakan faktor risiko rendah. Berdasarkan Nordic Body Map, masalah muskuloskeletal yang paling umum dilaporkan ada di leher, bahu, punggung dan kaki. Hasil penelitian ini menyarankan bahwa pemberian intervensi lanjutan terkait posisi ergonomis sangat penting.
Perbedaan Kadar Glukosa Darah Vegetarian dan Nonvegetarian Wibawantara, I Dewa Made Surya; Yanti, Ni Luh Putu Eva; Nurhesti, Putu Oka Yuli
Jurnal Ners Widya Husada Vol 4, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.878 KB) | DOI: 10.33666/jners.v4i1.297

Abstract

Pola diet seperti makanan tinggi lemak, rendah serat, dan lebih sedikit buah dan sayuran diketahui memiliki hubungan yang kuat dengan peningkatan risiko terkena diabetes mellitus. Perawatan diabetes mellitus sangat penting terutama dalam menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengatur jenis makanan yang dikonsumsi, yaitu penerapan pola makan vegetarian. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan kadar glukosa darah vegetarian dan non-vegetarian. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis analitik observasional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 44 sampel dalam kelompok vegetarian dan 44 sampel dalam kelompok non-vegetarian. Alat ukur yang digunakan untuk menilai kadar glukosa darah adalah alat uji gluko. Temuan yang diperoleh oleh analisis Mann Whitney bahwa ada perbedaan kadar glukosa darah antara kelompok vegetarian dan non-vegetarian dengan nilai p = 0,000 (α = 0,05). Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan untuk tindak lanjut untuk mengontrol jenis dan jumlah karbohidrat pada responden. Kata kunci: kadar glukosa darah, non-vegetarian, vegetarian DIFFERENCES OF VEGETARIAN AND NONVEGETARIAN BLOOD GLUCOSE LEVELS ABSTRACTDietary patterns such as high-fat, low-fiber, and less fruit and vegetable foods are known to have a strong relationship with an increased risk of developing diabetes mellitus. Treatment of diabetes mellitus is very important especially in maintaining blood sugar levels remained within normal limits. One effort that can be done is to set the type of food consumed, namely the application of a vegetarian diet. The study aimed to determine differences in blood glucose levels of vegetarians and non-vegetarians. The research is a quantitative research with observational analytic type. Sampling in this research used non probability sampling with purposive sampling technique. The sample in this study amounted to 44 samples in the vegetarian group and 44 samples in the non-vegetarian group. The measuring tool used to assess blood glucose levels is a gluco-test device. The findings obtained by Mann Whitney analysis that there are differences in blood glucose levels between vegetarian and non-vegetarian groups with a value of p = 0,000 (α = 0.05). Based on the research results, it is recommended for follow-up to control the type and amount of carbohydrates on respondents. Keywords: blood glucose level, non-vegetarian, vegetarian
PENGARUH PELATIHAN KADER KESEHATAN JIWA TERHADAP PERSEPSI KADER DALAM MERAWAT ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA Putu Ari Indrawati; Ni Made Dian Sulistiowati; Putu Oka Yuli Nurhesti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 6, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.508 KB) | DOI: 10.26714/jkj.6.2.2018.71-75

Abstract

Gangguan jiwa adalah suatu penyimpangan proses pikir, alam perasaan, dan prilaku seseorang, yang disebabkan oleh gangguan pada fungsi sosial, psikologis, genetik, fisik/kimiawi, atau biologis. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam merawat orang dengan gangguan jiwa adalah pemberian psikofarmaka dan penanganan secara psikologis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Saat ini masih terdapat stigma psikiatri negatif di masyarakat, oleh karena itu hal yang harus dibenahi adalah persepsi yang salah mengenai gangguan jiwa tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan membentuk kader kesehatan jiwa yang secara sukarela mau berpartisipasi dalam manajemen kasus gangguan jiwa yang ada di masyarakat. Kader merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat mulai secara swadaya melakukan pencegahan terkait masalah kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan kader kesehatan jiwa terhadap persepsi kader dalam merawat orang dengan gangguan jiwa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis quasy experiment, dan merupakan studi komparatif, dengan design penelitian pre post-test design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 27 orang didapat dari teknik sampling purposive sampling. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik didapatkan nilai z = -4,568, dengan p value = 0,000, (p<α (0,05)), dengan demikian didapat hasil pelatihan kader kesehatan jiwa berpengaruh terhadap persepsi kader dalam merawat orang dengan gangguan jiwa. Kata kunci: Pelatihan kader, Persepsi kader, Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa. ANALYZE THE INFLUENCE OF CADRE FOR MENTAL ILLNESS TRAINING ON CADRE PERCEPTION FOR CARING PEOPLE WITH MENTAL ILLNESS ABSTRACTMental illness is an abnormality of thinking, emotion, and behavior process which is caused by social, psychological, genetics, phisical, or biological function disorders. Drug-induced could change in mood, thinking, and behavior process. Psychological treatments are kind of methods which can be used to treat someone who has experienced mental illness. It can be done by health worker, family, and society.  Negative psychyatry stigma still goes wide nowadays and this wrong perception related to mental illness should be cleared. One way that we can do is to create cadre for mental illness. The cadre is voluntarily participated for managing mental illness cases on society. Cadre is one of society empowerments so that expected the society begin to prevent health problems by self-supporting. This study aims to analyze the influence of cadre for mental illness training on cadre perception for caring people with mental illness. This study was a comparative study with quantitative approach. This study was quasi experiment with pre and post test design. There were 27 samples that collected by porposive sampling technique. The results of this study based on statistic test were obtained value of z = -4,568, with p value = 0,000, (p<α (0,05)). Based on the above findings, it can be concluded that there are significant impact of cadre mental illness training on cadre perception for caring. Keywords:  Cadre training, Cadre perception, Mental illness care.
Kajian Ergonomi Pada Tindakan Keperawatan Di IRD RS Universitas Udayana, Badung, Bali Ni Ketut Guru Prapti; Putu Oka Yuli Nurhesti; Ketut Tirtayasa
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5 No 3 (2018): SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v5i3.226

