Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Retorika Dakwah Ustadz Koh Dennis Lim dalam Video Jama’ah Pada Heran Koh Dennis Lim Bisa Bahasa Sunda pada Media Youtube Anni Karimah Kusnawati; Komarudin Shaleh; Muhammad Fauzi Arif
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.13964

Abstract

Abstract. One of the famous da’i in Indonesia is Koh Dennis Lim, a young da’i who went viral in 2023 on social media because of his story of moving from a former bookie to a da’i, and until now, Koh Dennis is active in spreading his preaching. In his lectures, he uses polite language, parables that are easy to understand, and his attractive appearance, making Koh Dennis a favorite among millennial teenagers and mothers. The aim of the research is to find out about Koh Dennis Lim's preaching rhetoric. It is hoped that the benefits of this research can provide scientific contributions to KPI students and the wider community. Type of qualitative research, with descriptive methods. Data collection techniques use documentation and literature study methods. The research results showed that Koh Dennis provided visual contact and mental contact, characterized by providing a comprehensive view of the congregation and a response from the audience regarding what he conveyed. Pay attention to vocal exercises by using high and low speaking tones, and also use marked visual exercises when delivering the lecture, taking a sitting and standing position with a straight body. Formal clothes. Using facial expressions such as frowning, eyebrows. and use hand movemen. Abstrak. Salah satu da’i terkenal di Indonesia adalah Koh Dennis Lim, seorang pendakwah muda yang viral pada tahun 2023 di media sosial karena cerita hijrahnya dari mantan bandar judi menjadi seorang pendakwah, Dalam ceramahnya, ia menggunakan bahasa yang santun, perumpamaan-perumpamaan sehingga mudah dimengerti. Tujuan penelitian untuk mengetahui tentang retorika dakwah Koh Dennis Lim. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi keilmuan untuk mahasiswa KPI dan masyarakat luas. Jenis penelitian kualitatif, dengan metode Deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan Koh Dennis memberikan kontak visual dan kontak mental ditandai dengan memberikan pandangan kepada jamaah secara menyeluruh dan adanya respon dari penonton terkait apa yang ia sampaikan. Memperhatikan olah vokal dengan menggunakan tinggi rendahnya nada bicara, dan juga menggunakan olah visual ditandai saat menyampaikan ceramahnya, mengambil posisi duduk dan berdiri dengan badan tegap. Pakaian yang sopan. Menggunakan mimik wajah seperti mengerutkan kening, alis. dan menggunakan gerakan tangan.
Strategi Tabayyun Divisi Pengelolaan Layanan Aduan dan Pengecekan Fakta Jabar Saber Hoaks Zakiy Ahmad Mahardika; Muhammad Fauzi Arif
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v4i2.5134

Abstract

Abstract. The Complaint Handling & Fact-Checking Division is part of Jabar Saber Hoaks based in Bandung, West Java. This division is responsible for addressing public complaints and clarifying hoaxes circulating in West Java. The study aims to analyze the planning, implementation of tabayyun strategies, supervision, evaluation, and the supporting and inhibiting factors of the Complaint Handling & Fact-Checking Division of Jabar Saber Hoaks. This research applies the POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) theory by G.R. Terry and the tabayyun theory by Shihab and Sya’rawi. The research method used is Descriptive Qualitative, with data collection techniques including observation, documentation, and interviews. Research informants consist of the Division Coordinator, Fact-Checking Team, and social media managers. The findings indicate that the Division has conducted planning and implemented strategies based on the tabayyun theory, regularly carries out supervision, and identifies supporting and inhibiting factors in task execution. Abstrak. Divisi Pengelolaan Layanan Aduan & Pengecekan Fakta adalah bagian dari Jabar Saber Hoaks yang berlokasi di Kota Bandung, Jawa Barat. Divisi ini bertugas menangani aduan masyarakat dan mengklarifikasi hoaks di wilayah Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perencanaan, implementasi strategi tabayyun, pengawasan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat Divisi Pengelolaan Layanan Aduan & Pengecekan Fakta Jabar Saber Hoaks. Penelitian ini menggunakan teori POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dari G.R. Terry serta teori tabayyun dari Shihab dan Sya’rawi. Metode penelitian yang digunakan adalah Kualitatif Deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara. Informan penelitian meliputi Koordinator Divisi, Tim Pengecek Fakta, dan pengelola media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Divisi telah melakukan perencanaan dan pelaksanaan strategi menggunakan teori tabayyun, rutin dalam pengawasan, serta menemukan faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan tugas.
Pesan Dakwah Akhlak dalam Kitab Alaa Laa Rasyid, Abdullah; Afidah, Ida; Arif, Muhammad Fauzi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v5i2.18486

