Guru kimia memiliki peran strategis dalam menyiapkan peserta didik agar mampu menghadapi tantangan global melalui pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berbasis pemecahan masalah nyata. Belum semua sekolah sepenuhnya mengintegrasikan pendekatan lintas disiplin seperti STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Adapun perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) membawa peluang besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pemanfaatan AI dalam pendidikan sains juga berpotensi meningkatkan efisiensi kerja guru dan kualitas pembelajaran apabila digunakan secara etis. Kondisi ini menunjukkan perlunya program pendampingan yang terstruktur agar guru kimia mampu mengintegrasikan STEM dan AI secara sinergis dalam perangkat pembelajaran. Melalui kegiatan ini, guru didampingi secara langsung dalam merancang perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan masalah kontekstual, aktivitas proyek STEM, dan pemanfaatan AI sebagai alat bantu pedagogis. Melalui pelatihan dan pendampingan bagi guru kimia SMA di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, seluruh peserta (N=39) guru yang berpartisipasi menyatakan hasil kegiatan pengabdian ini menghasilkan pengetahuan baru bagi guru untuk membuat perangkat pembelajaran dengan Kecerdasan Artifisial (AI) serta pemahaman tentang integrasi STEM dalam pembelajaran kimia, beberapa diantaranya adalah pada materi asam basa, reaksi redoks, dan stoikiometri. Sebagai tindak lanjut, disarankan agar guru mengimplementasikan di kelas masing-masing sehingga terlihat dampak langsung dari perangkat yang telah disusun terhadap hasil belajar siswa.