Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Saras Mitra: Peningkatan Kewirausahaan Melalui Produksi Eco Enzym dalam Meretas Permasalahan Sampah pada Kelurahan Kotalama Berbasis Penthahelix Strategy Yayuk Mulyati; Rini Anggi Arista; Danang Yugo Pratomo; Renda Yuriananta; Fanny Putri Danissa; Dinda Khoirun Nisa; Rindianti Pramono Putri; Fahra Nafila Afilia
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2026.7.2.333-338

Abstract

Program pengabdian masyarakat Saras Mitra dilaksanakan di Kelurahan Kotalama dengan tujuan meningkatkan kemampuan pengelolaan sampah rumah tangga serta membuka peluang kewirausahaan melalui produksi eco enzym. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis Pentahelix Strategy yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan media. Pelaksanaan program mencakup sosialisasi, pelatihan pemilahan bahan baku, pembuatan eco enzym, implementasi produk, hingga pelatihan marketing, branding, dan legalitas. Efektivitas program diukur melalui pre-test dan post-test, yang menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta tentang eco enzym dan kewirausahaan, dari skor awal 53,3 untuk pengetahuan Eco Enzym dan 59,52 untuk pengetahuan kewirausahaan menjadi sebesar 74,29 untuk pengetahuan Eco Enzym dan 79,04 untuk pengetahuan kewirausahaan pada akhir kegiatan. Program ini berhasil meningkatkan keterampilan teknis, membuka peluang usaha, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas lingkungan serta kemandirian ekonomi masyarakat. Rekomendasi diberikan untuk memperpanjang pendampingan terutama pada proses fermentasi dan pemasaran digital
Enhancing Community Capacity in Integrated Organic Waste Management through Black Soldier Fly Bioconversion within GreenFlow Program Eka Nurul Qomaliyah; Yayuk Mulyati; Habiddin Habiddin; Ratna Juwita; Achmad Saiful Arifin; Rindianti Pramono Putri; Ivo Cantika Insani Tauqid; Shifriyatul Wahda
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 4 (2026): November (IN PRESS)
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i4.22736

Abstract

Organic waste management remains a major environmental challenge in Ngroto Village, Pujon District, Malang Regency, Indonesia, due to limited waste-sorting practices and inadequate facilities for organic waste processing. This community service program aims to enhance community understanding of waste management and Black Soldier Fly (BSF) bioconversion and assess participants’ willingness to adopt the promoted practices through the GreenFlow program. The program integrated two components: Green-Waste, which focused on waste sorting, and Green-Grow BSF, which focused on organic waste bioconversion through BSF cultivation. Activities comprised preparation, outreach and training, hands-on assistance, BSF cultivation, and evaluation. Changes in participants’ understanding were assessed using six pretest and posttest items, while their willingness to adopt the promoted practices was assessed separately using a four-point Likert-scale item. Data from 59 respondents with paired assessments, comprising members of the Family Welfare Movement (PKK) and Dasawisma groups in Ngroto Village, were analyzed using descriptive statistics, normalized gain (N-gain), and the Wilcoxon signed-rank test. Overall understanding increased from 58.3% on the pretest to 95.9% on the posttest, yielding a high N-gain of 0.90 and a statistically significant difference between pretest and posttest scores (p < 0.001). Understanding of waste management increased from 67.4% to 97.0%, while understanding of BSF cultivation increased from 40.3% to 93.6%. Participants’ willingness to adopt the promoted practices also increased from 66.5% to 95.8% (p < 0.001). The Green-Grow BSF unit processed approximately 40–50 kg of organic waste per day. These findings indicate that GreenFlow improved community understanding and reported willingness to adopt integrated organic waste management practices involving BSF bioconversion.