Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Gigi Terhadap Perilaku Perawatan Gigi pada Anak Usia Sekolah Safitri, Brigitta Wamis Prawulan; Gayatina, Andri Kenti; Wahyuningrum, Eka
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 12 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i12.238

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut adalah keadaan pasien, yang berkisar dari kesehatan optimal suatu penyakit. Kondisi tersebut berubah dari waktu ke waktu yang dapat dipengaruhi kondisi fisik, psikologis, spiritual dan faktor perkembangan. Kesehatan mulut dan gigi merupakan keadaan yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain. Umumnya anak-anak SD mempunyai resiko karies yang tinggi, karena pada usia tersebut anak-anak biasanya menyukai jajanan yang tidak sehat, sehingga dapat menyebabkan karies pada gigi. Penyakit karies pada anak sering terjadi, namun kurang mendapat perhatian dari orang tua dan guru khususunya pemeliharaan gigi pada anak. WHO menyatakan presentase yang menderita kerusakan gigi sebanyak 60-90% anak usia sekolah, di Amerika ada 52% anak usia 6-8 tahun dan 57% anak usia 12-19 tahun mengalami karies, menurut riskasdes tahun 2018 anak usia dini  yang giginya berlubang ada 93% dan menurut PDGI ada 89% anak yang mengalami karies. Desain dalam penelitian ini adalah cross sectional study dengan melakukan pengambilan data pada sekali waktu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD Kanisius Keprabon 1 Surakarta, menggunakan Total sampling sampling dan didapatkan 153 sampel dari populasi yang memenuhi kriteria. Penelitian ini menggunakan uji Fisher. Hasil dari penelitian ini didapatkan hasil tingkat pengetahuan kesehatan gigi buruk 0,7%, tingkat pengetahuan sedang 2,6% dan tingkat pengetahuan baik 96,7% dan untuk hasil perilaku perawatan kesehatan gigi buruk 12%,perilaku perawatan kesehatan gigi sedang 74,5% dan perilaku perawatan kesehatan gigi baik 17,6%. Hasil uji Fisher hubungan tingkat kesehatan gigi terhadap perilaku perawatan gigi p value 0,587.     Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kesehatan gigi terhadap perilaku perawatan gigi anak SD.
Gambaran Pemeriksaan Fisik Anak Usia Sekolah Daerah Perkotaan Wahyuningrum, Eka; Gayatina, Andri Kenti; Yulianti, Natalia Ratna
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 15 No 2 (2020): October Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v15i2.98

Abstract

Angka kesakitan anak di perkotaan relative lebih tinggi dibandingkan di pedesaan. Sekolah terlibat dalam penyelenggaraan kesehatan pada anak. Pencapaian angka partisipasi murni SD paling tinggi dibanding yang lain. Pemeriksaan fisik pada anak usia sekolah diperlukan untuk mendeteksi secara dini adanya masalah kesehatan pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran hasil pemeriksaan fisik anak usia sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observasional. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling dengan sampel sejumlah 59 anak usia sekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan fisik secara lansung kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden kelas 3 SD (22%) dan berjenis kelamin laki-laki (59,3%). Hasil pemeriksaan antopometri didapatkan rata-rata berat badan (32,94 vs 28,71), tinggi badan (131, 94 vs 129,79), IMT (32,94 vs 28,71) dan lingkar lengan atas (20,72 vs 19,02) didapatkan anak laki-laki lebih besar daripada anak perempuan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya masalah kesehatan mata (ketajaman penglihatan (88,1%)), masalah kesehatan gigi dan mulut (gigi kotor (72,9%); gigi berlubang (62,7%); tonsil membesar (16,9%); masalah kebersihan diri (kuku kotor (50,8%)) serta cedera (ada bekas luka (39%)). Masalah yang sering terjadi pada anak usia sekolah adalah masalah kesehatan mata, gigi dan mulut, kebersihan diri dan cedera. Hasil penelitian ini menyarankan untuk dilakukan penelitian tentang faktor- faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan mata gigi dan mulut, kebersihan diri dan cedera pada anak dan meningkatkan upaya promosi kesehatan kepada anak usia sekolah oleh tenaga kesehatan.
Pengalaman Ibu Dalam Memberi Makan Pada Anak Cerebral Palsy Wahyuni, Nyoman Sri; Wahyuningrum, Eka; Gayatina, Andri Kenti
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 19 No 2 (2024): October Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v19i2.385

Abstract

Background: Cerebral Palsy is a neuromotor disorder that affects the development of movement, muscle tone and body posture. The prevalence in Indonesia is 1-5 cases per 1000 children diagnosed with CP. This is caused by abnormalities in the developing part of the brain. CP children also experience Oropharyngeal dysphagia which can be characterized by problems in one or all phases of swallowing and chewing food. The aim of this research is to determine mothers' experiences in feeding children with CP. Objective: To find out mothers' experiences in feeding children with Cerebral Palsy. Method: This research is qualitative research with a phenomenological study approach. This research was carried out at YPAC (Foundation for Disabled Children) Semarang. Participants were 3 mothers selected using a purposive sampling technique who had moderate and severe CP children. Data were collected by conducting in-depth interviews using interview guidelines. The results of the interviews were transcribed and analyzed using the Colaizzi method. Results: The characteristics of the participants were 40 years - 46 years and the child with CP was a boy aged 14 years and 2 children with CP were girls aged 14 and 10 years. The study yielded three theree themes: 1) the way mothers process and serve soft and then rough food. 2) The mother's feeling of fear that the child will start eating later than the average age in general. 3) Mother regulates child's food portions. Conclusions: The mother's experience in feeding children with cerebral palsy is very important so that the mother knows how to process and serve food, control the mother's feelings of fear and regulate the child's portions.