Abstract

Abstract. Alaa Laa is a collection of poetry about morals compiled into a book totaling 37 verses. What makes this book attractive to research is that the identity of the author and the year it was published are unknown, and the title is taken directly from the beginning of the first stanza. This study aims to analyze the meaning contained in the book Alaa Laa to find out the da'wah messages in the moral aspects contained in the book. This type of research is Library Research, which is qualitative in nature. The data obtained in this study is from the Alaa Laa book in the form of verses of poetry which were then analyzed using the Takwil and Hermeneutic analysis methods. The results of the analysis are then classified according to the theory of the Moral Da'wah Message to find the moral da'wah messages contained in the poetry book Alaa Laa. The results of this study indicate that the book Alaa Laa is full of messages in the aspects of morality, including: Morals towards oneself, such as patience and perseverance; morals towards others, such as easy forgiveness and hospitality; and despicable morals that must be avoided, such as talkativeness, prejudice, enmity and pitting one another against each other. Abstrak. Alaa Laa merupakan sebuah kitab kumpulan syair tentang akhlak yang berjumlah 37 baris. Yang menjadi daya tarik kitab ini bagi peneliti adalah bahwa kitab ini tidak diketahui identitas pengarang maupun tahun diterbitkannya, serta judulnya diambil dari awal bait pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna yang terkandung dalam Kitab Alaa Laa untuk diketahui pesan dakwah dalam aspek akhlak yang terkandung dalam kitab tersebut. Jenis penelitian ini adalah Library Research atau penelitian perpustakaan, yang bersifat kualitatif. Data yang didapat dalam penelitian ini bersumber dari kitab Alaa Laa yang berupa bait-bait syair yang kemudian dianalisis menggunakan metode analisis Takwil dan Hermeneutik. Hasil analisis kemudian diklasifikasi sesuai teori Pesan Dakwah Akhla untuk menemukan Pesan Dakwah Akhlak yang terkandung dalam kitab syair Alaa Laa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kitab Alaa Laa sarat dengan pesan dakwah aspek akhlak, diantaranya: Akhlak terhadap diri sendiri, seperti sabar dan tekun; akhlak terhadap orang lain, seperti mudah memaafkan dan silaturahmi; dan akhlak tercela yang harus dihindari, seperti banyak bicara, berprasangka buruk, hasad dan mengadu domba.
New Student Pesantren Program as an Instrument for Enhancing Fiqh Worship Literacy among Islamic University Students Parihat; Muhammad Fauzi Arif; Ahmad Mujahid Rasyid; Shindu Irwansyah; Fahmi Fatwa Rosyadi Satria Hamdani
At-Taqaddum Vol. 17 No. 1 (2025): At-Taqadum
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/at.v17i1.28168

Abstract

Islamic higher education institutions play a strategic role in shaping students' religious understanding, particularly in the area of fiqh worship practices. This foundational aspect of Islamic studies is essential for cultivating a balanced and contextualized approach to religious life among students. The New Student Pesantren Program serves as an integrated religious orientation model aimed at strengthening students’ comprehension and practice of fiqh from the beginning of their academic journey. This study seeks to evaluate the effectiveness of the program in enhancing students’ understanding of fiqh worship within Islamic universities. A mixed-methods approach was adopted, incorporating both quantitative and qualitative data through surveys, comprehension tests, and case study observations. The research involved first-year students selected through purposive sampling. Key instruments included a structured questionnaire and a fiqh worship comprehension test. Data were analyzed using triangulation techniques to ensure the validity and reliability of findings. Results from the Wilcoxon Signed-Rank Test showed a significance value of 0.000, which is lower than the threshold of 0.05. This confirms a statistically significant improvement in students’ understanding of fiqh worship after participating in the program. Therefore, the New Student Pesantren Program is proven to be an effective initiative in improving fiqh worship literacy, contributing to the broader goal of religious development in Islamic higher education settings.
EFEKTIVITAS SOSIALISASI DAN WORKSHOP PENTINGNYA LOGO DAN PENGEMASAN PRODUK BAGI PENINGKATAN DAYA JUAL PRODUK UMKM DESA CIBURIAL, KABUPATEN BANDUNG Mafruhat, Ade Yunita; Haryatiningsih, Ria; Haviz, Meidy; Nurrahman, Ahmad Arif; Arif, Muhammad Fauzi; Kiransyah, Muhammad Rafky Razif; Fie Sabilillah, Ghirah Jihad; Lesmana, Lovie Dwifany; Prameswari, Khofifah Alya
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 30 No. 1 (2024): JANUARI-MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v30i1.50036

