Alfi Zahrotuz Zakiyyah
Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Total Quality Management untuk Meningkatkan Mutu Layanan Digital Perpustakaan Daerah Kabupaten Magetan Tyas Ayuningrum; Katni; Ayu Wulansari; Alfi Zahrotuz Zakiyyah; Lola Nur Adinda; Din Silmi Rahmawati
Journal of Education and Learning Sciences Vol. 4 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : CV. Gerasi Insan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56404/jels.v4i1.493

Abstract

Transformasi digital menuntut perpustakaan daerah membangun layanan yang mudah diakses, responsif, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Total Quality Management (TQM), dampaknya terhadap mutu layanan digital, serta faktor yang mendukung dan menghambat penerapannya di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan. Penelitian ini mengusung pendekatan deskriptif kualitatif. Informasi diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan tujuh orang narasumber, observasi tanpa keterlibatan, dan pengumpulan dokumen. Proses analisis dilakukan dengan cara mereduksi, menyajikan, menarik kesimpulan, dan memverifikasi keabsahan data menggunakan metode triangulasi, pemeriksaan anggota, serta audit jejak. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa TQM diterapkan melalui fokus pada pengguna, partisipasi pimpinan, keterlibatan karyawan, manajemen yang berbasis pada proses, keputusan berdasar data, dan perbaikan yang berkelanjutan. Siklus Plan-Do-Check-Act mengaitkan prinsip-prinsip tersebut dengan kegiatan perencanaan layanan, pelaksanaan, penilaian, dan tindak lanjut. Penerapan ini meningkatkan akses layanan, efisiensi, kepuasan pengguna, dan kemampuan adaptif manajemen layanan. Keberhasilan didorong oleh standar layanan, kerjasama antar fungsi, integrasi sistem, dan evaluasi secara rutin, sementara tantangan utama meliputi ketidakstabilan jaringan, batasan bandwidth, masalah kompatibilitas aplikasi, dan inventaris digital yang belum konsisten. Total Quality Management (TQM) dengan siklus PDCA dapat berfungsi sebagai kerangka strategis untuk meningkatkan mutu layanan digital yang disediakan oleh perpustakaan daerah.
Analisis Penetapan Harga Karet Berdasarkan Pemikiran Ibnu Taimiyah Di Desa Kuang Dalam Barat Hari Nopriansyah; Fatkhur Rohman Albanjari; Adib Khusnul Rois; Nasywa Rosyida; Frety Nur Ratna Sari; Alfi Zahrotuz Zakiyyah
Journal of Education and Learning Sciences Vol. 5 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : CV. Gerasi Insan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56404/jels.v5i1.511

Abstract

The plantation sector, particularly the rubber commodity, is one of the main sources of income for the people of Kuang Dalam Barat Village, Rambang Kuang Sub-district, Ogan Ilir Regency. The selling price of rubber received by farmers greatly determines their welfare, yet the price-setting process often raises questions regarding its fairness, given the relatively weaker bargaining position of farmers compared to collectors. This study aims to identify the mechanism of rubber price-setting in Kuang Dalam Barat Village, analyze its conformity with Ibn Taymiyyah's thought, and identify the supporting and inhibiting factors in this practice. The study employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observation, in-depth interviews with rubber farmers and collectors, and documentation, and were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, with validity tested through source, technique, and time triangulation. The results show that the rubber price-setting mechanism proceeds through tapping and collecting the produce, selling to collectors, quality inspection, open weighing, and price determination referring to the factory reference price and rubber quality, followed by cash payment. Viewed from Ibn Taymiyyah's thought, this practice generally reflects the principles of justice ('adl), honesty (shiddiq), mutual consent (an-taradhin), transparency, and balance of rights and obligations, as prices are formed naturally through market mechanisms without indications of fraud (tadlis), hoarding (ihtikar), or price manipulation. The supporting factors are transparency in weighing and the long-established trust relationship between farmers and collectors, while the inhibiting factors are price dependence on the factory reference, rubber quality, and fluctuations in demand and market conditions beyond the control of either party.