Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan Digitalisasi UMKM Berbasis Teknologi Informasi untuk Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur Handayani Saputra; Winda Jubaidah; Fitriah; Syaprudin; Wahid Hasyim
Mandela : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Mandela: Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Berau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35915/mandela.v1i1.1006

Abstract

Berau Regency is the region with the highest Regency Minimum Wage (MSE) in EastKalimantan in 2024, but is facing challenges in shifting its economic structure from thedominance of the mining sector to a sustainable economic model based on tourism andMicro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). This service aims to explore thedigitalization of MSMEs as a strategic alternative in strengthening the people's economyduring the post-mining transition period. This activity aims to analyze the digitalizationpractices of MSMEs in Berau Regency and formulate a sustainable model for empoweringthe people's economy. This study adopts a mixed-method approach, combining astructured survey of 25 MSME actors, in-depth interviews with a number of stakeholders,and a review of regional policy documents. The sampling technique was carried outpurposively, and the data were analyzed using descriptive methods and thematic analysis.The findings show that only 35% of MSME actors in Berau have utilized digitaltechnology in marketing activities, while the majority (78%) still rely on conventionalapproaches. The implementation of the digitalization program has a significant impact inthe form of an increase in turnover of up to 45% and market expansion by 60%. Thisshows that digitalization has proven to be an effective strategy in strengthening thepeople's economy in post-mining areas. However, the sustainability of these initiativesrequires an integrated approach, including strengthening digital infrastructure, buildinghuman resource capacity, and consistent policy support from the government.
Pelatihan Membuat Kerajinan Gantungan Kunci Dan Bros Dari Kain Flanel Bagi Ibu-Ibu Pkk Kecamatan Tanjung Redeb Kabupaten Berau Winda Jubaidah; Safitri Nurhidayati; Fitriah; Wahid Hasyim; Syaprudin
Mandela : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 02 (2025): Mandela: Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Berau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35915/mandela.v1i02.1081

Abstract

Dosen memliki kewajiban untuk melaksanakan kegiatan tridharmapendidikan, yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.Pelaksanaan kegiatan tridharma dosen sejak bulan Juli 2021menggunakan aplikasi sister melalui kegiatan pengisian Beban KerjaDosen (BKD) yang sudah disediakan pemerintah. Demikian juga untukkenaikan jabatan fungsional, untuk perguruan tinggi di wilayahKalimantan menggunakan aplikasi singkron2 yang sudah disediakanLembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIKalimantan. Metode kegiatan dilaksanakan secara ceramah dandiskusi tanya jawab di Universitas Muhammadiyah Berau. Hasil darikegiatan ini adalah dosen mengetahui dan mampumengoperasionalkan pengisian tridharma melalui cara pengisianBeban Kerja Dosen (BKD) melalui Aplikasi Sister dan pengajuanjabatan fungsional melalui aplikasi Singkron.
Penguatan Kesadaran Ekologis Masyarakat melalui Aksi Bersih Lingkungan Mapala Universitas Muhammadiyah Berau Tamam Rosid; Suryadi; Syarifuddin; Hasnawati; Diah Riyani; Warti Ratnasari; Winda Jubaidah
Mandela : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 01 (2026): Mandela: Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Berau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35915/mandela.v2i01.1197

Abstract

Artikel ini menganalisis Aksi Bersih Lingkungan 2026 bertema "Dari Jejak Pendaki Menuju Jejak Lestari" yang diinisiasi oleh Mapala Universitas Muhammadiyah Berau pada 19 Juni 2026 di kawasan bersejarah Keraton Sambaliung, tepian Sungai Kelay. Merespons rendahnya kesadaran kolektif terhadap ekosistem perairan, kegiatan ini mengadaptasi prinsip minim jejak ke ruang publik perkotaan. Menggunakan metode deskriptif-analitis, kajian ini mengevaluasi pelaksanaan aksi dalam kerangka teori kesadaran ekologis. Hasil analisis menunjukkan bahwa kolaborasi multipihak lintas sektor terbukti efektif menghadirkan pendidikan lingkungan yang holistik—menggabungkan pengetahuan, pengalaman, dan aksi nyata. Pemilihan lokasi bersejarah juga sukses mengintegrasikan narasi pelestarian alam dengan kebanggaan warisan budaya lokal. Kegiatan ini memberikan dampak positif secara ekologis, edukatif, dan sosial-kelembagaan. Guna merespons tantangan keberlanjutan, artikel ini merekomendasikan edukasi masyarakat yang berkesinambungan, pemantauan dampak jangka panjang secara sistematis, serta replikasi program di sepanjang Sungai Kelay dan Segah untuk memperluas skala perilaku pro-lingkungan di Kabupaten Berau.