Abstract

UMKM Desa dapat memberikan peran yang cukup besar dalam pembangunan ekonomi tingkat Nasional. Besarnya peran ini membuat UMKM Desa menjadi solusi yang efektif dalam pemulihan ekonomi nasional. Namun, perannya ini masih belum optimal karena UMKM Desa masih banyak menghadapi berbagai tantangan salah satunya dalam peningkatan daya saing produknya yakni terkait logo dan pengemasan. Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut maka pengabdi menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Workshop terkait pentingnya Logo dan Pengemasan Produk UMKM Desa yang profesional. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi: sosialisasi, workshop,dokumentasi, dan penyusunan laporan akhir. Hasil dari kegiatan PKM ini, para pelaku UMKM Unggulan terpilih Desa Ciburial meningkat keberdayaan UMKM Desa  Ciburial perihal logo dan pengemasan produk khususnya dalam hal peningkatan pengetahuan, keterampilannya Dengan meningkatnya keberdayaan ini menunjukkan bahwa kegiatan PKM efektif.  
PELATIHAN PEMULASARAAN JENAZAH BAGI DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG Arif, Muhammad Fauzi; Kamil, Parihat
Journal of Community Research and Service Vol. 6 No. 2: July 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v6i2.44752

Abstract

Abstrak Pengurusan jenazah dalam agama Islam sangatlah penting, namun masih banyak masyarakat yang tidak mengurus bahkan enggan jika berinteraksi dengan jenazah salah satu permasalahannya adalah kurangnya pemahaman, kesadaran, dan keterampilan masyarakat tentang pengurusan jenazah, begitu yang dihadapi oleh beberapa dosen dan tenaga kependidikan di Unisba. Untuk membantu mengatasi permasalahan itu maka diselenggarakan kegiatan pelatihan pemulasaran jenazah bagi dosen dan tenaga kependidikan Unisba. Metode yang dilakukan melalui identifikasi masalah, ceramah, diskusi, dokumentasi dan praktik. Hasilnya bahwa pemahaman, kesadaran, dan keterampilan para peserta pelatihan meningkat.  Abstract The corpses management in Islam is very important, but there are still many people don™t care and are even reluctant to interact with corpses. One of the problems is the lack of understanding, awareness, and community skills regarding the corpses management, as faced by several lecturers and education staff at Unisba. To help this problem, a corpse recovery training activity was held for Unisba lecturers and education staff. The methods carried out through problem identification, lectures, discussions, documentation and practice. The result is the understanding, awareness, and skills of the trainees increase.
The Strategy of Collecting and Distributing Qur'an Waqf at Trans Studio Bandung Grand Mosque: SWOT Analysis Muhammad Fauzi Arif; Fahmi Fatwa Rosyadi Satria Hamdani
Jurnal Al-Hakim: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Studi Syariah, Hukum dan Filantropi Vol. 5 No. 2 November 2023
Publisher : Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/jurnalalhakim.v5i2.7644

