Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENERAPAN KONSEP SHINE OF TECH PADA BANGUNAN KOMERSIAL DEWATA COMPUTER Aulia, Velli Rahma; Balika Ika, I Wayan
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital semakin pesat, terutama dalam sektor gadget, peningkatan penggunaan gadget di segala usia menuntut adanya ruang retail yang tidak hanya sekadar tempat penjualan, namun juga menciptakan suatu pengalaman yang mengesankan dan positif. Penelitian ini mengkaji secara mendalam peran desain interior dalam meningkatkan daya tarik dan kinerja toko gadget, dengan mengambil kasus toko Dewata Komputer sebagai studi kasus. Suatu brand harus memiliki suatu ciri khas atau identitas yang kuat, guna membangun ingatan positif pada pelanggan toko sehingga retail ini lebih mudah dikenali dan diingat oleh konsumen. Perancangan ulang desain dengan suatu konsep desain "Shine of Tech", penelitian ini menggunakan jenis konsep pragmatis, dimana konsep ini merupakan suatu konsep dengan pendekatan yang mengintegrasikan estetika minimalis modern dan fungsionalitas optimal. Konsep ini bertujuan menciptakan suasana yang tidak hanya nyaman dan menarik, tetapi juga mencerminkan inovasi teknologi yang ditawarkan oleh produk-produk yang dijual. Dengan menganalisis secara mendalam penerapan konsep desain ini, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berharga bagi pengembangan desain interior toko ritel, khususnya dalam era digital yang terus berkembang.
APLIKASI KONSEP APHRODITE DAN GAYA SUBTLE LUXE PADA DESAIN INTERIOR KOMERSIAL KLINIK KECANTIKAN WG Yanthi, Komang Ayu Emitha Budha; Ika, I Wayan Balika; Yupardhi, Toddy Hendrawan; Pradnyaswari, Ida Ayu Ketut Andriyogi
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar kecantikan yang terus berganti seiring dengan berkembangnya era modern saat ini telah mengakibatkan meningkatnya minat masyarakat untuk tampil sesuai dengan standar kecantikan yang ideal menurut masing-masing individu. Hal ini berdampak pada maraknya klinik kecantikan yang banyak bermunculan dan bersaing untuk menjadi lebih unggul dengan menawarkan layanan terbaik untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini membahas implementasi konsep desain interior “Aphrodite”, yaitu salah satu dewi kecantikan yang berasal dari mitologi Yunani dan menggunakan gaya desain Subtle Luxe. Pemilihan konsep ini bertujuan untuk menciptakan desain yang estetis, nyaman, dan elegan untuk menarik pelanggan serta mencerminkan keindahan dan kemewahan yang selaras dengan tren standar kecantikan saat ini. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi lokasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka, dan survey untuk mengetahui kebutuhan pengguna. Pada desain interior Klinik Kecantikan WG mengusung elemen-elemen yang menggambarkan tema laut yaitu tempat dimana Dewi Aphrodite berasal. Elemen-elemen tersebut berupa penggunaan warna beige, biru dan gold, serta penggunaan material seperti marmer, wood, dan tekstil. Elemen garis yang bergelombang dengan perpaduan tekstur halus menyerupai pasir memperkuat suasana laut dan memberikan suasana relaksasi yang nyaman. Hasil dari penelitian menunjukkan desain interior dengan mengusung konsep Aphrodite dan gaya desain Subtle Luxe tidak hanya sebatas meningkatkan estetika ruangan, tetapi juga menciptakan pengalaman visual sehingga menarik perhatian pelanggan untuk berkunjung. Desain ini juga menjadi salah satu strategi branding untuk dapat bersaing di tengah maraknya klinik kecantikan yang kompetitif. Dengan penggunaan konsep yang selaras dengan trend standar kecantikan yang sedang berlangsung, Klinik Kecantikan harus mampu memenuhi kebutuhan pelanggan deri segi perawatan, fasilitas, leyanan estetika, meningkatkan kepuasan pelanggan, loyalitas, serta bisa memperkuat daya saing di tengah persaingan dalam industri kecantikan.
PROSES DESAIN FURNITURE PADA VILLA PADI CANGGU BADUNG Astugina, Putu Angga; Padmanaba, Cok Gde Rai; Ika , I Wayan Balika
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i1.3358

Abstract

Villa merupakan tempat tinggal bersifat sementara yang digunakan saat berlibur dan rekreasi. Villa digunakan sebagai tempat peristirahatan. Villa juga merupakan salah satu alternatif tempat tinggal sementara yang berada jauh dari kejenuhan dan kepenatan akan aktivitas di kota. Pada umumnya villa berada jauh dari kota-kota besar. Hal ini dilakukan karena fungsi villa pada umumnya adalah sebagai tempat peristirahatan. Villa biasanya berada di daerah-daerah pegunungan dan pantai.  Program magang/praktik kerja dalam sistem MBKM ini secara langsung memberikan pengalaman yang cukup bagi mahasiswa melalui pembelajaran di lapangan atau di tempat kerja. pengalaman tersebut didapat melalui pengerjaan projek yang diberikan oleh perusahaan. pengetahuan baru yang di dapat seperti, pembuatan gambar kerja yang mudah dipahami oleh tukang dengan melakukan survei kelokasi agar dapat mengetahui situasi dan kondisi di lapangan dan melakukan pengukuran lokasi. Serta pengetahuan dalam teknologi digital sebagai sarana perancangan berupa penggunaan berbagai software yang sangat membantu dalam proses pembuatan suatu desain. Salah satu projek yang dikerjakan mahasiswa saat melaksanakan magang atau praktik kerja, yaitu membuat gambar 3d modeling, dan membuat gambar kerja dari projek interior villa padi canggu serta mengawasi proses-proses produksi hingga proses pemasangan. Pembuatan desain dari projek interior villa padi canggu ini di awali dengan proses survey lokasi, melakukan pengukuran dilokasi projek, mengambil dokumentasi kondisi lokasi, selanjutnya, dilakukan proses pembuatan gambar desain 3D hingga tahap rendering, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan gambar kerja sebagai acuan dalam proses produksi hingga proses pemasangan. Hal ini dapat menjadi pengetahuan baru bagi mahasiswa dalam merancang sebuah projek interior dan dapat dijadikan pengalaman di dunia kerja nantinya.