Abstract

Posisi ergonomi merupakan posisi kerja yang seharusnya dilakukan selama melakukan intervensi keperawatan untuk mencegah terjadinya resiko akibat kerja. Perawat merupakan tenaga kesehatan dengan faktor resiko paparan yang paling besar. Melakukan intervensi keperawatan seperti mengangkat pasien, memindahkan pasien atau perawatan luka membutuhkan posisi yang ergonomis untuk mencegah resiko akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis postur dan sikap kerja perawat saat melakukan intervensi keperawatan di instalasi rawat darurat RS Universitas Udayana. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan populasi berjumlah 23 perawat yang diambil dengan total sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah REBA dan Nordic Body Map. Berdasarkan skor REBA, postur kerja perawat yang beresiko tinggi terhadap keluhan muskuloskeletal adalah menjahit luka, perawatan luka dan mengambil sampel darah sehingga diperlukan tindakan segera. Membuka jahitan dan ECG berada pada faktor risiko sedang sementara mengukur tanda-tanda vital dan memberikan obat supositoria merupakan faktor risiko rendah. Berdasarkan Nordic Body Map, masalah muskuloskeletal yang paling umum dilaporkan ada di leher, bahu, punggung dan kaki. Hasil penelitian ini menyarankan bahwa pemberian intervensi lanjutan terkait posisi ergonomis sangat penting.
Perceptions of HIV-AIDS and motivation for HIV testing among Balinese tourist village community Damayanti, Ni Kadek Winda; Raya, Nyoman Agus Jagat; Nurhesti, Putu Oka Yuli; Antari, Gusti Ayu Ary
Media Keperawatan Indonesia Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.7.1.2024.38-45

Abstract

The right perception of HIV-AIDS by the community of tourist villages can lead to the motivation to identify their HIV status. A tourist village has zero case of HIV-AIDS will have a positive impact on the health conditions of the tourist village community and increase in tourist visits. This study aims to determine the correlation between HIV-AIDS perceptions and the motivation for HIV testing in the tourist village community of Sayan Ubud, Bali. Descriptive correlation design with a cross-sectional approach was used in this study. The sample size was 353 respondents who were taken by proportionate random sampling. Spearman rank correlation test was used for data analysis. The result showed a correlated HIV-AIDS perception and HIV testing motivation (p=0.000; r=0.611). A better perception of HIV-AIDS leads to increased HIV testing motivation in the community. This study can be used as basic data in the preventive programme of new HIV cases through HIV testing services. Thus, the Sayan Ubud tourist village community can identify their HIV status without any negative stigma.
Preoperative Anxiety in Elective Oncology Surgery: A Descriptive Study Kusuma, Putu Aldi Dana; Raya, Nyoman Agus Jagat; Nurhesti, Putu Oka Yuli; Prapti, Ni Ketut Guru
Jendela Nursing Journal (JNJ) Vol 9 No 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v9i2.13377

