Transformasi digital menuntut perpustakaan daerah membangun layanan yang mudah diakses, responsif, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Total Quality Management (TQM), dampaknya terhadap mutu layanan digital, serta faktor yang mendukung dan menghambat penerapannya di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan. Penelitian ini mengusung pendekatan deskriptif kualitatif. Informasi diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan tujuh orang narasumber, observasi tanpa keterlibatan, dan pengumpulan dokumen. Proses analisis dilakukan dengan cara mereduksi, menyajikan, menarik kesimpulan, dan memverifikasi keabsahan data menggunakan metode triangulasi, pemeriksaan anggota, serta audit jejak. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa TQM diterapkan melalui fokus pada pengguna, partisipasi pimpinan, keterlibatan karyawan, manajemen yang berbasis pada proses, keputusan berdasar data, dan perbaikan yang berkelanjutan. Siklus Plan-Do-Check-Act mengaitkan prinsip-prinsip tersebut dengan kegiatan perencanaan layanan, pelaksanaan, penilaian, dan tindak lanjut. Penerapan ini meningkatkan akses layanan, efisiensi, kepuasan pengguna, dan kemampuan adaptif manajemen layanan. Keberhasilan didorong oleh standar layanan, kerjasama antar fungsi, integrasi sistem, dan evaluasi secara rutin, sementara tantangan utama meliputi ketidakstabilan jaringan, batasan bandwidth, masalah kompatibilitas aplikasi, dan inventaris digital yang belum konsisten. Total Quality Management (TQM) dengan siklus PDCA dapat berfungsi sebagai kerangka strategis untuk meningkatkan mutu layanan digital yang disediakan oleh perpustakaan daerah.