Abstract

This research aims to determine Al-Quran waqf's funding and distribution strategy at Trans Studio Bandung Grand Mosque. The type of this research is qualitative and uses a descriptive study method. The research approach is SWOT analysis. Data collection techniques used interviews, observation, and documentation. The research results show that Al-Quran waqf's funding and distributing strategy at Masjid Trans Studio Bandung is carried out in two ways: 1) opening a waqf outlet and 2) presenting strategy. The results of the SWOT analysis are Strengths, the existence of a special team that focuses on managing Al-Quran waqf, the potential for Al-Quran waqf is quite large, the geographical location, e-money waqf transactions system, a good network of collaboration partners. Weaknesses include not having an Al-Quran waqf funding raising target, needing a schedule for Al-Quran waqf education, needing more professional human resources, and not optimizing social media to inform the waqf program. The opportunities are to develop in achieving the Al-Quran waqf program optimizing cooperation with external parties. The threats include the existence of Al-Quran waqf institutions that are more experienced and known by the public, and public literacy regarding Al-Quran waqf still needs to improve.
Kontruksi Makna Pemuda Majelis Madani terhadap Gerakan Dakwah KH Dudi Muttaqien Siti Sri Estina Rahayu; Asep Ahmad Siddiq; Muhammad Fauzi Arif
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v6i1.9937

Abstract

Abstract. Community-based da'wah movements offer an important alternative for nurturing religious faith among youth amid changing social dynamics. This study examines how Majelis Madani youth construct meaning toward the da'wah movement led by KH. Dudi Muttaqien and explains the meaning-making process shaped by subjective experience and social interaction. Employing a qualitative design grounded in Alfred Schutz’s social phenomenology, the research focuses on youth actively engaged in Majelis Madani activities. Primary data were collected through in-depth interviews and documentation and analyzed via data reduction, thematic categorization, and phenomenological interpretation, attending to lifeworld, stock of knowledge, motives for action, and intersubjectivity. Findings indicate that KH. Dudi Muttaqien’s da'wah is understood as a dialogical, humanistic, and contextual form of religious mentoring that promotes self-reflection, attitudinal change, and strengthened religious awareness among youth. The study concludes that da'wah functions as a social practice shaping religious awareness and identity and recommends developing models for youth development. Abstrak. Gerakan dakwah berbasis komunitas menjadi alternatif strategis dalam pembinaan keagamaan pemuda di tengah dinamika sosial yang terus mengalami perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi makna pemuda Majelis Madani terhadap gerakan dakwah KH. Dudi Muttaqien serta memahami proses pemaknaan yang terbentuk melalui pengalaman subjektif dan interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi sosial Alfred Schutz. Subjek penelitian adalah pemuda yang aktif mengikuti kegiatan dakwah di Majelis Madani. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, pengelompokan tema, dan interpretasi fenomenologis dengan menelaah dunia kehidupan, stok pengetahuan, motif tindakan, dan proses intersubjektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah KH. Dudi Muttaqien dimaknai sebagai proses pendampingan keagamaan yang dialogis, humanis, dan kontekstual, sehingga mendorong refleksi diri, perubahan sikap, serta penguatan kesadaran keberagamaan pemuda. Pendekatan dakwah nonformal dan relasi egaliter menempatkan pemuda sebagai subjek aktif dalam proses pemaknaan. Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah berfungsi sebagai praktik sosial yang membentuk kesadaran dan identitas religius pemuda secara berkelanjutan.
Persepsi Jamaah Perempuan Terhadap Retorika Dakwah di Majelis Taklim Al-Mabrur Baleendah Muhammad Pora Salamatul Hidayah; Chairiawaty; Muhammad Fauzi Arif
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 131-140
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.24311

