PT Mitratani Dua Tujuh merupakan perusahaan agroindustri yang memproduksi edamame beku untuk pasar domestik dan ekspor. Pada proses pengemasan menggunakan kemasan metalizing masih ditemukan berbagai jenis kecacatan yang berpotensi menurunkan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control) untuk menganalisis pengendalian mutu kemasan metalizing produk edamame. Data diperoleh melalui observasi langsung selama sembilan hari produksi dengan jumlah sampel sebanyak 28.252 kemasan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat karakteristik Critical to Quality (CTQ), yaitu berat tidak sesuai, posisi seal tidak sesuai, seal tidak rapat, kemasan kosong, dan kemasan rusak, dengan total kecacatan sebanyak 1.094 cacat. Perhitungan menghasilkan nilai Defects Per Million Opportunities (DPMO) sebesar 7,745 dan tingkat kapabilitas proses sebesar 3,92 sigma. Analisis Pareto menunjukkan bahwa cacat posisi seal tidak sesuai merupakan jenis cacat dominan dengan persentase 55,94% dari total kecacatan, sedangkan analisis Fishbone mengidentifikasi faktor manusia, mesin, material, metode, dan lingkungan sebagai penyebab utama. Berdasarkan hasil analisis tersebut, disusun usulan perbaikan menggunakan pendekatan 5W+1H dan control plan yang diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas proses menuju minimal 4 sigma serta menurunkan tingkat kecacatan pada proses pengemasan.