Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX PADA BAGIAN SHIPPING PERLENGKAPAN DI PT. TRIANGLE MOTORINDO Pradhana, Claudha Alba; Suliantoro, Hery
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.192 KB)

Abstract

ABSTRAKPT. Triangle Motorindo merupakan perusahaan yang menggunakan SDM pada setiap aktivitas perusahaan. Pada proses produksinya bagian shipping perlengkapan merupakan bagian yang paling vital karena bertugas dalam pengurusan kelengkapan dari unit motor. Segala aktivitas di bagian shipping memerlukan energi ekstra dalam pekerjaan yang mungkin dapat menimbulkan beban kerja yang tinggi.jika hal tersebut tidak segera ditangani akan berkemungkinan menimbulkan stress pada pekerjanya. Tujuan penelitian ini adalah mampu menjelaskan faktor penyebab tingginya beban kerja mental yang terjadi dan memberikan rekomendasi untuk meminimumkan beban kerja mental yang dialami karyawan di unit shipping perlengkapan pada PT. Triangle Motorindo. Hasil perhitungan dari metode NASA-TLX menunjukan kalau beban kerja di bagian shipping tergolong tinggi. Metode NASA- TLX dipilih karena metode ini mengukur ke dalam 6 dimensi pengukuran beban kerja mental yaitu Effort, Mental Demand, Physical Demand, Temporal Demand, Own Performance, Frustration level. Melalui analisa dari hasil tersebut diketahui jika setiap aspek mempunyai masalahnya masing-masing. Berdasarkan masalah tersebut peneliti memperoleh hasil jika Effort mempunyai nilai beban kerja mental yang paling tinggi dan Frustration level mempunyai nilai yang paling rendah. Pada penelitian ini masih belum dilakukan penerapan usulan perbaikannya yang mana menjadikan hal itu sebagai kekurangan dari komponen pembahasan laporan ini.  Analysis Of Mortal Load Work Using NASA-TLX Method On Shipping Equipment Section In PT. TRIANGLE MOTORINDO. PT. Triangle Motorindo is a company that uses human resources in every company activity. In the production process of shipping parts of equipment is the most vital part because it is in charge of handling the completeness of the motor unit. Any activity in the shipping section requires extra energy in work that may cause a high workload. If it is not addressed it will be likely to cause stress to the worker. The purpose of this study is to explain the factors causing the high mental work load that occurs and provide recommendations to minimize the mental workload experienced by employees in the unit shipping equipment at PT. Triangle Motorindo. The calculation results from the NASA-TLX method shows that the workload in the shipping section is high. The NASA-TLX method is chosen because it measures into 6 dimensions of mental workload measurement ie Effort, Mental Demand, Physical Demand, Temporal Demand, Own Performance, Frustration level. Through analysis of the results is known if every aspect has its own problem. Based on the problem, the researcher obtained the result if the Effort has the highest mental work load value and the Frustration level has the lowest value. In this research, there is still no implementation of the proposed improvements which make it as a lack of components of the discussion of this report.
Pengukuran Beban Kerja Mental Pada Bengkel Motor di Desa Pawidean Dengan Metode NASA-TLX Pradhana, Claudha Alba; Farhan, Ahmad; Kusmayadi, Adi; Irawan, Candra
Jurnal Teknik Mesin dan Mekatronika (Journal of Mechanical Engineering and Mechatronics) Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Teknik Mesin dan Mekatronika (Journal of Mechanical Engineering and Mech
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33021/jtmm.v10i1.5866

Abstract

Abstrak. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, termasuk di sektor bengkel motor. Namun, di balik operasionalnya, para pekerja menghadapi tantangan berat, terutama dalam hal beban kerja mental dan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat beban kerja mental para mekanik menggunakan metode NASA-TLX (National Aeronautics and Space Administration Task Load Index), yang menilai enam aspek utama: tuntutan mental, tuntutan fisik, tuntutan waktu, kinerja pribadi, usaha, dan tingkat frustrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek usaha (Effort) memiliki skor tertinggi dengan rata-rata 364, disusul oleh tuntutan fisik (328) dan tuntutan waktu (124). Operator dengan beban kerja mental tertinggi memperoleh skor NASA-TLX sebesar 82, sementara yang terendah adalah 72. Beban kerja yang tinggi ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu terbatas, tuntutan hasil kerja yang sempurna, serta kurangnya tenaga kerja sehingga karyawan harus bekerja lebih keras. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa solusi dapat diterapkan, seperti menambah tenaga kerja, menyederhanakan proses pencatatan, serta memberikan insentif bagi pekerja lembur. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kesejahteraan pekerja meningkat dan produktivitas bengkel tetap terjaga.Kata Kunci: Beban kerja mental, NASA-TLX, mekanik bengkel, stres kerja, produktivitas.Abstract. Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in the Indonesian economy, including the motorcycle repair sector. However, behind their operations, workers face tough challenges, especially in terms of mental and physical workload. This study aims to measure the level of mental workload of mechanics using the NASA-TLX (National Aeronautics and Space Administration Task Load Index) method, which assesses six main aspects: mental demands, physical demands, time demands, personal performance, effort, and frustration level. The results showed that the Effort aspect had the highest score with an average of 364, followed by Physical demands (328) and Time demands (124). The operator with the highest mental workload obtained a NASA-TLX score of 82, while the lowest was 72. This high workload is caused by various factors, such as the amount of work that must be completed in a limited time, the demand for perfect work results, and the lack of manpower so that employees have to work harder. To overcome this problem, several solutions can be implemented, such as increasing the workforce, simplifying the recording process, and providing incentives for overtime workers. With these measures, it is hoped that worker welfare will improve and workshop productivity will be maintained.Keyword: Mental workload, NASA-TLX, workshop mechanic, work stress, productivity.
Rancang Bangun dan Pengujian Mesin Penggiling dan Pengaduk Bumbu Soto Mie Kapasitas 10 kg Irawan, Candra; Pradhana, Claudha Alba; Farhan, Ahmad; Endramawan, Tito; Sukroni; Haris, Emin
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 4 No. 2 (2025): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v4i2.21015

Abstract

Proses pembuatan bumbu Soto Mie Bogor secara manual membutuhkan waktu yang lama, antara 1 hingga 2 jam untuk mengolah 3 kg bumbu, dan mengandalkan tenaga manusia yang besar. Hal ini mengakibatkan pengadukan yang tidak merata serta mempengaruhi kualitas bumbu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji mesin penggiling dan pengaduk bumbu Soto Mie Bogor dengan kapasitas 10 kg, yang terdiri dari 8 kg bumbu dan 2 kg minyak, guna meningkatkan efisiensi produksi UMKM. Mesin ini menggabungkan fungsi penggilingan dan pengadukan dalam satu unit yang digerakkan oleh motor listrik 0,75 kW dengan sistem transmisi gearbox rasio 1:40. Desain mesin menggunakan perangkat lunak SolidWorks 2021. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin ini dapat mengurangi waktu pengolahan bumbu menjadi sekitar 1 jam, jauh lebih efisien dibandingkan dengan metode manual yang memakan waktu 3–4 jam. Mesin ini diperkirakan mengonsumsi sekitar 0,75 kWh per hari, dengan biaya listrik bulanan sekitar Rp31.000 jika beroperasi selama satu jam setiap hari. Implementasi mesin ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan manusia, meningkatkan kapasitas produksi, dan mengoptimalkan waktu operasional UMKM Soto Mie Bogor.