Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya produktivitas karyawan bagi keberlangsungan perusahaan manufaktur serta kebutuhan organisasi untuk memahami faktor internal dan kondisi lingkungan kerja yang dapat mendorong pencapaian target secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap produktivitas karyawan PT XYZ, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal dan desain cross-sectional. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima tingkat kepada 72 responden yang memenuhi kriteria sampel. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS melalui uji instrumen, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan dengan nilai t hitung 7,008 dan signifikansi 0,000. Lingkungan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t hitung 7,866 dan signifikansi 0,000. Secara simultan, motivasi kerja dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas dengan F hitung 40,378 dan signifikansi 0,000. Nilai R Square sebesar 0,539 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 53,9% variasi produktivitas, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan produktivitas perlu dilakukan melalui penguatan dorongan kerja karyawan sekaligus penciptaan lingkungan kerja yang aman, nyaman, mendukung, dan kondusif. Implikasi penelitian mengarahkan perusahaan untuk mengelola kebijakan motivasi serta kondisi kerja secara terpadu dan melakukan evaluasi berkala agar peningkatan produktivitas dapat dipertahankan secara konsisten.