Tantangan lingkungan global membutuhkan pendekatan pembelajaran sains yangmengintegrasikan pengetahuan ilmiah, kearifan lokal, dan isu-isu keberlanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi model pembelajaranproject inquiry terintegrasi Ethno-SSI berbasis budaya rempah Indonesia dan Malaysia—termasuk wedhang uwuh, kayu manis, bumbu rendang, dan bumbu kari Malaysia—untukmeningkatkan Sustainability Environmental Literacy (Literasi LingkunganKeberlanjutan) mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan design-basedresearch (DBR) yang melibatkan tahapan analisis, perancangan, pengembangan,implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, wawancara,serta penilaian pembelajaran, lalu dianalisis menggunakan metode deskriptif dankualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan valid secarakonseptual, relevan secara kontekstual, dan efektif dalam mendorong keterlibatan inkuiriserta Sustainability Environmental Literacy. Integrasi etnosains, isu-isu sosiosaintifik,dan proyek inkuiri memungkinkan mahasiswa menghubungkan konsep-konsep ilmiahdengan pengetahuan rempah lokal, praktik budaya, perspektif kesehatan, dan tantangankeberlanjutan melalui pengalaman belajar yang otentik. Mahasiswa juga menunjukkanpersepsi positif dan keterlibatan aktif sepanjang proses pembelajaran. Penelitian inimenyumbangkan kerangka kerja inovatif untuk mengintegrasikan etnosains, isu socioscientific, dan pembelajaran inkuiri dalam konteks lintas budaya. Temuan ini menegaskanpotensi pembelajaran sains berkonteks budaya dalam memperkuat pendidikanberorientasi keberlanjutan di perguruan tinggi.