Abstract

Abstract. Da'wah rhetoric is one of the factors influencing the delivery of religious messages to congregants. The success of da'wah is determined not only by the content of the message but also by the preacher's ability to employ language, vocal delivery, gestures, and supporting media to ensure that the message is well understood and applied in daily life. This study aimed to analyze female congregants' perceptions of da'wah rhetoric during the Friday religious study sessions at Al-Mabrur Islamic Study Group (Majelis Taklim) in Baleendah through the stages of sensation, attention, and interpretation. The study employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving female congregants who regularly attended the study sessions. The data were then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing based on the perception theory. The findings indicate that the female congregants had positive perceptions of the preacher's da'wah rhetoric. Clear vocal delivery, the use of a whiteboard, varied presentation techniques, humor, and relevant topics attracted the congregants' attention and facilitated their understanding of the religious messages. At the interpretation stage, the congregants were able to understand, interpret, and apply Islamic values in their daily lives. This study concludes that well-delivered da'wah rhetoric fosters positive perceptions and supports female congregants' understanding of religious messages. Abstrak. Retorika dakwah merupakan salah satu faktor yang memengaruhi penyampaian pesan keagamaan kepada jamaah. Keberhasilan dakwah tidak hanya ditentukan oleh materi yang disampaikan, tetapi juga oleh kemampuan dai dalam mengelola bahasa, vokal, gestur, dan media pendukung sehingga pesan dapat dipahami serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi jamaah perempuan terhadap retorika dakwah dalam Pengajian Jum'at di Majelis Taklim Al-Mabrur Baleendah melalui tahapan sensasi, atensi, dan interpretasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap jamaah perempuan yang aktif mengikuti pengajian, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan teori persepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamaah perempuan memiliki persepsi yang positif terhadap retorika dakwah yang disampaikan dai. Kejelasan vokal, penggunaan media papan tulis, variasi penyampaian materi, humor, serta relevansi tema mampu menarik perhatian jamaah dan memudahkan pemahaman pesan dakwah. Pada tahap interpretasi, jamaah mampu memahami, memaknai, serta mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menunjukkan bahwa retorika dakwah yang baik memberikan persepsi positif serta mendukung pemahaman jamaah perempuan terhadap pesan-pesan keagamaan.
Retorika Dakwah Digital Husain Basyaiban pada Konten TikTok Berbasis Game Roblox Dinda Syakirah Salsabila; Muhammad Fauzi Arif; Ahmad Mudakir
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 199-206
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.24703

Abstract

Abstract. Social media platforms increasingly serve as new spaces for Islamic da'wah, particularly among younger audiences who engage more with virtual environments than conventional preaching settings. Ustadz Husain Basyaiban, known by his TikTok alias Kadam Sidik, delivers religious instruction through livestreamed sessions inside the online game Roblox; these livestreams are recorded and re-uploaded by viewers as short clips on TikTok. This raises an important question: how does da'wah remain persuasive when packaged within an entertainment-oriented digital format? This study analyzes three TikTok videos derived from Basyaiban's Roblox sessions using Aristotle's classical rhetorical framework of ethos, pathos, and logos, applying a descriptive-analytical qualitative method with documentation as the primary data-collection technique. The findings show that ethos is constructed not through physical appearance but through fluent recitation of religious texts, prompt spontaneous responses, and self-identification as a fellow player. Pathos operates bidirectionally: the speaker initiates emotional engagement through humor in one video, while audiences themselves initiate emotional disclosure in the other two, reinforced by real-time interactive features. Logos progresses from simple normative arguments toward complex epistemic reasoning that equips audiences with independent frameworks for religious judgment. These three elements interact to form a distinctive style of da'wah, casual in tone yet substantively profound. Abstrak. Media sosial kini menjadi ruang baru bagi praktik dakwah Islam, terutama bagi audiens muda yang lebih akrab dengan ruang virtual dibandingkan majelis konvensional. Ustadz Husain Basyaiban, dikenal dengan nama panggung Kadam Sidik, menyampaikan kajian keislaman melalui siaran langsung di dalam permainan daring Roblox, yang direkam dan diunggah ulang penonton menjadi potongan video pendek di TikTok. Fenomena ini memunculkan pertanyaan penting: bagaimana pesan dakwah tetap persuasif ketika dikemas dalam format yang identik dengan hiburan digital? Penelitian ini menganalisis tiga video TikTok hasil rekaman kajian Roblox tersebut menggunakan kerangka retorika klasik Aristoteles, yaitu ethos, pathos, dan logos, dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis serta teknik dokumentasi sebagai metode pengumpulan data utama. Hasil penelitian menunjukkan ethos dibangun bukan melalui penampilan fisik, melainkan melalui kefasihan melafalkan dalil, ketepatan merespons pertanyaan secara spontan, serta identifikasi diri sebagai sesama pemain. Pathos terbentuk secara timbal balik: pada satu video pembicara membangun suasana emosional melalui humor, sedangkan pada dua video lainnya audiens sendiri yang membuka diri secara emosional lebih dulu, diperkuat fitur interaksi langsung. Logos berkembang dari argumen normatif sederhana menuju penalaran epistemik lebih kompleks, yang membekali audiens dengan kerangka berpikir mandiri dalam menentukan hukum bagi dirinya sendiri. Ketiga unsur retorika saling menopang membentuk gaya dakwah santai namun tetap mendalam.