Abstract

Background: the phenomenon of cancer not only attacks the physical, but also the psychological. One of the actions to deal with physical problems is through elective oncology surgery, which often causes anxiety for patients. This anxiety cannot be considered a small thing because it can have an impact on delaying and even canceling oncology surgery. Objective: this study aims to describe the anxiety level of preoperative patients of elective oncology surgery. Methods: this study employed a descriptive observational study with a cross-sectional approach. Respondents were selected using a purposive sampling technique with specific inclusion and exclusion criteria. Data were collected through the distribution of demographic questionnaires and the Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21) questionnaire and analyzed by descriptive statistics. Results: respondents in this study totaled 106, with 56 respondents who did not experience anxiety (52.8%), 27 respondents who experienced moderate anxiety (25.5%), 12 respondents who experienced severe anxiety (11.3%), 11 respondents who experienced mild anxiety (10.4%), and no one experienced panic attacks. Conclusion: most respondents did not experience anxiety, and almost half of the respondent’s experienced anxiety from low to severe levels. Nurses are expected to innovate in providing counseling, information, and education with digital media and technology related to reducing anxiety before oncology surgery, both in the inpatient and outpatient rooms.
GAMBARAN PERILAKU PERAWATAN KAKI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS III DENPASAR UTARA Sisco, I Made Gede Yogi Febrian; Antari, Gusti Ayu Ary; Widyanthari, Desak Made; Nurhesti, Putu Oka Yuli
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p02

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit yang berlangsung lebih dari enam bulan. Penyakit ini memiliki ciri berupa peningkatan gula darah dalam tubuh yang disebabkan karena resistensi insulin. Salah satu komplikasi dapat terjadi diantaranya neuropati diabetik yang dapat berujung pada luka kaki diabetes dan amputasi jika tidak mendapat penanganan dengan baik. Perawatan kaki sebagai tindakan preventif sangat penting diperhatikan guna dapat mencegah timbulnya komplikasi tersebut. Adapun tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku perawatan kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang berlokasi di Puskesmas III Denpasar Utara. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui teknik non probability sampling, yaitu purposive sampling. Jumlah sampel yang terlibat pada penelitian ini adalah 87 responden yang ditentukan sesuai kriteria inklusi maupun eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden pada usia dewasa tengah (40-60 tahun) sebanyak 55 (63,2%), sebagian besar berjenis kelamin perempuan (57,5%), dan berpendidikan perguruan tinggi (52,9%). Responden dengan perilaku perawatan kaki kategori baik sejumlah 55,2% dan perilaku perawatan kaki kategori kurang baik sejumlah 44,8%. Sebagian besar pasien dengan diabetes melitus tipe 2 sudah menunjukkan perilaku perawatan kaki yang baik, namun masih diperlukan intervensi promotif dan preventif seperti edukasi kesehatan agar kesadaran dan kepatuhan dalam merawat kaki dapat ditingkatkan secara menyeluruh.
HUBUNGAN SIKAP KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA KARGO DI PEMOGAN Ningsih, Lisa Wahyu; Nurhesti, Putu Oka Yuli; Widyanthari, Desak Made; Raya, Nyoman Agus Jagat
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p15

Abstract

Keluhan muskuloskeletal dapat menyebabkan kesemutan, nyeri, pembengkakan, kekakuan, rentang gerak pendek, perubahan keseimbangan tubuh, dan hilangnya fleksibilitas sehingga dapat menyebabkan aktivitas sehari-hari terganggu. Penyebab timbulnya keluhan musculoskeletal, salah satunya yaitu sikap kerja yang salah. Sikap kerja yang salah sering terjadi pada pekerja yang membutuhkan tenaga berlebih sehingga mempengaruhi postur tubuh saat bekerja, salah satunya adalah pekerja angkat angkut yang mengangkat barang dengan jumlah yang banyak dan melebihi kemampuan tubuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja kargo di Pemogan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 22 orang pekerja kargo di Pemogan dengan menggunakan teknik sampling yaitu total sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Nordic Body Maps (NBM) dan kuesioner Ovako Work Analysis System (OWAS). Hasil analisis univariat seluruh responden berjenis kelamin laki-laki, 86,4% responden dengan rentang usia 17-25 tahun, 50% responden bekerja <1 tahun dan 50% responden bekerja rentang 1-5 tahun. Durasi kerja responden >10 jam/hari, 68,2% responden mengalami sikap kerja pada kategori 4 (perlu perbaikan saat itu juga), dan seluruh responden (100%) memiliki tingkat keluhan muskuloskeletal kategori rendah. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal dengan p-value 0,001 dan r = 0,657 dengan kekuatan hubungan cukup erat dan arah positif. Artinya semakin berisiko sikap kerja responden maka semakin tinggi keluhan muskuloskeletal, dan sebaliknya semakin baik sikap kerja responden maka semakin sedikit keluhan muskuloskeletal. Pekerja kargo diharapkan dapat menurunkan risiko sikap kerja dengan menggunakan alat bantu seperti troli sehingga dapat menurunkan keluhan muskuloskeletal.